Narkoba dan Seks bebas

Oleh : Suci Hardiana Idrus



Salah satu topik yang tak henti-hentinya untuk dibahas pada seluruh kalangan. Narkoba dan seks bebas memang tidak pernah lepas dari yang namanya pergaulan remaja sejak dulu hingga sampai saat ini. Dampak yang ditimbulkannya di tengah masyarakat pun semakin memprihatinkan. Kerusakan moral dan akhlak yang menjadi akibat salah satunya. Jika ingin diteliti secara jelas lagi, semua yang terjadi lantas kesalahan siapa? Orang tuanya kah, anak itu sendiri, lingkungan, atau kesalahan sistem yang diterapkan oleh pemerintah pada saat ini? Sungguh, generasi muda kita sedang dilanda permasalahan yang luar biasa.


Narkoba dari dulu sudah menjadi musuh kita bersama. Bentuknya memang kecil, namun dampak buruknya luar biasa besar bagi keberlangsungan hidup. Sangat patut dihargai, berbagai upaya pun telah dilakukan oleh berbagai pihak atau lembaga yang bersangkutan dalam memberantas dan menanggulangi adanya oknum-oknum yang terkait dalam pengedaran narkoba. Berbagai penyuluhan bahkan sampai diadakannya seminar yang bertujuan mengajak masyarakat, khususnya para remaja yang menjadi penerus bangsa dan agama agar tidak terjerumus di dalamnya. Namun pada kenyataannya, yang ada di lapangan justru seakan tak merubah apa pun. Narkoba tetap saja bisa beredar dengan mulus hingga ke tangan-tangan para penggunanya. Di tambah maraknya seks bebas yang terjadi akibat pergaulan yang semakin tak terkendali, seolah-olah sudah menjadi hal biasa di tengah-tengah masyarakat pada umumnya. Narkoba dan seks bebas merupakan buah dari pergaulan remaja karena sistem saat ini tidak mengatur  perihal itu semua. Sistem yang tengah berlaku saat ini mengutamakan kebebasan namun tidak bertanggung jawab atas dampak dari kebebasan tersebut. Semuanya diserahkan kepada individu masing-masing. Beda lagi dengan Islam. Islam adalah sebuah Diin sekaligus menjadi sistem yang mengatur seluruh tatanan kehidupan manusia. Di mana aturannya dibuat langsung oleh sang Pencipta alam semesta, tanpa ada cacat dan kekurangan sebagaimana sistem yang dibuat oleh manusia. 


Kembali lagi, tentu masalah ini menjadi kekhawatiran bagi para orang tua, meski sebahagian ada pula yang merasa acuh tak acuh dengan kondisi yang semakin rusak dan merusakkan, menghancurkan sendi-sendi generasi mulia dan peradaban. Bisa jadi, para orang tua sudah menyiapkan bahkan merancang sedari dini pola pendidikan untuk anak dengan baik dan benar. Mengajari adab dan akhlak, tauhid serta akidah yang lurus yang menjadi bekal setiap anak dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Namun, biasanya proses pendidikan itu hanya terjadi di dalam rumah. Lantas bagaimana dengan kondisi lingkungan yang terkadang mengharuskan seorang anak keluar rumah tanpa diliputi pengawasan orang tua? Yang notabane tata cara pergaulan muda mudi saat ini sangat jauh berbeda dengan pola pendidikan ketika di dalam rumah. Dan sebagai makhluk sosial, tentu kita akan cenderung saling membutuhkan satu sama lain, berkumpul serta berinteraksi bersama. Terlepas baik atau tidak, tergantung dari sistem yang diberlakukan negara di tengah-tengah masyarakat. Semua itu tentu mempengaruhi gaya hidup seseorang. Termasuk permasalahan yang sedang dialami oleh anak muda yang diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang cemerlang. Namun jika tidak, maka yang lahir adalah generasi yang hanya akan menjadi beban bagi individu, masyarakat mau pun negara kemudian hari. Dan pastinya kita tak ingin itu terjadi kepada diri dan anak-anak kita. 


Dengan itu, dibutuhkan kerjasama antara orang tua yang mewakili individu, masyarakat yang mewakili lingkungan serta negara yang menaungi semuanya untuk menghentikan segala bentuk kerusakan akibat tidak diterapkannya Islam sebagai sebuah sistem yang mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk di dalamnya mengatur sistem pergaulan dalam islam yang menjaga kemuliaan dan menjadikan kita mulia di sisi Allah Swt. Sistem yang tengah berjalan saat ini terbukti tidak mampu dan gagal dalam mengemban amanahnya. Dan sebagai generasi muda, mari tumbuhkan kesadaran untuk hidup yang lebih baik dan bermanfaat. Jangan sampai kita menjadi korban selanjutnya akibat dari pergaulan bebas. Pandailah memilih teman, karena teman bisa menjerumuskan kita dalam lembah penyesalan. Belum cukupkah fakta yang selama ini terjadi di sekitar kita? Mari menjaga dan membentengi diri dengan keimanan. Termasuk merubah sistem yang selama ini berlepas diri dari tanggung jawabnya sebagai penjaga umat, berganti dengan sistem Islam yang membawa rahmat bagi seluruhnya.

Post a Comment

0 Comments