Remaja Krisis Identitas, why?

Oleh : YuyunH2I (Komunitas Revowriter)

 

Krisis itu tidak hanya melanda dalam bidang ekonimi saja, ada krisis kebudayaan, krisis kepercayaan, krisis keimanan, krisis moral. Sobat, taukan negara kita juga pernah mengalami yang namanya krisis moneter beberapa tahun silam.  Biasanya yang paling merasakan dampak krisis ekonomi  ini yaitu para emak-emak. Yak gak mak?

Krisis menurut kamus besar bahasa indonesia  keadaan yang berbahaya (dalam menderita sakit); parah sekali, keadaan yang genting; kemelut, keadaan suram (tentang ekonomi, moral, dsb).

Sobat, krisis ternyata sudah melebar ke kalangan remaja. Aduh para emak jadi nambah lagi dilanda krisisnya. Ya. Itu para emak yang punya anak ABG. Remaja yang kehilangan identitas  dirinya.  Remaja yang moralnya kian anjlok dengan adanya pergaulan bebas yang kebablasan. Ngeri!

Gaul bebas yang bikin krisis

Remaja itu paling horor kalau kata-kata “gak gaul, katro, ndeso, nora, gak up date disematkan kepada dirinya, apalagi dibilang “gak laku” exstrim banget. Tidak sedikit para emak yang punya anak ABG ini merasa was-was kalau anaknya gak ada yang ngapelin kalau malam minggu. Disangkanya gak normal. Itulah yang terbangun menside di masyarakat. Karna tidak mau sebutan-sebutan itu bertengger di dirinya akhirnya banyak remaja yang akhirnya meniru, gaul-gaul yang bikin dia krisis identitas.  Mulai dari gaul bebas dengan narkoba, minuman keras, pacaran yang akhirnya hilanglah keperawanan dengan sesaat, hamil di luar nikah, tawuran, bahkan sampai  bisa bertindak kriminal demi atas nama cinta. Miris!

Gaul bebas yang bisa membuat kehilangan jadi dirinya, kalau dia adalah seorang muslim. Sudah tidak ada lagi batasan dalam bergaul, sudah kehilangan aturan islam. meniru-niru bu daya barat mulai dari cara  berpakain, budaya, pergaulan yang bertentangan dengan ajaran islam.

Kembalikan identitasmu

Remaja now yang di dukung dengan akses informasi,  cepat masuk lewat  alat komunikasi HP, tak sedikit juga remaja yang gampang terbawa arus. Informasi yang tidak tersaring, budaya barat yang dengan gampangnya dan mudah ditiru oleh kawula muda ini hanya dengan memainkan jemari dan klik masuklah informasi yang diinginkan. Sudah tidak ada lagi yang namanya halal dan haram sebagai patokannya.

 Terus bagaimana cara mengembalikan identitas dirimu dengan mengenal dulu siapa sih kamu? Buat apa kamu ada di dunia? Terus kalau sudah di dunia  kamu mau kembali kemana?.

Pertanyaan-pertanyaan yang sangat dasar yang pasti bisa mengembalikan identitas dirimu. Jawaban dari pertanyaan itu pasti berbeda-beda sesuai pemahaman yang dimiliki. Sehingga menentukan segala aktivitas kita dalam menjalaninya. Seperti apa jawaban dalam islam. langsung saja ya. Cekidot!

Dari mana kita

Kita berasal dari ayah dan ibu yang dihasilkan dari sperma yang membuahi sel telur, itu secara biologisnya. Ya. Memang benar tapi itu semua ada kaitannya dengan Allah. Islam memberikan jawaban kalau kita ini berasal dari Allah Al-Kholiq (Pencipta) sekaligus Al-Mudabbir (Pengatur). Karena Allah yang menciptakan kita, dengan proses dari ayah dan ibu kita. Allah jugalah yang berhak mengatur kita. Mengatur dari berawalnya cairan sperman sampai menjadi janin dan berkembang selama 9 bulan dalam perut seorang ibu jadi, dalam hidup ada perintah dan larangan dari Allah.

Mau ngapain kita

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu” (QS. Adz-Dzariyat:56).”

Yap.. kita di dunia diperintahkan oleh Allah untuk ibadah. Kalau kita bisa menjawab pertanyaan ke satu dan kedua kita gak akan lagi mengalami yang namanya krisis identitas. Latah dengan budaya barat. Akan menyadari apa-apa saja yang akan kita lakukan selama di dunia dan aktivitas kita itu akan bernilai ibadah di mata Allah.

Allah nyiptain kita itu gak asal nyiptain, punya maksud dan tujuan loch. Ya. Itu buat beribadah kepadaNya. Ibadah di sini gak hanya solat, zakat atau rukun islam saja tapi ibadah di sini sangat luas banget. Mulai dari  muamalah, pendidikan dan lainnya semuanya diatur dalam islam nah... ketika kita semua menjanani aktivitas itu semua akan bernilai ibadah kalau kita memakai aturan Allah menjalankan perintah dan laranganNya.

Mau kemana setelah di dunia

Emang kita mau gitu selamanya di dunia yang fana ini? Gak kan. Kita pasti bertanya-tanya setelah kita hidup di dunia selanjutnya kita mau kemana ya?

”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenarnya) dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS 21: 35).

Kita akan dikembalikan lagi kepada Allah, dengan jalan kematian inilah gerbang awal kita menjalani kehidupan yang kekal. Kematian ini akan mendatangi setiap orang, gak kenal waktu dan gak nunggu kita siap dulu. Yuk.. kita mempersiap diri dengan ketaatan kepada Allah. Kitapun akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah setiap apa yang kita lakukan selama di dunia. Apakah kita menjani kehidupan selama di dunia dengan aturan Allah apa dengan aturan selain Allah. Semuanya akan berbalas dengan balasan syurga dan neraka.

Dari Tiga pertanyaan dasar inilah kita gak akan merasakan krisis identitas lagi apalagi galau, bingung, resah karna kita tau tujuan awal dan akhir kehidupan kita. Biar kita lebih tau YukNgaji, Karna dengan menuntut ilmu kita akan jadi lebih tau, tidak ada lagi remaja yang gak PD dengan identitasnya sebagai seorang muslim, yang ada kita akan bangga menjadi remaja dengan identitasnya sebagai seorang muslim. So.. remaja krisis identitas No way. Wallu a’alam

Post a Comment

0 Comments