Menunggu dalam Taat Atau dalam Maksiat?

Oleh: Vio Ani Suwarni Karmo


MENDENGAR kata menunggu tidak akan sulit untuk mendefinisikannya, karena setiap orang sudah sangat memahami apa itu menunggu. Bahkan banyak istilah-istilah yang mengesankan seakan-akan menunggu adalah sesuatu yang membosankan, menjengkelkan bahkan merugikan.

Tapi jika menunggu ini didasarkan pada Lillah (karena Allah), maka yakinlah tidak ada rasa menjengkelkan sedikit pun yang ada di dalam benak kita. Setiap aktivitas yang kita lakukan hendaklah selalu ada Lillah di dalamnya. Termasuk dalam hal menunggu, sebanarnya kita menunggu apa ya?

Ini dia jawaban untuk para jomfis (jomblo fiisabilillah), para mblo dan para AP (Aktivis Pacaran). Ketiga type pilihan di atas sedang sama-sama menunggu, yakni menunggu datangnya pujaan hati. Akan tetapi walaupun tujuannya sama, namun cara untuk mendapatkannya berbeda-beda. Disini kita harus melihat cara manakah yang paling baik untuk menunggu sampai dengan mendapatkan sang pujaan hati.

Para jomfis pasti sudah faham, kalau jomblonya mereka bukan karena keaadan yang membuat mereka menjadi jomblo. Tapi sendirinya mereka disini semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah dengan cara selalu taat pada aturan Allah. Karena Allah sudah membuat aturan sedemikian rupa untuk hambanya. Sebagaimana yang ada di dalam panduan kehidupan kita Al-Qur'anul Kariim Surat Al-Isra Ayat 32:

"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk"

Jadi para jomfis udah jelas yah, jangan kan untuk melakukan aktivitas zina (pacaran), mendekatinya saja sudah tidak boleh. Guys ini aturan turun langsung dari Allah SWT. Mana mungkin kita sebagai makhluknya Allah tidak mau mengikuti perintah Allah, sedangkan hanya Allah lah yang tahu mana yang terbaik untuk hambanya.

Oke guys type pilihan yang kedua ini yang disebut sebagai para "mblo". Para mblo pun sama saja sedang menunggu pujaan hatinya. Hanya saja para mblo tidak bersandarkan pada Lillah, para mblo hanya bersandarkan pada keadaan semata saja. Sering penulis mendengar statement "Aku mah da jomblo ge gimana, da ngga ada yang nembak-nembak, iya udah mendingan jomblo aja". Kok jadi jomblonya karena ngga ada yang nembak-nembak ya. Iya sendirinya itu sudah betul, tapi akan lebih sempurna lagi jika mblo nya itu karena Lillah.

Pilihan terakhir ini adalah pilihan yang paling dibenci oleh Allah. Karena dengan jelas membantah aturan Allah. Biasanya kalau orang yang membantah aturan Allah tersesat loh. Kan serem ya kalau tersesat. Mending kalau tersesatnya dalam kebaikan, ini mah tersesatnya dalam kemaksiatan. Nah udah pada kepo kan pilihan ketiga ini apa, apa lagi kalau bukan AP (Aktivis Pacaran). AP pun sama saja, sama-sama mencari pujaan hatinya. Akan tetapi caranya salah. Para aktivis pacaran kerap kali terjebak dalam aktivitas pacaran yang jelas-jelas Allah murkai.

Tidak ada keuntungan sedikit pun yang kita peroleh dari pacaran. Tapi kenapa para aktivis pacaran terkesan happy happy aja tuh menjalani aktivitas yang penuh dengan kubangan kemaksiatan tersebut. Tentu saja bahagia, tapi ingat ya guys bahagia yang mereka dapatkan, hanyalah kebahagiaan yang semu.

"Sesungguhnya jika engkau bersenang-senang dalam kemaksiatan. Kesenangan yang kau dapatkan hanya sesaat. Dan kerugian yang kau dapatkan sangatlah banyak"

Oke guys, penulis yakin kalian adalah pemilih yang cerdas. Kalau mau jadi pemilih yang cerdas, pilihlah type yang membuat anda dekat dengan Allah, bukan membuat anda jauh dari Allah. So, mau menunggunya dengan ketaatan ataukah dengan kemaksiatan.

Wallahu A'lam Bishawab

Post a Comment

0 Comments