Nobar Dilan dan Yo Wis Ben ??? No !!!

Oleh : Fathimah Bilqis (Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Remaja)


Hai Sobat muslimah, udah pada tau belum flyer elektronik dari Kemendikbud yang mengajak nonton bareng Film Dilan 1990 dan Yo Wis Ben pada peringatan Hardiknas 2 Mei mendatang ??? Gimana tanggapan kalian dear ? So pasti sobat muslimah udah pada nonton trailer kedua film itu atau malah udah nonton filmnya ??? Oh, No !

Yuk kita kupas satu-per satu dear :
Hukum asal nonton film itu mubah. Tapi yang patut kalian harus tau dear, nonton film itu harus ada hikmah dan manfaat yang bisa diambil. Jangan menggunakan hukum mubah nonton film ini menjadi kebolehan untuk nonton semua film tanpa melihat isi dari film itu.  
Pertama kali nonton trailer film Dilan yang ada di pikiran saya “ngeriiii”. Bagaimana tidak ngeri dari trailernya aja udah keliatan bebas banget pergaulannya. Kayak nggak ada batas-batas pergaulan antara laki-laki dan wanita. Banyak adegan yang tidak pantas ditonton oleh remaja muslim. Udah gitu norma kesopanan sebagai seorang pelajar ditanggalkan. Lalu hikmah apa yang bisa diambil dari nonton film Dilan ??? 
Sedangkan film Yo Wis Ben juga sebelas dua belas sama Film Dilan. Film yang sarat dengan pergaulan bebas bahkan dipenuhi umpatan Jawa Timuran. Layakkah film ini kita tonton dear ??? Masih banyak film bagus dan sarat hikmah karya anak negeri yang bisa ditonton lho. 

Patut diperhatikan pula tempat ketika nonton film tersebut. Dipisah nggak antara laki-laki dan wanitanya. Kalau nggak dipisah segera tinggalkan dear. Misalkan kalian ingin nonton bareng sama sahabat bisa dengan menyewa satu studio bioskop. Sanggup nggak ??? Atau bersabar dengan mendownload film sarat hikmah yang ingin kalian tonton dan bisa deh nonton bareng sama sahabat. 
Heran deh sama Kemendikbud kok bisa-bisanya pada peringatan Hardiknas malah mengajak nonton film yang jauh dari unsur mendidik itu. Remaja saat ini tuh udah dijejali dengan aneka kebebasan yang membuat mereka sangat jauh dari Islam. Lha ini malah dicekoki lagi dengan jamu kebebasan berupa ajakan nonton bareng Film Dilan dan Yo Wis Ben. Gimana nggak tambah rusak itu pergaulan remaja ? Semacam mendapat angin saja itu remaja pemuja hedonisme. Na’udzubillah.

Kalo memang mau ngasih tau “Tuh yang ada di film jangan dicontoh ya ...” nggak kayak gitu juga caranya. Ajaklah para remaja nonton bareng yang ada unsur mendidik atau yang bisa memberikan motivasi hidup, macam Film Negeri Lima Menara dan Laskar Pelangi. Atau Film karya Helvi Tiana Rosa yang sarat hikmah. Jadi ada kerja sama positif antara orang tua dengan institusi pendidikan. Kalau dengan mengajak masyarakat nonton Film Dilan dan Yo Wis Ben kesannya tuh mementahkan usaha keras para orang tua yang udah sekuat tenaga menjaga anak-anaknya dari tontonan yang nggak mendidik. 
Yuk ah dear kita saling mengingatkan dan menasehati supaya kita terjauhkan dari ajakan kenikmatan semu gaya hidup bebas. 

Post a Comment

0 Comments