Remaja Islam, Sukses Dunia Akhirat !

Oleh : Maylia Murni, S.Pd
(Pegiat Remaja Smart Club Cirebon, Anggota Komunitas Revowriter)



Bagi kalian para remaja kelas 3 ditingkat SMP dan SMA pasti saat ini lagi sibuk-sibuknya nyiapin diri untuk ujian. Iya kan? Tak jarang para pelajar ketar ketir, uring-uringan, rasanya dag dig dug kalo udah mendekati UN ini. Denger namanya aja udah horor.. hehee hayo ngaku... Yap, itulah mindset sebagain besar pelajar yang mencap segala macam ujian itu horor alias menakutkan. Mulai dari ulangan harian, kuis, pre test, post test, ujian akhir semester, ujian praktek, ujian sekolah, sampai ujian nasional dan ujian-ujian lain yang menuntut kita agar mendapatkan predikat "LULUS".

Why oh why? Kenapa kok bisa sebegitu menakutkannya? Hmm.. Ternyata memang standar ujian-ujian tersebut terletak pada Angka atau Nilai. Iya kan? Kalo nilai kita di atas standar, maka kita pasti lulus dengan hasil memuaskan. Kalo pas standar, Alhamdulillah masih lulus juga walaupun nilai pas-pasan.. Tapiii yg jadi masalah kalo nilai kita di bawah standar, kita harus remedial, bahkan bisa-bisa kita gak lulus.. nah kan sereem..

Nah ini dia yang ngebuat para pelajar rela melakukan segala macam cara untuk mendapatkan predikat LULUS. Mulai dari belajar pagi sampai sore disekolah, lalu dilanjut dengan bimbel sampai malem. Belum cukup juga? Oke, ditambah dengan belajar kelompok biar makin mantep. Semuanya rela dijabanin alias dilakuin demi satu kata ''LULUS".

Wah sebegitu pentingkah kata LULUS itu? Ya penting banget lah untuk kedepannya. Karena kita kan gak mau dapet nilai jelek, apalagi gak lulus.. ih Na'udzubillaah..

So, banyak diantara para pelajar rela begadang sampe larut malem untuk belajar, bahkan sampe nekat nyontek bahkan nyontek berjama'ah.. hadeh.. Gak inget apa, dipelajaran agama bapak/ibu guru mesti ngingetin kita supaya gak berbohong dan curang? Walaupun gak ketauan sama guru, tapi Allah punya mata dimana-mana bray.. Karena Allah kan Maha Melihat.. Gak takut apah sama Allah kalo kita ngelakuin hal yang dilarang oleh-Nya?

Nah, makanya Nilai itu penting, tapi Kejujuran itu lebih utama. Karena sejatinya, ujian itu sebagai bahan evaluasi apakah diri kita ini pantas dan mampu naik ke level selanjutnya ataukah tidak. Dan setiap kenaikan level, pasti akan lebih sulit. Iya kan? Dulu waktu kita TK, ujiannya hanya sebatas menggambar, mewarnai, tambah-tambahan sederhana, bercakap-cakap. Karena kita mampu, naiklah ke level selanjutnya yaitu SD. Ujiannya udah lebih kompleks lagi karena pelajarannya semakin banyak. Naik lagi ke SMP kemudian SMA yang pelajarannya semakin banyak, sulit dan kompleks. Bayangkan kalo hasil kenaikan level kita itu didapatkan dari kebohongan alias nyontek. Kira-kira kita mampu gak menghadapi ujian yang lebih besar dan sulit lagi? Nah ini sebenernya esensi dari ujian itu. Mengukur diri kita mampu atau tidak mengahadapi ujian-ujian selanjutnya.

So, kejujuran itu lebih utama apalagi bagi kita remaja Islam. Karena setiap aktivitas yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan diakhirat nanti. Ada 2 malaikat di kanan dan kiri kita yang selalu setia menemani kemanapun dan kapanpun untuk mencatat segala perbuatan kita. Walaupun gak ada seorangpun yang melihat kita melakukan perbuatan buruk, tapi yakinlah Allah tidak tidur, Allah Maha Melihat, serta ada Malaikat Roqib dan Atid yang akan senantiasa mencatat segala perbuatan kita yang baik maupun buruk.

Ini yang sejatinya harus kita perhatikan. Gak sekedar sukses di dunia dengan mendapatkan nilai sempurna, tapi dilalui dengan cara yang salah. Karena kesuksesan dunia hanya bersifat sementara. Sedangkan kesuksesan akhirat kita abaikan. Padahal itu adalah kesuksesan yang hakiki.

So, kita sebagai remaja islam, harus sukses di dunia dan juga di akhirat. Caranya gimana? Selalu hadirkan Allah disetiap aktivitas kita. Standarkan setiap aktivitas kita pada keridhoan Allah dengan cara menjalankan syari'at-syari'at-Nya. Harus selalu diingat, rumus diterimanya amal, yaitu :

 _Muslim + Ikhlas + Caranya benar sesuai Syari'at = Amal diterima + mendapat Pahala_ 

*Kiat-kiat Sukses Dunia Akhirat*

Biar kita siap dan mantap mengahadapi ujian, plus sukses dunia dan akhirat, kita perlu yang namanya usaha yang benar dan do'a.

1. *Usaha yang benar* yaitu yang tidak melanggar syari'at Allah. Misal, belajar, memperdalam ilmu dengan ikut les kesana kamari, bimbel sepulang sekolah, latihan soal sampai begadang. Ini yang namanya usaha yang benar untuk bisa lulus ujian.

Karena ada yang namanya kaidah kausalitas atau kaidah sebab-akibat. Misal kita gak mau belajar, maka akibatnya kita tidak akan lulus. Nah, berarti kalo kita mau lulus ujian, maka kita harus belajar sungguh-sungguh. Jadi kalo kita mau sesuatu, pasti harus ada usaha untuk mencapainya. Dan usahanya harus benar yaitu sesuai dengan syari'at Islam.

2. *Do'a*, nah ini juga penting banget. Apalah arti usaha tanpa disertai do'a, karena segala sesuatu yang terjadi dimuka bumi ini atas kehendak Allah SWT, sang pemilik segalanya. Maka udah semestinyalah kita memohon dan meminta hanya kepada Allah. Allah berfirman :
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Al-Baqarah: 186).

Nah itulah Sob sedikit tips biar kita gak takut mengahadapi ujian dan kita sukses di dunia maupub akhirat. Intinya satu, kita menjadi hamba Allah yang taat dengan menjalankan seluruh aktivitas kita sesuai dengan syari'at-Nya. So, Remaja Islam, jangan takut mengahadapi ujian. Taklukan ujian dunia, raih kesuksesan dunia akhirat!
Wallahu A'lam bish-Showab.

Post a Comment

0 Comments