Ratusan Milyar Terbuang Demi Pertemuan IMF

Oleh: Mira Sutami H ( Pengamat Sosial dan Generasi- Tulungagung)



Pertemuan IMF dan Bank Dunia ( World Bank) untuk mengadakan Pertemuan Tahunan ( Annual Meetings ) akan diselenggarakan di Nusa Dua , Bali, Indonesia pada bulan Oktober 2018 selama 7 hari. Gayungpun bersambut pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 818,17 Miliar. Dana yang cukup fantastis. 

Namun menurut Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan bahwa penyelenggaraan Pertemuan lMF- World Bank tidak akan menggunakan dana yang boros. Dia menjelaskan alokasi anggaran sebesar Rp 818, 17 Milyar tersebut tidak akan merugikan. "Semua akan kita lakukan sehemat mungkin tanpa mengorbankan kenyamanan para peserta Annual Meetings IMF - World Bank", Kata Luhut di Kementerian Keuangan. (13/3/2018, Republika. co . id)


Dan menurut Luhutpula " Banyak hal yang akan kita dapatkan dari pertemuan ini. Salah satunya lndonesia akan semakin terkenal." Kata Luhut. 


Dana tersebut dinilai cukup wajar mengingat APBN negara saat ini mencapai Rp 2. 220, 6 Triliun. Dan pernyataan Luhut tersebut juga diamini oleh Ekonom senior UGM Tony Prasrtiantono dia menyatakan " Menurut saya masih reasonable kita dieksplor selama seminggu , itu angka yang masuk akal", Tuturnya di Gedung Metro TV Jakarta. (12/3/2018, MetroTV new. com)

Memang salah satu tujuan lndonesia menerima pertemuan itu salah satunya untuk mengiklankan lndonesia terutama sektor pariwisata. Selain itu juga berharap kucuran utang dari pertemuan itu kisaran hutang yang akan diperoleh adalah sebesar US $ 115 juta atau sebesar 1, 55 Triliun ( krus Rp 13. 500, -). Jadi menurut Luhut dengan dana sebesar Rp 818, 17 Miliar maka masih ada 2 keuntungan karena selain iklan gratis juga mendapat kembalian dari modal awal. Padahal kondisi saat ini lagi defisit kok malah mengeluarkan dana yang begitu besar. Memang sungguh tega pemerintah mengorbankan rakyat hanya demi mendapatkan iklan gratis dan kucuran utang baru pemerintah. 

Harus diketahui bahwa hutang lunak yang dikucurkan lMF adalah salah satu alat penjajah barat untuk menanamkan hegomoninya di negeri- negeri lain sehingga dia bisa mengeruk kekayaan alam negeri tersebut. Ingatlah sekarang ini tidak ada yang namanya makan gratis jadi tujuan memberi pinjaman lunak ya ingin mengeksploitasi wilayah tersebut dan mengambilnya. Betapa lemahnya lndonesia di mata IMF dan negara lain.

Itulah akibat dari kebijakan pemerintah yang mengandalkan utang luar negeri untuk membiayai infastruktur pembangunan. Bukan rahasia umum kalau utang negeri ini semakin lama semakin menumpuk dan belum terbayarkan. Imbasnya adalah rakyat yang harus membayar hutang. Pasti pemerintah akan senantiasa membuat program untuk rakyatnya agar bisa membayar dan melunasi utang tersebut. Nasib rakyat sama seperti salah satu istilah sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah Demokrasi yang tidak akan memberikan kesejahteraan dan solusi yang ditawarkan pada manusia juga tambal sulam jadi tak bisa memberi solusi pada masalah yang dihadapi umat.

lslam memandang bahwa penguasa adalah seorang yang harus meriayah ( mengurusi/ mengatur) urusan umatnya di segala bidang dan wajib memberikan perlindungan dan kesejahteraan umatnya. Kesejahteraan umat bisa dilihat dari terpenuhi kebutuhan pokoknya serta dapat dilihat pula dari pembangunan fasilitas umum yang dibutuhkan umat. Oleh karena itu bila lslam diterapkan maka dalam urusan pembangunan tidak mengandalkan utang tetapi untuk pembangunan diambil dari kas negara, yang diperoleh dari pengelolaan kekayaan alam yang dimiliki oleh umum dan hal itu nantinya yang akan dipakai untuk biaya pembangunan. Memang pengelolaan kekayaan alam hanya untuk memenuhi seluruh kebutuhan umat termasuk pembagunan.

Adapun dalam lslam memang tidak melarang adanya utang namun utang itu dijadikan sebagai alternatif terakhir dan hal itu bisa dilakukan tatkala kas negara dalam kondisi kosong karena sebab tertentu. Dan kebolehan berhutang tidak serta merta bebas berhutang kepada siapapun. Negara bisa berhutang kepada masyarakat muslim yang kaya terlebih dahulu. Hal ini dimungkinkan untuk melindungi kekayaan alam agar tetap menjadi milik umat lslam dan untuk menjaga keamanan dari negara agar tidak mengalami intimidasi asing dan campur tangan asing dalam mengurus negara mengatur rakyatnya. 

Nah itulah cara lslam meriayah umatnya dengan tidak memberatkan rakyatnya. Masih memikirkan cara menjaga agar kekayaan alam tidak diambil alih oleh pihak asing. Nah dari sanalah jelas bila lslam diterapkan tentu akan membawa kesejahteraan, kemakmuran dan keamanan umat dan alam semesta. Oleh karena itu harusnya kita kembali kepada lslam dan menerapkan hukum - hukum Allah secara kaffah hingga tercipta lslam Rahmatan Lil Alamin.

Post a Comment

0 Comments