Remaja Jaman Now : Kita Harus Bangkit!

Oleh : Alimatul Mufida (Pelajar SMA Al-Azhar Tulungagung)



Salah satu persoalan yang kerap dihadapi oleh seorang remaja jaman now adalah masalah percintaan. Benar atau tidak tapi inilah Faktanya. Banyak dari remaja yang lebih memilih ngomongin masalah pasangan daripada pelajaran. Banyak yang lebih memikirkan pacarnya daripada mengingat tuhannya. Banyak pula yang memilih nongkrong dengan yang bukan mahram daripada sholat di sepertiga malam. Terus, apa menurut kalian mereka seperti itu karena tidak dibekali ilmu agama ? Tentu tidak. Ada dari mereka sebenarnya tahu batas-batas antara laki-laki dan perempuan dan tahu apa hukumnya berdua-duaan yang bukan mahram adalah haram. Tapi mengapa mereka terus melakukan? 


Di sinilah peran media mendominasi. Setiap hari remaja disuguhi tontonan-tontonan tentang percintaan mulai dari sinetron, film, dan buku bacaan. Bahkan bisa dijamin tontonan yang tidak dibumbui dengan percintaan akan sedikit yang mengkonsumsi. Dibungkus secantik mungkin, seolah-olah pergaulan bebas itu baik, diperbolehkan, dan banyak pengaruh positifnya. Bukan hanya itu, dengan mudahnya meng-akses konten-konten porno di internet, Bahkan tidak menutup kemungkinan ketika kita search konten positif di situ akan muncul konten porno. Nah lo ngeri banget kan? 


Di sisi lain ketika pelajaran agama hanya sebatas perkara ibadah mahdhoh saja yang disampaikan di bangku sekolah, mereka yang notabene nya belajar di sekolah negeri tidak akan mendapatkan pelajaran tentang batas batas pergaulan. Bahkan belajar di sekolah islam pun juga tidak menjamin karena jam pelajaran pendidikan agama islam hanya diberi waktu 2 jam /minggu. Bukankah ini aneh? Di sekolah islam di negara yang mayoritas muslim tapi waktu untuk mempelajari agamanya sendiri hanya 2 jam/ minggu. Sebaliknya, dengan sistem full day school yang tiap hari pulangnya sore hanya dihabiskan untuk mempelajari materi duniawi yang membuat siswa terbebani. Bagaimana tidak ? Berangkat jam 7 pulang jam 4 banyak tugas banyak PR. Itu sekolah atau kerja? Bagaimana kita bisa membagi waktu untuk membantu orang tua atau mengaji? 


Inilah sistem negara kita yang remajanya hanya disibukkan untuk mempelajari ilmu duniawi. Mereka hanya dibebani dengan tugas yang bertumpuk-tumpuk entah itu paham pelajaran atau tidak pokoknya tugas harus dikumpulkan. Entah darimana dapat nilai bagus nyontek atau tidak itu urusan nanti. Pokoknya lulus nilai bagus diterima masuk kampus kenamaan kemudian cari kerja dan kaya raya. Hanya itulah yang tertanam dalam benak remaja saat ini menomor duakan urusan akhirat. Walaupun mencari ilmu dunia itu juga penting tapi ilmu akhirat juga tak kalah penting kan? Seolah-olah ini semua sudah disetting agar kita tidak peduli lagi dengan problem yang lain misalnya masalah yang dialami saudara kita sesama muslim. 


Sebagaimana banyak diberitakan bahwa saudara ita di Suriah sampai saat ini masih mengalami pembantaian dari penguasanya sendiri, Bashar Assad. Sudah tak terhitung lagi nyawa kaum muslimin yang melayang dan yang terluka parah. Innalillahi , ngakunya kita saudara sesama muslim tapi apa usaha kita ketika mereka dilanda musibah? Boro-boro luar negeri masalah saudara dalam negeri aja nggak tau. Jangan dikira ketika kita diam semuanya akan baik- baik saja. Sebaliknya, ketika kita hanya diam malah memperburuk keadaan.


Bagaimana remaja bisa bangkit kalau mereka saja tidak tahu bahwa mereka sedang terpuruk? maka dari itu sudah menjadi kewajiban kita untuk saling menasehati, menyampaikan dan menyeru kebaikan. Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang selalu berpegang teguh pada agamaNya. wallahu a’lam Bisshawab.

Post a Comment

0 Comments