Perempuan Pembawa Perubahan

Oleh: Puji Untary (Ibu Peduli Generasi) - Batutulis Bogor 
  


Kemajuan suatu bangsa tidak terlepas dari peran perempuan.
Perempuan mempunyai pengaruh yang amat besar dalam kancah perpolitikan. Walaupun bukan berarti harus duduk di kursi pemerintahan. 

Sejarah Islam telah menuliskan peran perempuan (muslimah). Ummuna kaum muslimin Siti Khodijah adalah tauladan bagi muslimah. Dia bukan hanya sebagai istri dan ibu saja. Tetapi beliau juga seorang pejuang. Perjalanan hidupnya tak seindah perempuan masa kini. 

Ya Siti Khodijah dengan kesederhanaan dan kelembutan dia serahkan dirinya untuk Allah dan rasulnya. Baju penuh dengan tambalan. Hartanya yang berlimpah telah habis dia berikan dijalan Allah.

Keridhaan dirinya dalam dakwah telah menghantarkan kebangkitan. Merubah peradaban di masanya. Perempuan dulu dianggap hina. Tak ada daya untuk bisa bangkit. Keberadaannya dilecehkan, terhina bahkan dibunuh. Tak ada penghormatan walau dalam kehidupan dibutuhkan. Saat itulah Islam hadir. Membawa ajaran yang baru. Ajaran yang datang dari langit. Dengan aturan yang sempurna. Sehingga perempuan pun terhormat karenanya. Surat An Nisa menjadi saksi. 

Ya Mujahidah Siti Khodijah, namanya tak lengkang oleh waktu. Dikala Rasul dihina dia datang dengan pujian. Dikala Rasul bersedih dia datang untuk menghibur. Dikala Rasul pulang berperang dia berikan perhatian dengan belaian dipangkuan. 

Peran perempuan dalam Islam sangat menarik perhatian. Bukan kesenangan dunia yang dicari. Tapi keridhaan dari ilahi. Memberikan apa saja untuk bisa diberikan dalam perjuangan Islam

Bunda Siti Khodijah menjadi panutan. Tak berkecil hati walau harus menderita. Sangat berbeda jauh keadaannya saat ini. Perempuan sibuk mencari jati diri. Berlomba dalam nikmatnya dunia. Melanggar fitrah yang diberikan oleh Allah. Lupa posisi sebagai istri. Lupa posisi sebagai ibu. Sehingga keadaan menjadi terpuruk. Perempuan dieksploitasi. Kehormatannya telah hilang. Dihinakan oleh kesetaraan tanpa batas.

Sudah seharusnya muslimah belajar dari ummuna Siti Khodijah. Menjadi perempuan yang mulia. Tidak hanya memikirkan kesenangan dunia. Tapi rela berkontribusi dalam kehidupannya dengan aturan Islam. Menjadi istri yang shalihah. Ibu yang baik. Dan juga bisa menjadi bagian bagi kebangkitan Islam. Sehingga dengan cahaya Islam perempuan mampu merubah peradaban.


Wallahu a'lam.









Post a Comment

0 Comments