Pejabat Berompi Orange, Cap pencuri.


Oleh : Tari Ummu Hamzah (Pemerhati Remaja dan Anggota Komunitas Menulis di Revowriter)


Kamu pernah tahu ngga guys novel dan film yang judulnya Percy Jackson and The Lightning Thief. Ceritanya Percy ini anak dari dewa Yunani yang nikah sama manusia, jadi ibunya Percy manusia tapi ayahnya seorang dewa. Suatu hari dewa Zeus, dewa tertinggi dalam mitologi Yunani, kehilangan tongkat petirnya. Singkat cerita Percy dan 2 orang temannya harus mencari tongkat petir itu, cuma bingung gimana caranya padahal tongkat itu harus dikembalikan sebelum titik balik matahari musim panas tiba.  

Akhirnya ada seorang teman Percy yang bernama Luke. Luke ini penampilannya emang oke punya guys, kata-katanya bikin Percy  menaruh kepercayaan sama Luke, karena Dimata Percy si Luke ini orangnya emang hebat. Percy dipinjami banyak alat buat menghadapi tantangan saat mencari tongkat petir. Setelah melewati banyak rintangan, akhirnya Percy dan 2 orang temennya berhasil mendapatkan tongkat petir dewa Zeus. Pas mau dibalikin sama yang punya , Luke, mencuri tongkat petirnya, dia ngerasa harus ada imbalan untuk segala bantuan yang dia kasi ke Percy. Percy dihianati sama orang yang sudah dia percaya.

Nah guys ada hikmah yang bisa kita petik dari cerita Percy Jackson, bahwa kita ngga boleh menaruh kepercayaan sama orang yang kita ngga tahu seluk beluknya gimana. Contoh gampangnya gini aja deh, lo semua pernah tahu kan calon peserta pemilu, enath itu caleg kek, calon walikota kek, calon Bupati kek, pasti pas kampanye nyebar janji-janji manis, dihadapan kita yang notabene 'wong cilik' punya segala jurus dan alat buat narik perhatian kita, bahkan kata-katanya bikin kita percaya sama program kerjanya.

Pas udah kepilih apa yang terjadi guys? Eng....ing.... Eng.... Ingkar janji sodara-sodara. Malah yang lebih parah, mereka terjerat kasus korupsi. Mencuri uang negara, padahal kan sebagian besar uang negara juga dari rakyatnya guys.

Kalau udah jadi tersangka korupsi siap-siap deh dipakein rompi Orange sama petugas KPK. KPK sendiri udah menetapkan peraturan kalau ada pejabat yang udah terbukti melakukan tindak korupsi, maka pejabat tersebut kudu wajib pakai rompi berwarna Orange saat dijemput petugas KPK.
Anehnya guys. Saat pelaku korupsi  di Indonesia dijemput paksa petugas KPK, masih bisa senyum dan melambaikan tangan. Padahal koruptor di negara-negara maju kayak Amerika dan Eropa , nggak pernah bisa senyum, saat dijemput petugas pemberantasan korupsi. Seolah mereka mau menghadapi tiang gantungan. Lah koruptor di Indonesia ? Rata-rata masih bisa senyum dan bersikap santai kayak dipantai.

For your information ya guys, rata-rata koruptor di negara-negara maju, hukumannya berat banget guys. Di penjara bisa SMP puluhan tahun. Dendanya banyak. Penjaranya nyeremin. Belum lagi hukuman sosial, kayak dikucilkan. Hukumannya udah gak bisa diganggu gugat guys. Gak ada tawar menawar.

Tapi kalau di Indonesia hukum masih bisa tawar-menawar, kayak beli cabe dipasar. Koruptor yang udah terbukti kejahatannya, cuma dihukum 2 SMP 9 tahun. Bahkan biasanya motif tersangka para koruptor adalah pengen balik modal. Habis kepilih pemilu kan harus balikin modal yang dia pinjem. Gue kasi tahunya guys, jadi caleg, cagub, Cawalikota, calon bupati, semua butuh mahar alias uang biar terpilih.

Nah itulah guys kalau aturan yang buat manusia, bisa diotak-atik kayak motor. Tapi guys sejatinya peraturan yang ngatur hajat hidup orang banyak itu ngga boleh asal-asalan. Ngga boleh dibuat sendiri sama manusia. Karen sejatinya manusia ngga tahu tentang dirinya sendiri. Jadi karena sok tahu tentang hakekat manusia, akibatnya aturan bisa dimainin guys.
Seharusnya aturan itu datangnya dari sang Khaliq. Rabb semesta alam. Allah Swt. Yang menciptakan segala sesuatu. Kalau Allah menciptakan manusia berarti Allah tahu hakekat manusia itu kayak gimana. Allah sendiri sudah menurunkan Al-Qur'an melalui Rasulullah. Tapi karena aturan Allah ngga dipakai sebagai aturan hidup, ya akibatnya kayak kasus korupsi itu tadi guys.
Hanya aturan Islam lah yang mampu mewujudkan suasana keimanan. Menciptakan masyarakat yang memiliki ketinggian kejujuran dan akhlaq. Islam juga akan menjamin minimnya tindak kejahatan. Karena dalam Islam ada yang namanya mencegah dan mengatasi tindak kejahatan. Jadi hanya aturan islamlah yang mampu menjaga dan menyejahterakan ummat muslim.
Wallahu a'lam bishowab

Post a Comment

0 Comments