Remaja Generasi Penerus Bangsa

Oleh: Minah, S.Pd.I (Pemerhati Remaja dan Revowriter Surabaya)



REMAJA adalah generasi penerus bangsa. Tonggak estafet membangun peradaban mulia. Namun, apa jadinya saat melihat remaja zaman sekarang yang bebas, jauh dari agamanya? Yakni mengalami krisis identitas. Banyak generasi muda berada di bawah ancaman. Temuan beberapa kasus pergaulan bebas antar pelajar hingga melakukan perzinahan, ini sungguh sangat mencengangkan. Fakta-fakta pergaulan bebas, tawuran, narkoba dikalangan remaja yang semakin meningkat menambah deretan kegelapan hari-hari yang menimpa umat ini. Apa penyebab semua ini? Lalu bagaimana Islam memberikan solusi?
 
Inilah buah nyata dari sistem sekuler, sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, menjadikan Islam hanya sebatas ritual, disepelekan, dan dihinakan. Sementara di waktu yang sama, sistem kapitalisme dipasang disetiap lini kehidupan. Apa itu sekulerisme? Sekularisme atau fashluddin ‘anil hayah yakni memisahkan agama dari kehidupan yakin bahwa Allah yang menciptakan manusia, namun tidak mengikuti aturan Allah. Segala perintah Allah disepelekan. Atau menjalani aturan dari Allah tapi setengah-setengah. Dia sholat, tapi masih melanggar aturan yang lain, tidak menutup aurat, bahkan melakukan pergaulan bebas. Padahal sejatinya jika dia yakin bahwa Allah yang menciptakan kita, maka harus menjalankan semua aturan Allah tidak setengah-setengah.

Ini semua dikarenakan remaja banyak yang krisis identitas, identitas dirinya tidak jelas sehingga mudah terbawa angin. Ketika kita tidak mengetahui siapa dirinya, tujuan hidup pun jadi tidak jelas. Akibatnya, akan mudah terombang-ambing mengikuti gaya hidup agar bisa eksis. Persis seperti layang-layang. Padahal bekal hidup kita terbatas. Usia kita pun juga terbatas. Namun, selain itu juga, remaja banyak mengikuti gaya hidup barat dalam semua lini kehidupan. Barat dijadikan kiblat dalam menjalani kehidupan. Apapun yang mereka kerjakan tanpa melihat apakah itu diperbolehkan atau tidak. Tidak memperhatikan halal dan haramnya. Berpakaian dipakai karena modis bukan karena syar’i dalam menggunakannya.

Salah satu program barat adalah 3 F (food, fun and fashion). Food, atau makanan yang disajikan serba enak dan instan tanpa memeprhatikan halal/thoyyib. Fun, kehidupan yang hanya digunakan untuk bersenang-senang. Tanpa melihat bagaimana seharusnya tujuan hidup yang hakiki. Fashion, mengikuti gaya barat bukan Islam. Pakaian serba mini dan walaupun sudah menutup aurat tapi tidak syar’i.

Inilah program barat untuk menghancurkan Islam. Mereka membuat para remaja Islam jauh dari agamanya dan mengganti kehidupan remaja Islam dengan kehidupan ala barat. Karena sudah jelas mereka sangat benci dengan Islam. Sehingga ingin menghancurkan generasi umat Islam.

Firman Allah yang artinya: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah:120)

Oleh karena itu, untuk menghindari program barat tersebut, harus segera kenali identitas diri dan tetapkan tujuan hidup agar arah hidup lebih jelas. Ada 3 pertanyaan mendasar yang harus kita jawab yakni dari mana kita berasal, untuk apa kita diciptakan dan mau kemana kita setelah mati. 

Dari Mana Kita Berasal?

 Islam memberikan jawaban bahwa kita berasal dari Allah. Allah yang menciptakan manusia. Allah sebagai Al-Kholiq (Pencipta) sekaligus Al-Mudabbir (Pengatur). Karena Allah yang menciptakan kita, Allah jugalah yang berhak mengatur kita. Jadi, dalam hidup ada perintah dan larangan dari Allah.

Untuk Apa Kita Diciptakan?

Setiap perbuatan mengikuti petunjuk Allah, itulah yang disebut ibadah sesuai dengan jawaban Allah atas pertanyaan kita, Untuk apa Allah menciptakan kita?
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu” (QS. Adz-Dzariyat:56). 

Tujuan Allah ciptakan kita semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Allah Sang Pencipta manusia serta Pengatur manusia yang menetapkan bahwa keberadaan manusia di dunia ini hanyalah untuk beribadah kepadaNya. Beribadah tidak hanya puasa, sholat, bacaan alquran saja, namun semua perbuatan kita harus terikat dengan hukum Allah, baik dalam ibadah sholat, puasa, baca alquran, berbuat baik, jujur, berbakti pada orang tua, pergaulan yang benar, muamalah, kesehatan dll, harus terikat pada hukum Allah. Taat, tunduk dan patuh kepadaNya serta terikat dengan aturan agama yang disyariatkanNya, menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya. Dengan itu semua insyaallah kita tidak akan tersesat dalam hidup ini.



Mau Kemana Kita Setelah Mati?

 Ketika kita mati, kita akan kembali kepada Allah SWT, untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan saat di dunia. Semua amal perbuatan kita di dunia akan dihisab oleh Allah. Jika kita di dunia benar-benar beriman kepada Allah, menjalankan semua aturan dari Allah, maka balasannya adalah surga. Namun, jika kita melanggar aturan Allah, tidak beriman kepada Allah, bermaksiat, dll. maka sudah pasti balasannya neraka.

 Jika 3 pertanyaan diatas mampu dilakukan, kita akan mengetahui jati diri kita dan akan melakukan apapun sesuai yang Allah perintahkan. Remaja akan mampu menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh, senantiasa berada dijalan yang benar, selalu menghadirkan Allah disetiap aktifitasnya serta semakin mendekatkan diri kepada Allah. Mampu mengubah diri ke arah yang lebih baik. Cara menyelesaikannya dengan Membangun aqidah Islam, berkepribadian Islam, Mengkaji Islam, mendakwahkan Islam, serta Menerapkan Islam dalam kehidupan. 

 Remaja generasi penerus Bangsa harus bangkit. Dipundak kalianlah peradapan kejayaan Islam. ditangan kalianlah kegemilangan Islam akan bangkit. Karena kalian adalah tonggak estafet pembuka peradapan yang mulia. Wallahua’lam.

Post a Comment

0 Comments