Menyoal Puisi Ibu Indonesia, Antara Budaya dan Syariat

Oleh : Lita Lestiani
(Aktivis Sosial & Member Revowriter)



Reaksi terus berdatangan dari berbagai kalangan menanggapi heboh puisi berjudul Ibu Indonesia yang isinya membandingkan Islam dengan kebudayaan Indonesia. Hal ini tentu mengusik kaum muslimin. 


Bagaimana mungkin cadar dan konde bahkan kidung dan suara adzan bisa dibandingkan, Padahal dengan logika sesaat pun itu jauh berbeda. Konde misalnya , merupakan bagian dari produk budaya masa lalu yang dipakai kaum wanita untuk menampilkan keindahan dan menonjolkan kecantikan kaum hawa. Sedangkan cadar para muslimah memakainya sebagai bagian dari keimanannya untuk menjaga anugrah kecantikan yang Allah berikan kepadanya. Cadar digunakan sebagai bentuk kehati-hatian kaum hawa untuk menghindari tabarruj ( berlebihan menampakan kecantikannya di depan lelaki yang bukan mahram).



Menyoal masalah budaya, Islam hadir diantaranya untuk menyelamatkan manusia dari produk budaya yang merugikan manusia itu sendiri. contohnya dahulu Pada masa jahiliyyah wanita arab berada dalam posisi yang tertindas , bayi permpuan di kubur hidup-hidup. Perempuan dewasa keluar rumah dengan berdandan untuk menampakan kecantikannya, berlenggak-lenggok untuk memikat para lelaki. Kemudian islam datang untuk memuliakan kaum wanita. Perintah menutup aurat sebagai bagian dari syariat islam untuk kehormatan wanita. Kecantikan dilindungi agar terhindar dari godaan. Kecantikan tidak dieksploitasi agar tidak mengundang hal-hal yang tidak diinginkan. Begitulah luar biasanya Islam menjaga kaum perempuan.

Sebagian kalangan berpendapat bahwa kebudayaan harus dilestarikan. Tetapi untuk kita yang mengaku Allah SWT sebagai Tuhan dan nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya tentu harus bijak menyikapinya.


Dalam salah satu ayat Alqur’an disebutkan :


"Hai orang-orang beriman, masuklah kalian kedalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagi kalian" (QS. Al Baqarah 208).


Imam Ibnu Katsir memaknai ayat tersebut dengan menyatakan bahwa semua orang beriman diperintahkan untuk melaksanakan seluruh cabang iman dan hukum-hukum Islam semaksimal mungkin. Tambahnya lagi ‘Masuklah kalian kedalam syariat agama yang dibawa Muhammad SAW, dan janganlah kalian mengabaikan sedikit pun dari syariat tersebut’ (Tafsirul Qur`anil ‘Azhim, jilid I, hal. 209 – 210). 



Jadi Allah SWT telah mewajibkan kepada siapapun yang beriman agar senantiasa terikat dengan aturan islam dalam segala hal termasuk dalam soal budaya. Budaya walaupun itu merupakan warisan bangsa jika bertentangan dengan ajaran islam tentu harus ditinggalkan. Rosulullah diutus menyelamatkan manusia dan khususnya bangsa arab pada masanya dari kebodohan dan kegelapan menuju cahaya Islam yang menyelamatkan, dimana banyak sekali budaya yang ditinggalkan, para wanita tak lagi mengumbar auratnya, bayi bayi perempuan tak lagi di kubur hidup-hidup dan masih banyak budaya lainnya yang tak lagi dipakai karena bertentangan dengan syariat islam.

Jika kita mengamati kebudayaan lokal di negeri sendiri, tentu banyak sekali yang bertentangan dengan Islam. contohnya masalah konde ini. Kita tentu sudah mengerti bahwa bagi seorang perempuan menutup aurat adalah kewajiban. Seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Dan perintahnya sangat jelas dalilnya sangat pasti karena bersumber langsung dariAlqur’an


“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allâh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [ QS . al-Ahzab:59]


Jadi yang mendasari semua ini adalah bukan kita tidak mencintai budaya negeri sendiri masalahnya adalah apakah budaya tersebut berlandaskan nilai-nilai keislaman atau tidak. Karena jika keluar dari syariat islam maka jelas itu harus di tinggalkan. Yang harus kita selalu yakini adalah Allah SWT menurunkan segala perintah-Nya untuk umat manusia sudah pasti mengandung kemaslahatan dan jika melarangnya maka didalamnya sudah tentu mengandung keburukan. 

Di era perang budaya ditengah masifnya serangan budaya barat yang begitu sulit dibendung budaya lokal juga muncul sebagai perwujudan dari pelestraian budaya negeri. Tetapi bagi seorang muslim harus betul-betul memahami bahwa keimanan dan keteguhan berpegang pada syariat Islam itulah yang harus diutamakan. Karena itulah jalan keselamatan yang akan membawa kemaslahatan tidak hanya dunia tapi sampai akhirat.

Post a Comment

0 Comments