Merindukan Generasi Qur'ani

Oleh : Dwi Anggraeni Rahayu, SpdI. ( Praktisi Homeschooling Mandiri )



ANAK adalah anugerah sekaligus aset bagi orang tuanya. Baik di dunia maupun kelak di akhirat. Ketika sebuah pernikahan dibangun atas dasar taqwa dan berharap ridhoNya. Maka harapan selanjutnya adalah dikaruniakannya keturunan pelanjut perjuangan. Yang senantiasa mendoakan, dan menebar kebaikan.

Namun anak juga bisa menjadi mala petaka bagi orang tuanya. Ketika salah niat dan salah didik dalam perjalanannya. Maka kelak ia akan menjadi anak yang justru menyusahkan ibu bapaknya. Niat yang salah akan menjerumuskan mereka. Lupa pada tujuan sebenarnya. Anak adalah amanah yang harus dijaga sepenuh jiwa. Yang kelak harus menjadi hambaNya yang taqwa. Bukan hanya menuruti kesenangan semata dan bergembira ria tanpa makna. 

Pola didik yang jauh dari pada Islam, hanya menjadikan anak — anak haus akan permainan dunia. Tak tahu hakikat hidup. Dari mana, untuk apa dan akan kemana. Kitab suci pedoman hidup pun diabaikannya. 

Dan bahkan banyak dari mereka yang mengaku muslim, tak kenal sama sekali dengan huruf — huruf hijaiyah. Tak paham apa itu sholat, tata caranya serta maksudnya. Lebih kenal dan hafal dengan berbagai macam merk gadget terkini. Miris dan prihatin. Sedemikian jauhkah mereka dari kitab Agung ini. 

Kelak orang tua akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang ditanamkan pada anak — anaknya. Apa yang telah diajarkan pada putra putrinya.

Sebagai seorang muslim, tentu menginginkan kehidupan yang selamat sekaligus bahagia dunia dan akhiratnya. Meyakini hal itu akan didapat ketika menjadikan Al Qur'an sebagai pedoman hidupnya.

Namun hidup di sistem sekuler semacam ini. Tak mudah mewujudkan itu semua. Perlu upaya yang tepat dan doa yang kuat agar anak — anak kita menjadi generasi yang senantiasa terpaut dengan hukumNya.

Mencintai Al Qur'an sepenuh hati. Mulai dari membacanya, mempelajari maknanya, berusaha menghafalkannya, hingga komitmen dalam mengamalkannya. Adalah narasi wajib untuk meraihnya.

Sebagaimana kehidupan Rosulullah SAW, para shohabat, tabiin, tabiat tabiin serta para ulama kita. Al Qur'an menjadi dzikir terbaik mereka. Aktivitas hidup dan ibadahnya senantiasa mencerminkan keagungannya. 

Betapa merindukannya diri ini akan masa itu. Dan berharap terulang kembali di masa kini. Ketika anak terbangun untuk bersimpuh sujud padaNya. Menghabiskan waktu malamnya dengan bertilawah dan menghayatinya. Ketika senantiasa yang terucap adalah syi'ar dakwah kalamNya. Dan hukum yang diterapkan adalah seluruh syari'at yang terkandung didalamnya.

Alangkah merindukannya. Alangkah indahnya. Wahai generasi pertiwi di zaman ini. Bersegeralah engkau persiapkan hati dan diri. Tuk menempati posisi terpuji ini. Generasi Qur'ani yang amat kurindui. Disini, di negeri ini.  

Allahu a'lam

Post a Comment

0 Comments