Monday, April 30, 2018

Narkoba Merajalela, Para Pemuda Menjadi Sasaran



Oleh: Minah, S.Pd.I
(Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban)

Miris! Saat ini, indonesia terancam narkoba. AKBP Suparti kepala BNNK Surabaya mengatakan, bahwa Indonesia darurat narkoba dan yang sedang menjadi fokus incaran Bandar narkoba adalah generasi muda. Selain karena merupakan pasar yang cukup menjanjikan, di sisi lain juga ada upaya untuk menghancurkan Indonesia secara keseluruhan. Sebab, pada tahun 2030 nanti Indonesia akan memasuki masa emas, dimana Indonesia mendapatkan bonus demografi (merupakan kondisi dimana pupulasi usia produktif lebih banyak dari usia nonproduktif). Hasil penelitian Nasional yang dilakukan BNN, diantara 50 orang yang positif menggunakan narkoba, 2 diantaranya meninggal dunia setiap harinya. Dia juga menuturkan bahwa tingkat kesembuhan pengguna narkoba hanya sedikit. Hanya 20% saja walau si pengguna sudah direhabilitasi. Suarasurabaya.net (21/4/2018).

Dari pernyataan tersebut, bahwa generasi terancam narkoba. Narkoba yang merajalela, para pemudanya yang menjadi sasaran. Kata-kata inilah yang tepat untuk menggambarkan kondisi generasi saat ini. generasi terancam, negeri ini pun terancam. Karena ditangan generasilah negeri akan berlangsung. Masalah narkoba, bukan hanya permasalahan negeri, akan tetapi permasalahan kita semua. Kita membutuhkan adanya solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut hingga akarnya bukan solusi tambal sulam.

Remaja adalah generasi penerus bangsa dan bagian penggerak perubahan yang akan melanjutkan masa depan sebuah bangsa. Jika generasi terancam maka masa depan bangsa pun ikut terancam!

Narkoba itu haram dan banyak kerugiannya. Selain menguras uang, narkoba adalah zat yang sangat beracun bagi tubuh.  Banyak efek berbahaya yang terdapat pada narkoba, diantaranya; pengguna narkoba akan menjadi kehilangan kepercayaan diri dan lemah, rusaknya sel-sel syaraf otak, gangguan konsentrasi belajar, penyakit paru-paru, dari yang ringan sampai yang berat, seperti asma, bronkhitis kronis, dan kanker paru-paru, secara berurutan atau sekaligus, akan menyerang tubuh. Tanda-tandanya sering tidak disadari. Dan bahkan  menyebabkan kematian.

Kerugian yang lebih besar adalah ancaman akan hancurnya aset umat yang paling berharga, yakni generasi Islam yang berkualitas. Bagaimanapun juga narkoba telah merampas masa depan dan masa prestasi para pemuda Islam mereka, para pemuda yang seharusnya berada digaris terdepan perjuangan dakwah Islam, terpuruk dalam genggaman narkoba. seandainyapun pulih, kelemahan tubuh mereka mungkin sulit untuk tergantikan kembali. Fungsi otak mereka yang telah teracuni narkoba relatif akan kalah bersaing dengan mereka yang berotak segar. Karena itu, wajar bila muncul prasangka bahwa maraknya narkoba juga mengandung muatan politis. ada dugaan bahwa ini adalah langkah sistematis untuk menghancurkan kekuatan kaum muslimin sejak tingkat usia muda.

SOLUSINYA ?

Narkoba itu apapun jenisnya adalah barang haram. Sabda Rasulullah SAW, “Setiap yang menghilangkan akal itu adalah haram.” (HR. Bukhori Muslim ).

Syekh Ibnu Taimiyah sebagaimana yang dikutip Sayyid Sabiq dalam Fiqh as-Sunnah, menyatakan bahwa  hadits tersebut mencakup segala benda yang merusak akal tanpa membeda-bedakan jenis dan tanpa terikat cara pemakaiannya, baik dimakan, diminum, dihisab, maupun disuntik. Maka, benda-benda yang merusak akal tersebut, termasuk putauw, ekstasi dan sejenisnya dari anggota narkoba jelas terkategori haram. Sebagaimana pedoman Islam, setiap pelaku perbuatan haram akan diganjar dengan hukuman.

Cara mengatasi agar terhindar dari narkoba: Meningkatkan ketakwaan setiap individu masyarakat kepada Allah, Memperluas tsaqofah Islam, Menjadikan kita mampu berpikir cemerlang, Berkumpul dengan teman-teman sholeh dan Peran Negara.

Meningkatkan ketakwaan setiap individu masyarakat kepada Allah. Masyarakat juga harus dipahamkan bahwa mengkonsumsi, mengedarkan bahkan memproduksi narkoba adalah perbuatan haram yang akan mendatangkan murka Allah, yang di akhirat nanti pelakunya akan dimasukkan ke dalam neraka. Ketakwaan setiap individu masyarakat akan menjadi kontrol bagi masing-masing sehingga mereka akan tercegah untuk mengkonsumsi, mengedarkan apalagi membuat narkoba.

Menegakkan sistem hukum pidana Islam. Sistem pidana Islam, selain bernuansa ruhiah karena bersumber dari Allah SWT, juga mengandung hukuman yang berat. Pengguna narkoba dapat dipenjara sampai 15 tahun atau dikenakan denda yang besarnya diserahkan kepada qâdhi (hakim) (al-Maliki, Nizhâm al-‘Uqûbât, hlm. 189). Jika pengguna saja dihukum berat, apalagi yang mengedarkan atau bahkan memproduksinya; mereka bisa dijatuhi hukuman mati sesuai dengan keputusan qâdhi (hakim) karena termasuk dalam bab ta’zîr.

Konsisten dalam penegakan hukum. Setiap orang yang menggunakan narkoba harus dijatuhi hukuman tegas. Orang yang sudah kecanduan harus dihukum berat. Demikian pula semua yang terlibat dalam pembuatan dan peredaran narkoba, termasuk para aparat yang menyeleweng.

Merekrut aparat penegak hukum yang bertakwa. Dengan sistem hukum pidana Islam yang tegas, yang notabene bersumber dari Allah SWT, serta aparat penegak hukum yang bertakwa, hukum tidak akan dijualbelikan. Mafia peradilan—sebagaimana marak terjadi dalam peradilan sekular saat ini—kemungkinan kecil terjadi dalam sistem pidana Islam. Ini karena tatkala menjalankan sistem pidana Islam, aparat penegak hukum yang bertakwa sadar, bahwa mereka sedang menegakkan hukum Allah, yang akan mendatangkan pahala jika mereka amanah dan akan mendatangkan dosa jika mereka menyimpang atau berkhianat.

Semoga generasi muda terhindar dari narkoba, berupaya untuk terus berhati-hati, semakin mendekatkan diri kepada Allah serta tunduk dan taat kepadaNya.

Wallahua’lam

Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!