Remaja Cerdas Tidak Mudah Terbawa Arus

Oleh: Dwi Rahayuningsih, S.Si (Aktivis revowriter dan Anggota Taktik community)



Gak terasa ya sudah masuk bulan April? Padahal baru kemaren deh rasanya ada rame-rame perayaan Tahun Baru. Disusul bulan berikutnya dengan perayaan valentine days, kemudian disusul lagi dengan Women March. Eh, sekarang ada April Mop! Banyak ya agenda perayaan yang dilakukan dalam satu tahun? Ada peringatan inilah, itulah, de el el.

Sebagai remaja muslim, kudu cerdas dalam menyikapi setiap peristiwa yang terjadi di negeri ini. Jangan sampai melakukan apapun tanpa ilmu. Karena menurut Islam ‘ilmu qablal’amal’. Sebelum beramal harus paham dulu ilmunya, bukan beramal dulu menyesal kemudian. Ngomong-ngomong soal perayaan, 1 April biasanya ada April Mop.
 Itu loh, suatu kegiatan untuk memberi kejutan pada seseorang dengan cara-cara yang tidak biasa. Misalnya dengan menipu, berbohong, atau semacamnya dengan tujuan orang yang dikerjain percaya atas apa yang dilakukan. Setelah percaya, baru deh dibongkar. Dan target baru tahu kalau dirinya sedang jadi target April Mop. Biasanya target akan marah atau mengumpat setelah tahu yang sesungguhnya, dan temannya akan mengatakan April Mop. Sontak semua tertawa dan hilang sudah rasa marah yang tadi sempat membara.

Peristiwa Tragis di Balik April Mop

Di Barat istilah April Mop dikenal dengan The April’s fool day. Tahukah Sobat tentang latar belakang The April’s fool days? Yup, ini adalah peristiwa kelam yang dialami oleh kaum muslim Andalusia di Spanyol. Dulu, sekitar abad 8 M, spanyol dibebaskan Islam oleh panglima Thariq bin Ziyad. Karena perlakuan Islam yang begitu baik dan rendah hati terhadap penduduk pribumi, akhirnya berangsur-angsur penduduk Spanyol berbondong-bondong masuk Islam. Tidak ada diskriminasi antar umat Islam dengan non Islam. Hal ini menyebabkan cahaya Islam makin bersinar terang. 

Pembebasan juga dilakukan diwilayah sekitarnya hingga menuju Perancis. Hal ini menyebabkan orang-orang kafir yang berada di sekitar Spanyol semakin benci terhadap Islam. Mereka melakukan segala cara uuntuk menghancurkan Islam, namun selalu gagal. Selama 6 abad lamanya orang kafir berupaya menghancurkan Islam, hingga akhirnya mereka mengetahui kelemahan Kaum muslimin. Yakni dengan melemahkan iman kaum muslimin dengan menyerang pemikirannya dan memasukkan budaya asing.

Pada saat Islam di Spanyol mulai lemah, tantara salib mengepung mereka dan menyerang tanpa belas kasihan. Tidak hanya pasukan Islam yang diserang, namun penduduk sipil, wanita dan anak-anak juga dibantai tanpa ampun. Satu per satu kota di Spanyol jatuh dan tersisa Granada. Penduduk muslim yang masih tersisa berlindung di dalam rumah-rumah mereka. Namun pasukan salib terus merangsek dan memburu mereka. 
Ketika pasukan salib mengetahui bahwa masih ada kaum muslim yang tersisa. Di tengah kondisi jalanan yang sepi dan penuh dengan mayat-mayat kaum muslimin, pasukan salib berteriak kepada kaum muslim untuk keluar rumah. Mereka mengatakan bahwa kaum muslim boleh keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barangnya. Namun kaum muslimin tetap bergeming, taka da satupun yang keluar dari rumah mereka. 

Tidak putus asa, pasukan salib terus berteriak dan mengatakan: “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika kalian ingin keluar dari Spanyol. Setelah ini maka kami tidak akan memberi jaminan!” Bujuk tantara salib. Meski umat Islam masih curiga, beberapa orang keluar dan melihat sendiri apakah benar tantara salib menyiapkan kapal buat mereka. Dan setelah melihat kapal-kapal tersebut secara langsung, akhirnya keesokan harinya ribuan muslim berbondong-bondong menuju pelabuhan dengan membawa barang-barangnya. 
Sebagian yang tidak percaya terhadap pasukan salib, memilih bertahan di rumah-rumah mereka dan tidak ikut keluar. Dan setelah ribuan umat Islam sampai di pelabuhan, tantara salib menggeledah rumah-rumah tersebut karena meyakini masih ada orang yang bertahan. Akhirnya semua rumah kaum muslimin dibakar. Dari pelabuhan umat Islam mengetahui adanya api yang berkobar dari rumah-rumah mereka. Di sisi lain kapal-kapal yang hendak ditumpangi kaum mulimin juga dibakar oleh tantara salib. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh kaum muslimin saat itu, karena mereka tidak bersenjata.

Terjadilah pembantaian masal yang dilakukan secara kei ooleh tantara salib terhadap kaum muslimin. Teriakan takbir, jeritan dan tangis anak-anak kecil bercampur jadi satu. Suasana makin mencekam, mayat-mayat bergelimpangan, air laut yang tadinya berwarna biru berubah merah bercampur darah. Tak ada satupun umat Islam yang tersisa. Itulah kejadian tragis yang pernah terjadi sepanjang sejarah. 

Kejadian tersebut bertepatan pada tanggal 1 April , yang kemudian oleh umat Kristen diperingati sebagai April Mop atau The April Fool’s day. Nah bagi umat Islam tentu 1 April merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Karena saudara-saudara kita telah dibantai dengan keji. Sebagai muslim tenntunya tidak manusiawi jika ikut merayakan April Mop setelah mengetahui sejarah kelam di balik peristiwa tersebut.

So, sudah paham kan kenapa umat Islam tidak boleh ikut merayakannya? Selain karena peristiwa tersebut, untuk memperingati pembantaian kaum muslim juga Islam melarang kepada umatnya untuk ikut-ikutan dalam suatu perbuatan. Rasulullah telah bersabda dalam hadistnya:
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Untuk itu wahai remaja muslim. Jadikanlah imanmu sebagai penuntun jalan hidupmu. Jangan mudah terbawa arus yang menyesatkan. Belajarlah dari pengalaman masa lalu, bagaimana orang kafir senantiasa berusaha untuk menghancurkan umat Islam. Karena sesungguhnya kebencian mereka terhadap Islam sudah digambarkan dalam Al Qur’an: 

“Tidak akan pernah ridlo orang-orang yahudi dan nasrani, hingga kalian mengikuti milah mereka” (Q.S. Al Baqarah: 120)
Juga dalam ayat lain Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya.” (Q.S. Ath-thaariq:15)

Yuk jadi remaja cerdas! Tidak mudah terpengaruh oleh budaya apapun yang bukan berasal dari Islam. Karena sejarah telah membuktikan bahwa orang-orang kafir selalu berencana jahat terhadap kaum muslimin. Sejarah telah mengajarkan banyak hal. The experience is the best teacher. Be smart muslim, because we are fighter!

Post a Comment

0 Comments