Refleksi di Penghujung Rojab

Oleh : Halida (@halida_aja) (Praktisi pendidikan)



Sobat surga..
Di penghujung bulan Rojab, kita mesti mampu ambil hikmah dari peristiwa yang fenomenal di sepanjang zaman yakni Isro' Mi'roj. Peristiwa yang yang dilalui Rasul Saw pada 27 Rojab, kurang lebih 18 bulan sebelum Beliau saw diperintahkan Allah untuk berhijrah ke Madinah Al Munawwarah. Begitu pentingnya peristiwa ini hingga diabadikan dalan QS. Al Isra [17]:1 yang artinya : "Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat."

Dalam peristiwa ini, Allah tuh mengukuhkan Nabi Muhammad SAW bukan hanya sebagaii pemimpin umatnya tapi juga pemimpin para Nabi. Terbukti saat mi'roj, Beliau saw diberi kesempatan untuk memimpin sholat para Nabi. Masya Allah..... Keren kan Nabi kita ini, subhanallah... Patut bersyukur banget kan kita dihidupkan sebagai umat Nabi Muhammad saw. 

Sobat surga.. 
Emejingnya peristiwa Isro' Mi'roj ini membuat heboh kota Makkah saat itu. Bagaimana enggak?! Peristiwa yang mustahil di logika manusia tersebar luas di seluruh penjuru Mekkah. Otomatis, orang-orang musyrik ambil kesemapatan dalam kesempitan. Yaa... Mereka gunakan isu isro' mi'roj itu untuk meruntuhkan keimanan kaum muslimin. Harapannya sih hasutan mereka bisa ngeruntuhin keyakinan kaum muslimin kepada Islam dan jadi murtad lalu kembali menyembah berhala, Latta dan Uzza.  
Hal itu tentu membuat goyah keimanan sebagian kaum muslimin karena opini hoax alias opini kebohongan dari kaum musyrik sangat gencar dan didukung oleh penguasa setempat. 

Keteguhan Abu Bakar 

Sobat surga... 
Berbagai opini hoax dari mulut-mulut kaum musyrik itu ternyata tak sedikitpun menggoyahkan sebagian kaum muslimin yang setia kepada Nabi saw. Salah satu orang yang memiliki keketeguhan luar biasa dan terdepan dalam meyakini mempercayai Rasulullah. dan kebenaran isro' mi'roj adalah Abu Bakar.    

Abu Bakar mempertanyakan sikap kaum musyrik yang always mengingkari kebenaran yang dibawa Rasulullah. Tak menunggu lama, Abu Bakar mendatangi Rasululllah dan meminta penjelasan tentang Baitul Maqdis. Setelah didapatkan, Abu Bakar berkata, " Engkau berkata benar. Aku bersaksi engkau adalah utusan Allah". Rasulullah Saw menjawab, " Engkau Abu Bakar adalah As Shidiq (yang selalu membenarkan) ". Yaa. Sejak itulah gelar Ash Shidiq melebur pada diri Abu Bakr hingga saat ini, hingga the end of the world in shaa Allah...  
Emejing kan sobat.  

Itulah keteladan Abu Bakar yang sangat patut diteladani. So, umat Nabi Muhammad saw selayaknya copas keteguhan Abu Bakar ini, jangan terus-terusan jadi galauers...ha ha.. 

Sobat surga.. 

Orang beriman itu kudu mengimani everything yang dibawa Rasulullah, jangan lupa ya everyrhimg tanpa kecuali. Termasuk hal-hal ghaib lho. You khow hal yang ghaib itu? Segala sesuatu yang gak mampu dijangkau logika manusia. Tapi, hanya bisa kita dapat infonya dari wahyu. Ini nih sudah dijelasin dalam Alquran, Surat Al Baqoroh 2-3 yang artimya:
"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka."

Yuk, refleksi diri

Sobat surga... 
Mumpung kita masih di bulan Rojab., walau tinggal ngehitung hari sih. Karena bulan Rojab itu bulan haram, bulan yang disucikan oleh Allah. Di bulan haram, segala kebaikan dan keburukan dilipatkangandakan sama Allah. Ih sedap-sedap serem ya?! Kalau pahala yang dilipatgandakan sih oke, kalau sebaliknya.....wah serem bangetz... So, kudu ada refleksi nih, bemer-bener....

Sobat surga.. 

Bicara tentang Rojab dan Isro' mi'roj, tidak melulu biacara masalah ketaatan kita terhadap perintah sholat yang diturunkan ke umat Islam. Tapi, juga terkait dengan segala aturan yang diturunkan kepada manusia, bil khusus kepada orang yang beriman kepada Allah. Apakah selama ini kita sudah menerima apa saja yang dibawa Rasulullah tanpa keraguan sedikit pun, seperti Abu Bakar? ataukah kita masih ragu dengan sebagian yang dibawa Rasulullah? Padahal QS. Albaqoroh 208 sudah nyata-nyata memerintahkan kia untuk berislam secara kaffah atau menyeluruh tanpa tapi dan tanpa kecuali.  

Sobat surga... 
Banyak lho umat Islam saat ini yang jadi ragu dengan risalah Nabi Muhammad. Bikin sedih kan? Why? Karena, mereka anggap risalah Nabi saw sudah tdk up to date dengan zaman now. Pasti gak tepat kan dan gak sesuai dengan QS.Albaqoroh 208 tadi. 

Akhirnya, yuk kita lurusin hati kita selurus Abu Bakar yang tak pernah ragu dengan kerasulan Nabi Muhammad dan semua hal yang dibawa beliau yakni Syariat Islam. Kita kuatkan tekad bahwa kitalah para remaja tangguh calin pemimpin yang siap menjadi abu bakar-abu bakar masa depan. Dengan segala keyakinan dan kepercayaan kepada Rasul saw, kita siap memimpin peradaban emas umat Islam. 

Wallahu'a'lam bish shawwab

Penulis : Halida (@halida_aja)
Praktisi pendidikan, anggota revowriter Jawa Timur.

Post a Comment

0 Comments