Pemuda Zaman Now: Harus Bervisi Besar

Oleh Suhaeni, SP., M.Si
(Dosen, Penulis dan Pemerhati Remaja)



PEMUDA adalah tonggak dari sebuah peradaban. Hancurnya pemuda maka hancur pula peradabannya. Sebab pemuda menjadi unsur penting dalam membangun sebuah peradaban. Lalu, pemuda seperti apa yang bisa membangun peradaban yang gemilang? Yup, jawabannya adalah pemuda yag memiliki visi besar. Visinya jauh ke depan, yakni akhirat. Meraih Ridho Alloh semata. 

Visi besar ini memang tidak mudah diwujudkan, apalagi bagi pemuda zaman now. Tapi bukan berarti tidak bisa, kan? Kesenangan duniawi yang disuguhkan di zaman now ini terkadang sering melalaikan dan melenakan para pemuda muslim terhadap visi besarnya. Jelas ini tantangan berat. Teknologi yang semakin canggih tak membuatnya semakin sholih. Mudahnya mengakses informasi tak membuatnya semakin dekat pada Ilahi. Padahal sarana informasi seputar Islam sangat mudah ditemui diberbagai media. 

Ranah sekolah pun mendapatkan dikotomi. Para pemuda disodorkan pada dua pilhan. Jika kamu ingin pintar agama (Islam), maka masuklah ke sekolah yang berbasis Islam atau pesantrenan. Jika kamu ingin sukses dunia, maka masuklah ke sekolah umum. Yah, inilah buah dari sistem sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan) yang diterapkan di negeri ini. 

Padahal, kalau kita flashback lagi, di saat sistem Islam diterapkan 14 abad yang lalu. Banyak sahabat ahli strategi perang, tapi mereka pun hafidz Quran dan hapal hadist. Para ilmuan pun demikian. Bahkan ilmuan-ilmuan Islam sangat berpengaruh pada zamannya hingga saat ini. Misalnya, Ibnu Sina (Avicenna) seorang ahli kedokteran, Ibnu Hayyan ahli di bidang kimia, Al-khawarizmi ahli matematika dan masih banyak lagi ilmuan-ilmuan muslim lain. Yang paling fenomenal, Sultan Muhammad Al-Fatih, seorang pemuda yang berhasil menaklukkan konstantinopel dengan keimanan pada Rabb dan Rasul-Nya. 

Kenapa mereka bisa berhasil menggenggam dunia dan akhirat sekaligus? Yup, karena mereka memiliki visi yang besar. Yakni, hidup hanya untuk meraih keridhoan Alloh semata. 

Sobat, hidup itu harus punya visi, agar kita bergairah dalam menjalaninya. Tapi tentu visi kita bukanlah visi yang recehan. Hanya berakhir pada duniawi semata. Misal, bagi mahasiswi visi besarnya ingin lulus cumlaude, kerja yang gajinya gede, punya suami yang ganteng., rumah besar dan mobil berderet. Sungguh rugi kawan. Apalagi cara mencapainya dengan menghalalkan segala cara. Beuh, rugi dunia akhirat. 

“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan memperdayakan (ghurur).” (QS. Ali Imran: 185)

Bahkan saking kecilnya nilai kehidupan dunia dibandingkan dengan nilai kehidupan akhirat, Alloh SWT melalui Rasul-Nya menyatakan dunia ini sebagai sebuah kehinaan. 

So, kita sebagai pemuda muslim harus memiliki visi besar. Ketika tujuan kita adalah akhirat maka dunia pun didapat. Lalu, bagaiamana cara meraih visi besar itu? Tidak lain dengan tunduk dan patuh terhadap seluruh aturan-Nya. Karena dengan melaksanakan seluruh aturan Alloh, maka Insya Alloh Ridho-Nya akan didapat.

Memang, memegang Islam di jaman now, seperti memegang bara api. Panas, tapi ini yang haq. Ini yang akan menghantarkan kepada Surga-Nya kelak. Insya Alloh. 

Sobat pemuda!
Takwanya seorang pemuda lebih Alloh cintai dibandingkan dengan takwanya orang yang sudah lanjut usia. Alangkah beruntungnya jika masa muda dihiasai dengan ketakwaan kepada Alloh. Alangkah indahnya ketika masa muda sudah menjadikan dakwah sebagai poros hidup. Alangkah mulianya ketika setiap hembusan nafas ini untuk meraih Ridho-Nya semata. Yuk, sobat! Mumpung nyawa masih dikandung badan. Mumpung Alloh masih memberikan nikmat hidup. Raih visi besar kita! Dengan visi besar tersebut, Insya Alloh kita bisa selamat dunia wal akhirat. Islam rahmatan lil alamain pun akan terebar di seluruh penjuru alam. 
Wallohu a’lam bishawab.

Post a Comment

0 Comments