Remaja Indonesia

Oleh : Nawfa Andini


Dulu, engkau ditakuti

Wajahmu sangar penuh keberanian

Tubuhmu gagah lantang menyuarakan kebenaran

Matamu berbinar kobaran gelora

Gemuruh pekikan takbir bersahutan

Tanda jihad fii sabilillah menghadang penjajah

Segenap harta, raga bahkan jiwa dikorbankan

Melawan kolonial, antek asing dan para cukong jumawa

Di medan perang di garda terdepan


Kini, engkau lesu

Tak selantang Bung Tomo dan Cut Nyak Dien

Meringkuk terlena dalam buayan hedonis

Romansa picisan menghanyutkan sanubari iman, melumpuhkan logika, lenyapkan taqwa

Gaya hidup Barat menjadi paradigma

Takbir bukan lagi pemantik gelora justru katanya teroris intoleran

Ah, mereka lupa ! Andai tak ada kata takbir mungkin saja kita masih dijajah

Buah busuk sekularisme (memisahkan agama dari kehidupan)

Hilangkan akal, turuti nafsu, enyahkan wahyu


Ya, mungkin engkau berdalih hari ini tak ada perang fisik

Hingga kau berselimut bernina bobo dengan kungkungan liberal

Tapi, lihat! Lihatlah!

Mereka bersahabat dengan antek asing dan berlindung dari cukong-cukong

Berkhianat!

Mereka para tikus-tikus berdasi ?

Kejujuran sebuah harga mahal yang harus ditebus dengan nyawa. Sebaliknya, nyawa menjadi barang murahan ?

Muruah umat dan ulama tak lagi diindahkan!

Kau kemana ?


Saatnya, engkau bangkit!

Duhai generasi penerus, tonggak estafet peradaban mulia

Ditanganmu lah kau akan mewujudkannya

Dengan imanmu, dengan ideologimu

Kembalilah pada fitrahmu yang digariskanNya

Menjadi pengokoh dan pembangkit umat di garda terdepan

Menyongsong terbitnya fajar kemenangan

Hingga tiba waktunya saat syariatNya diterapkan di bumi pertiwi dan seantero dunia

Mengikat nafsu, meninggikan Tauhid, semesta terikat pada syariatNya

Post a Comment

0 Comments