Menjadi Manusia Pejuang




Oleh : Dewi Astrini


Lagi, ia mencoba bangkit dari tempatnya. Keringat mulai membasahi dahinya, namun lelahnya dia elakkan. Ketika telah mampu berdiri dengan baik, dia mencoba melangkahkan kakinya, berjalan dua tiga langkah, kembali ia terjatuh. Tak mampu ia imbangi tubuhnya.

Sama sekali tidak ada kegetiran apalagi duka setiap  kali ia terjatuh. Raut wajahnya merona bahagia, tertawa bahagia hingga giginya yang masih bisa dihitung jari terlihat. Sesekali bertepuk tangan ketika berhasil menapakkan kakinya beberapa langkah.

Ia mendekat pada sebuah piring yang berisi makanan lengkap dengan sendoknya. Dengan jemari kecilnya, diraih sendok, lalu di sendoknya beberapa bulir nasi kemudian ia masukkan ke dalam mulutnya. Tak semua yang ia sendok bisa bersantap karena harus terjatuh ketika disuapkan ke mulut. Terlihat kaku, namun ia menolak untuk disuapi oleh bunda.
***

Semenjak kecil, Allah telah mendidik kita untuk menjadi pribadi pejuang. Ketika kecil, tak ada yang mampu kita lakukan. Lalu kita dibiarkan untuk berusaha dengan kuat untuk bisa tengkurap, merangkak, berjalan, melompat dan berlari. Semua itu tentu tidak akan bisa kita lakukan jika kita tidak berusaha tanpa lelah. Selain itu, Dia mengilhami setiap anak untuk tidak trauma terhadap kegagalan. Bisa dibayangkan jika semenjak kecil kita sudah bisa merasakan trauma, pastilah hanya sedikit atau bahkan tidak ada manusia yang mampu berjalan. Ketika terjatuh tidak akan mencoba untuk bangkit lagi karena takut terjatuh untuk kedua kalinya.

Manusia bisa terlahir ke dunia bahkan karena ada sosok yang rela berjuang mempertaruhkan nyawa untuk kehidupan kita, dialah ibu. Coba bayangkan jika tak ada wanita yang mau berjuang melawan rasa sakit untuk kelahiran anaknya.

"Dokter, biarkan saja anak saya mati yang penting saya tidak merasakan sakit."
Manusia akan punah jika hal itu terjadi. Bahkan seorang ibu yang melahirkan dengan cara sesar pun merasakan sakit pasca operasi.

Dalam kehidupan, nyaris semua yang kita dapatkan atau fasilitas yang kita gunakan lahir dari sebuah perjuangan. Makanan yang kita santap saja terdapat begitu banyak perjuangan untuk bisa terhidang di meja. Kerja keras petani untuk untuk menanam, memelihara, memanen, hingga menjual. Oleh pedagang, di angkut lalu di jual kembali. Untuk proses penjualan ini pun menguras banyak energi. lihatlah bagaimana pedagang di pasar dalam menjual barang dagangan mereka. Untuk sampai ke tangan ibu kita pun butuh perjuangan, ibu membeli dengan rupiah yang di dapat oleh ayah dengan bekerja setiap hari. Setelah itu, dimasak dengan berbagai tingkat kesulitan yang berbeda. Alat yang digunakan memasak tentu tidak begitu saja hadir di rumah kita. Ada yang membuat kompor, tabung gas, garam, gula, piring, sendok gelas dan yang lainnya tentu butuh perjuangan untuk memproduksinya.

Olehnya itu, jangan pernah lelah untuk berjuang mendapatkan yang terbaik, karena mustahil akan mendapatkan hasil maksimal jika usahanya tidak maksimal pula. Berjuang untuk menyelesaikan pendidikan dengan belajar yang rajin untuk para pelajar. Berjuang untuk mendapatkan rezeki yang berkah untuk orang tua. Berjuang untuk sembuh bagi mereka yang sakit.
Tentu bukan berjuang namanya jika tidak mengerahkan semua potensi yang dimiliki karena berjuang itu identik dengan usaha dan kerja keras dengan segala yang kita miliki, yaitu tenaga, uang, hati dan pikiran.

Di tengah perjalanan, sulitnya medan yang di hadapi membuat semangat juang menjadi kendor. Lantas apa yang bisa dilakukan untuk mengencangkan kembali ikatan tersebut?
Yang pertama, senantiasa berdoa kepada Yang Maha Pengasih agar dikaruniakan selalu semangat juang yang tak pernah pudar. Tentu tak dapat dielakkan bahwa doa adalah senjata terkuat bagi seorang hamba. Tiada daya dan upaya selain dari-Nya.

Yang kedua, memahami bahwa perjuangan untuk mendapatkan sebuah hasil yang maksimal adalah sebuah keniscayaan. Tak ada sukses tanpa perjuangan panjang.
Yang ketiga, sesekali menengoklah kebelakang. Lihat bagaimana sebuah hasil yang indah dikecap. Apabila kita telah berjumpa dengan hasil yang kita idamkan, maka seberapapun berat perjuangan yang dihadapi, semua lelah pada saat berjuang akan lenyap.

Yang keempat, seringlah membaca histori orang-orang yang sukses. Kisah hidup yang penuh perjuangan akan merembeskan semangat di hati. Bahwa, orang yang terkenal dengan kesuksesannya adalah mereka yang memiliki semangat juang yang tinggi. Tak kenal mundur dengan apa yang ia cita-citakan.
Semoga kita bisa menjadi manusia-manusia pejuang.


Post a Comment

0 Comments