Mengelola Pangan Keluarga

Oleh : Kholda Najiyah 


Urusan perut bukan masalah sepele. Justru pandangan tentang perut ini, menjadi asas manusia dalam melaksanakan aktivitas. Bayangkan, manusia sibuk bekerja siang malam, porsi terbesarnya untuk kebutuhan pangan. Sebab, rasa lapar tidak boleh diabaikan. Hajatun udhowiyah ini wajib dipenuhi dengan mengonsumsi makanan bergizi. 
.
Motivasi pemenuhan hajatun udhowiyah ini, mendorong manusia berkreasi menghadirkan aneka jenis olahan pangan. Tak hanya mengenyangkan perut, juga memuaskan lidah. Maka tak heran di era zaman now industri kuliner justru berkembang pesat. Bahkan, chef naik kelas menjadi profesi bergengsi dari sekadar tukang masak. Sebuah pekerjaan yang dahulu identik dengan berkotor-kotor di dapur, kini dicita-citakan banyak generasi muda. Lantas, bagaimana sebuah rumah tangga mampu mengelola kebutuhan pangan bagi keluarganya? Berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan:
1. Cukupkan anggaran pangan
.
Pemenuhan hajatun udhowiyah itu wajib, maka harus disiapkan anggaran khusus. Jangan merasa bersalah jika belanja terbesar untuk alokasi makanan. Jangan pula belanja pangan dikalahkan oleh kebutuhan sekunder yang justru tidak wajib. Misal, kalau untuk beli khimar terasa murah-murah saja. Sementara untuk membeli buah atau susu, jadi terasa mahal. Ketika anak meminta kudapan, tidak diadakan. Giliran beli aksesoris diada-adakan. Jangan sampai ini terjadi.
.
2. Stok pangan yang aman
.
Sediakan makanan yang terjamin keamanannya. Utamakan produk alami. Jika tak sempat membuat, bisa memesan. Saat ini banyak suplaier bahan makanan alami, meski harganya lebih mahal. Termasuk produk-produk olahan instan, sudah banyak yang mengklaim sehat, tidak menggunakan bahan pengawet dan tidak memakai penyedap. Walaupun, jika pengawet dan penyedapnya di batas ambang aman, tidak mengapa. Jadi, jika menggunakan bahan instan, pastikan aman, higienis, halal dan thoyib.
.
3. Menyediakan variasi makanan
.
Jenis-jenis makanan banyak sekali. Agar tidak bosan, harus memilih banyak variasi. Terutama anak-anak, ajarkan agar doyan berbagai jenis olahan makanan. Hal ini agar anak tidak ketergantungan pada jenis makanan tertentu saja. Sehingga, dalam kondisi apapun anak tetap mampu memenuhi asupan pangan yang dibutuhkan tubuhnya. Tidak pilih-pilih, sehingga yang tidak terpilih bisa jadi malah terbuang. Kelak, anak-anak akan hidup jauh dari orangtua. Boleh jadi merantau di tempat yang berbeda budaya makanannya. Harus bisa menyesuaikan.
.
4. Mengelola nafsu makan
.
Baik orangtua maupun anak-anak, harus lebih bijak mengelola nafsu makan. Kendali itu, termasuk makan tepat pada waktunya. Bukan pada jam makan, tetapi saat perut lapar, harus segera dipenuhi. Penundaan pemenuhan akan membawa efek buruk. Boleh jadi saking kelaparan, terlalu bernafsu sehingga makan berlebihan.
.
Selain itu, makan karena butuh, bukan sekadar pengin. Kebutuhan tubuh harus terpenuhi seimbang. Baik karbohidrat, protein, mineral, vitamin, dll. Berhenti makan sebelum kekenyangan. Gunakan piring atau mangkok kecil, supaya porsi makan terkendali. Termasuk ketika menyuapi anak-anak, jangan sampai selalu sisa sehingga perut ibu pun jadi “tong sampah” untuk membersihkannya. 
.
Kendali juga bisa dilakukan dengan puasa sunah. Selain mengikuti ajaran Nabi, juga membantu menciptakan ketahanan pangan. Bukan maksud berhemat, tetapi berlatih mengendalikan nafsu makan yang tiada habisnya sepanjang usia.(*)  

#tipskeluarga
#pangankeluarga
#mediaumat

Post a Comment

0 Comments