Reportase Majelis Taklim Bulanan di Karawang




Alhamdulillah, Ahad 22 April 2018 diselenggarakan agenda rutin bulanan Majelis Taklim (MT) khusus Muslimah dengan tema "Memetik Hikmah Isra Mi'raj Rasulullah SAW" di Masjid Al-Jihad Karawang. Walaupun MT ini diselenggarakan bada zuhur, namun ternyata hal tersebut tidaklah menyurutkan antusias para muslimah untuk hadir dalam agenda ini. Terlihat barisan muslimah tersusun rapi mulai dari ibu-ibu hingga remaja. 


Ustadzah Maryati sebagai narasumber menyampaikan bahwa peristiwa Isra mi'raj terjadi setelah tahun-tahun kesedihan bagi Rasul dan umat Islam. Dimana terjadi pemboikotan, setelah itu meninggalnya Abu Thalib atau paman Rasulullah yang mendukung dakwah Rasul, lalu meninggalnya Khadijah. Setelah tahun kesedihan itu berlalu,  Rasul mencari pertolongan dengan mendatangi kabilah-kabilah Arab lain. Namun sayang semuanya menolak seruan beliau. Setelah rangkaian peristiwa yang dialami tersebut, Allah meng-isra mikraj-kan Rasulullah untuk membesarkan hati beliau dan kaum muslimin. Dalam peristiwa tersebut tidak hanya diturunkan kewajiban shalat saja, melainkan juga sebagai isyarat bahwa tidak lama lagi pertolongan Allah akan datang. 


Isra mi'raj adalah peristiwa dimana Rasulullah diperjalankan oleh Allah dari masjid al-haram ke masjid al-aqsha hingga ke langit ketujuh dalam waktu satu malam. Peristiwa tersebut sangatlah mustahil diterima oleh akal, maka ini -Peristiwa Isra mi'raj- hanya bisa diterima dengan keimanan yang kokoh tanpa keraguan sedikitpun. Ustadzah melanjutkan dengan menggambarkan sosok Abu Bakar ra. yang sama sekali tak ada keraguan dalam dirinya untuk mempercayai kabar yang disampaikan oleh Rasulullah kepadanya. 

Kembali menyinggung tema yang diangkat, ustadzah menyampaikan ada 2 (dua) hikmah yang dapat dipetik dalam peristiwa isra mi'raj,  yaitu :
1. Bahwasanya pertolongan murni datang dari Allah. Hal ini menegaskan kepada kita bahwa keberhasilan bukan karena adanya orang-orang hebat, tetapi murni karena pertolongan Allah. Maka kita sebagai pengemban dakwah jangan sampai gencar terhadap setiap ancaman yang dihembuskan karena akan selalu ada Allah yang akan menolong.
2. Dari sosok Abu Bakar ra. kita dapat meneladani sikap beliau ketika Rasul menyampaikan kabar Isra mi'raj, Abu Bakar mengimani setiap yang dikatakan Rasul kepadanya maka kita harus seperti halnya Abu Bakar yang mengimani secara totalitas apa yang dikabarkan Rasul bahkan dalam hal yang ghaib sekalipun. Bukannya justru memilah-milah untuk mengimani syariat Allah yang disukai atau yang dianggap menguntungkan sedangkan yang lainnya dicampakkan.
Pada sesi diskusi, ustadzah menegaskan bahwa peristiwa Isra mi'raj bukan hanya sekedar dirayakan secara seremonial belaka,  tetapi yang harus dilakukan adalah mencari hikmah yang terkandung di dalam peristiwa tersebut sekaligus menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang mana menjadi penutup rangkaian acara dari MT bulanan ini. 

Oleh : Nurhaliza Permana

Post a Comment

0 Comments