Menjadi “As Shiddiq” Masa Kini

Oleh : Dwi Anggraeni Rahayu, Spd.I



Bulan rojab baru saja meninggalkan kita untuk tahun ini. Bulan mulia dengan banyak pilihan amal yang bisa kita laksanakan. Termasuk diantaranya dengan memperbanyak puasa dan juga istighfar. Meskipun telah berlalu, semangatnya tak boleh lesu. Harus senantiasa dipacu. Apalagi bulan Romadhon tiba sebentar lagi. Masyaallah rasanya sungguh istimewa sekali. Disuguhi berbagai ladang amal sholih untuk kita amali. Kesempatan untuk terus memperbaiki diri. Kini dan nanti, tak ingin berhenti.

Kembali pada bulan rojab. Ada beberapa peristiwa penting yang perlu kita teladani. Ambil pelajaran darinya. Baik untuk diri pribadi, maupun untuk kebaikan dan kebangkitan kaum muslimin di penjuru bumi.

1. Isra Miraj (27 Rajab)

Pada tanggal 27 Rojab Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan yang dikenal dengan Isra Miraj, dimana nabi Muhammad diperjalankan berangkat dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis Palestina dalam satu malam. Tentu peristiwa ini sudah banyak dikenal dan diperingati kaum muslimin di berbagai penjuru dunia. Pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa ini salah satunya keistimewaan akan kepribadian shohabat Abu Bakar ra. Dari peritiwa Isra Miraj yang dialami Rosulullah, banyak orang yang ada penyakit dalam hatinya( baca: munafik) tidak percaya dan mengingkari kebenarannya. “ Mana mungkin hanya dalam satu malam Rosulullah bisa melakukan perjalanan yang luar biasa itu, ah mustahil, berhayal, omong kosong, utopi, mimpi!”. Gambaran ucapan dan pandangan mereka kala itu.

Lain halnya dengan Abu Bakar, ia adalah orang pertama yang membenarkan kebenaran peristiwa itu. Meskipun kebanyakan orang mengingkarinya. Abu Bakar kekeh menjadi orang pertama yang percaya penuh. Karena yang menyampaikan adalah Rosulullah SAW. 

Sebuah bisharoh(berita) yang keluar dari lisan yang terjaga. Hingga dari keyakinan dan sikapnya itu, Abu Bakar memperoleh gelar As Shidiq, artinya yang membenarkan. Membenarkan apa yang di sampaikan Rosulullah. Meskipun terasa mustahil. Tidak bisa diterima akal sehat. Ia yakin sepenuhnya. Tanpa ada keraguan sedikit pun dalam hatinya.

2. Runtuhnya sistem khilafah (28 Rojab)

28 Rijab 1432H atau tepatnya pada 03 Maret 1924M. Mustafa Kemal at-Taturk, keturunan Yahudi dari suku Dunamah, agen Inggris. Telah menghapuskan sistem pemerintahan Islam yakni sistem Khilafah, yang kemudian diganti dengan sistem Republik. Saat itulah, petaka, bencana, dan musibah menimpa kaum muslimin. Aturan syariat Islam dicampakkan, dan diganti dengan aturan yang berpijak pada ideologi Kapitalisme Sekuler. 

Umat Islam yang dulunya satu tubuh, berada dalam satu wilayah kekuasaan pemerintahan, kini telah terpecah menjadi negeri kecil sekitar 57-an negara. Penderitaan terus bergulir tiada henti. Ibarat anak ayam kehilangan induknya. Tak ada pelindung. Tak ada pengayom.

Sebagaimana bisa kita saksikan sekarang. Tanah palestina terus terjajah oleh Israel Yahudi. Wanita dan anak Suriah menjerit karena kelaparan dan hujan rudal. Muslim Rohingnya dibantai dan diusir. Kekayaan alam negeri kita terus dikuras. Islamopobia di barat terus mengintai umat. Belum lagi penderitaan di Kashmir, Afrika, Patani, Srilanka, Afghanistan dan negeri-negeri muslim lainnya. Inlah fakta ketika kaum muslimin tidak memiliki pemimpin(kholifah) yang mempersatukan umat. Sehingga melauinya lah, atas izin Allah segala bentuk penderitaan kaum muslimin bisa berakhir. 

Sebagimana bisharoh Rosulullah bahwa kelak akan muncul kembali. kekhilafahan ala minhaji nubuwwah. Akan kembali Khilafah yang menikuti manhaj kenabian(HR Ahmad).

Sepatutnya kita meneladai kepribadian Abu bakar, yang senantiasa membenarkan lisan Rosulullah. Yakni mempercayai akan tegaknya Khilafah dan sekaligus memperjuangkannya. Di tengah-tengah kebanyakan manusia mengingarinya dan bahkan mengkriminalkan pejuangnya. Karena ia adalah janji Allah. Kabar gembira dari Rosulullah.

Mari menjadi orang yang senantiasa membenarkan ucapan Rosululloh.hingga kita dapati diri ini. Layak menjadi As Shiddiq masa kini. 

Allahu aalam.

Post a Comment

0 Comments