Pasal Zina Diprotes, Remaja dalam Bahaya

Oleh : Shafayasmin Salsabila



Pusing pala berbiiih! Duuuh.. Makin gak habis pikir aja deh, sob. Gaul bebas di kalangan remaja yang berujung pada seks bebas bikin miris. Banyak anaknya orang yang disulap menjadi berbadan dua. Akhirnya aborsi jadi pilihan. Padahal gak main-main, saat seorang remaja memilih aborsi, nyawanya akan dipertaruhkan.

Karena itulah menjadi angin segar meski hanya sepoi-sepoi, saat muncul usulan perluasan pasal zina dalam draf Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Agar para aktivis zina bisa diperkarakan.

Dalam pasal 483 ayat (1) huruf e RKUHP dinyatakan bahwa laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah melakukan persetubuhan dapat dipidana dengan ancaman penjara paling lama lima tahun.

Namun, bukannya hal tersebut disambut baik dan mendapat dukungan, malah muncul satu aksi protes dari kalangan perempuan dengan memanfaatkan momen March's Women. 


Nah ini dia yang bikin tepok jidat. Perempuan yang sering menjadi korban, ceritanya dibela dengan usulan perluasan pasal zina, loooh justru mereka gak terima.

Aksi tolak RKUHP Pasal Zina diselenggarakan pada Minggu (11/3/2018) pagi di area Car Free Day Simpanglima, Semarang, Jawa Tengah.
Citra Ayu Kurniawati, Asisten Staff Divisi Informasi dan Dokumentasi LRC KJHAM kota Semarang menuturkan bahwa  pasal Zina berpotensi memunculkan tindakan main hakim sendiri di tengah masyarakat. (TribunJateng.com)

Gak cuma itu aja, pasal Zina juga dianggap tidak memberikan perlindungan kepada perempuan korban pelecehan. Dianggap akan menjadi bumerang bagi kaum perempuan dan semakin membungkam suara perempuan korban pelecehan seksual.

Alasan yang menjungkirbalikan kebenaran. Membiaskan batas antara yang benar dan yang batil. Memunculkan kebingungan dan polemik. Propaganda jahat yang berisi pembenaran dengan membunuh kebenaran itu sendiri. 

Sob.. Sebagai orang yang beriman, jelas pegangan kita adalah Alquran dan AsSunnah. Karena keduanya adalah wasiat dari Rosul Saw agar hidup kita tidak tersesat.
Ada banyak dalil yang menerangkan keharaman zina. Baik bagi yang sudah menikah ataupun yang masih single.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk”. [al-Isrâ/17:32]

“Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina”. [al-Furqân/25: 68-69]

Dan pada satu hadits :
'Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri'. [HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani].

Jika hukumnya sudah jelas haram. Maka tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan. Siapapun yang terbukti berzina maka dia telah melakukan dosa besar. Dan baginya sanksi yang tegas berupa cambukan untuk pezina yang belum menikah dan rajam untuk yang sudah menikah.

Sob, pernah gak terlintas dalam benak mengapa anak muda Zaman Now, akrab dengan dunia perzinahan? Remaja putri seakan sudah menanggalkan rasa malunya. Sedang remaja putra seolah pendek angan, tidak memahami arti tanggungjawab. Gak gentle, mau enaknya aja tapi gak mau anaknya. Boro-boro sampai mau punya anak, mendatangi wali saja sudah berat. Duuh, gawat! 

Fenomena di atas, sebenarnya bisa terjadi seiring merebaknya budaya liberal di kalangan remaja. Gaya hidup serba bebas, sekehendak hawa nafsunya. Remaja, khususnya perempuan, sudah lupa dengan jati dirinya. Bahwa ia adalah calon ibu generasi, pemangku peradaban. 

Maka butuh upaya keras, untuk kembali memahamkan kepada generasi muda tentang hakikat hidupnya di dunia. Mendekatkannya kepada ajaran islam. Tentang posisi dirinya sebagai hamba yang semestinya berikap taat, tunduk patuh kepada aturan Allah saja. Jika zina itu haram maka tak akan sedikitpun berani mencicipinya. Karena ada hari, saat seluruh amal dipertanggungjawabkan. 

Karenanya jika syahwat mulai muncul, terbangkitkan bahkan menggila, hanya islamlah obatnya. 
Menundukan pandangan, menjaga aurat tertutup sempurna, larangan ber khalwat (menyepi berdua) dan ikhtilat (campur baur), wajibnya safar lebih dari 24 jam ditemani mahram adalah beberapa resep obat yang hanya tersedia dalam islam. 

Pintu perzinahan akan akan tertutup rapat, dengan ketatnya aturan negara, menindak tegas para pelaku zina dengan sanksi yang membuat jera dan menghapus dosa

Sob, rindukah kita pada satu kondisi penuh keberkahan dan rasa aman dari azab, saat perzinahan enyah dari muka bumi. Semua itu hanya dapat dicapai dengan penerapan islam secara kaffah (sempurna). 

Wallahu a'lam bish-shawab. 


Post a Comment

0 Comments