Mendambakan Pemimpin yang Amanah

Oleh: Prie_Any(Owner Rumah Baca Zaza Jombang)



Hey shobat muslim, menjadi pemimpin yang amanah memang tidak mudah lho. Apalagi di jaman now. Karena pemimpin yang amanah lahir ketaqwaan individu pemimpin dan sistem politik yang shahih. 

Yuk..coba kita lihat fakta pemimpin hari ini. Silahkan dech dipikirkan dan dinilai kepemimpinannya. Uppss...dulu saat kampanye berjanji sampai berbusa-busa,kalau jadi nanti akan menyejahterakan rakyat,namun setelah jadi? Wahh..wah...diam-diam harga BBM naik. Kalau BBM naik, ya harga barang-barang yang lain ikut naik. 
Lanjut lagi nih..Janjinya gak akan menumpuk hutang, setelah jadi? Malah numpuk hutang negara. Ayo pikir, apa ini pemimpin yang amanah?

Shobat muslim, menjadi pemimpin itu tugas yang mulia lho. So, pemimpin yang amanah akan menjalankam tugasnya dengan sebaik mungkin. Tentu tidak akan diam jika tugasnya belum tertunaikan. Betul kan.? Pemimpin akan bertanggungjawab terhadapat tugasnya dan sangat takut jika di akhirat nanti akan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Allah Swt.

Demokrasi Menguasai Pemimpin

Namun, apalah daya pemimpin saat ini dikuasai sistem. Iya, demokrasi sebagai sistem pemerintahan tentunya mempengaruhi pemimpin lho. Pikir ya.. dalam demokrasi, pemimpin bertugas untuk menjalankan aturan yang dibuat oleh rakyat. Rakyat mewakilkan kepada anggota parlemen untuk membuat peraturan kehidupan(Undang-Undang). So, hak yang menetapkan hukum itu manusia, bukan Pencipta manusia. 

Plis dech,ketika manusia dibiarkan membuat aturan bagi kehidupannya, maka yang terjadi adalah kerusakan. Kok bisa? Karena kemampuan manusia itu terbatas sob. Emang bisa manusia mengatur detak jantungnya sendiri? Gak bisa kan. Apalagi ingin membuat aturan kehidupan bernegara. Pasti dech aturannya disesuaikan dengan kepentingan. Yang pingin punya tambang emas, buat aturan agar tambang emas bisa jadi miliknya. Yang pingin minyak bumi, buat aturan yang dia bisa menguasai minyak bumi. Dan ini sudah terjadi lho, di negeri kita. Tambang emas di Papua dimiliki asing, kilang-kilang minyak juga dikuasai asing. Ini lho demokrasi, kalau ada yang protes,lho asing kok bisa menguasai sich?lha memang aturan dari legislatif memperbolehkan asing menguasai kok. Demokrasi sarat dengan kepentingan penjajah. Betul kan?

Disisi lain sob, asas demokrasi itu sekuler. Apa itu? memisahkan antara agama dengan kehidupan. Sekuler ini menjadikan sosok pemimpin jauh dari agamanya. Ia menerapkan aturan Allah Swt hanya sebatas pada ibadah ritualnya, sedangkan dalam kehidupannya menggunakan aturan yang dibuat parlemen,bukan aturan Allah Swt. Waduh...STMJ donk. Sholat Terus Maksiat Jalan. He he he. So, gak heran dech,ketika sudah jadi pemimpin lupa dengan janji-janjinya. 

Berharap pada Sistem Politik Islam

Sobat muslim, tidak ada tempat kembali terbaik dech, kecuali kembali kepada aturan Allah Swt. Kenapa?karena manusia harusnya sadar posisi dirinya sebagai makhluk tentu akan patuh pada Al Khaliq(Penciptanya).

Sob, Allah Swt memberi manusia petunjuk Alquran dan Rasulullah. Kalau kita buka petunjuk ya. Islam itu punya sistem politik yang mampu melahirkan pemimpin amanah. Betul apa betul?

Sob, politik dalam Islam itu mulia lho. politik didefinisikan mengurusi urusan umat dengan aturan (syariat) Allah Swt. Dan aktifitas politik terbaik telah dicontohkan oleh baginda Rasulullah Saw dan para sahabatnya

Yuk, kita bisa menyusuri bukti kehebatan politik Islam dalam Sirah Nabawiyah dan Tarikh Khulafa' (Sejarah Khilafah-Khilafah). 

Salah satu contoh adalah pemimpin Syam Abu Ubaidah bin Jarrah. Salah satu sahabat Nabi yang dijamin masuk Surga. Wihhhh.

Pada tahun 636 Masehi. Abu Ubaidah ditunjuk menjadi pemimpin di Syam. Dia begitu amanah menjalankan tugasnya. Sosok sahabat yang tidak diragukan lagi ketaqwaannya dan hebatnya sistem politik Islam di masa kekhilafahan Umar bin Khaththab berhasil menjadikan warga Syam sejahtera.

Suatu hari Khalifah Umar mengunjugi Syam.
"Dimana saudaraku?"Tanya Khalifah Umar
" Siapa?"
"Abu Ubaidah"
Lalu, Abu Ubaidah datang. Dia menjabat tangan dan merangkul Khalifah Umar.
"Dimana engkau tinggal? Aku ingin kesana," Kata Khalifah Umar
Kemudian, diajaknya Khalifah Umar ke rumahnya. 

Sesampainya di rumah Abu Ubaidah, betapa terkejutnya umar ketika melihat rumah yang sangat sederhana. Rumahnya kosong,tidak ada apa-apa disana, kecuali sebilah pedang, perisai, dan pelana kuda. Abu Ubaidah biasa tidur beralas kulit lapisan pelana kudanya dan buntalan baju sebagai bantalnya.
"Dimana barang-barang lainnya?" Tanya Khalifah Umar
"Ini saja sudah cukup bagiku," Jawab Abu Ubaidah.

Luar biasa sob. Ini lho contoh pemimpin amanah yang kita impikan. Bukan pemimpin yang menumpuk kekayaan untuk diri dan keluarganya. Bukan pemimpin yang haus akan kepemimpinan tapi tidak mampu memberikan kesejahteraan bagi warganya.


Post a Comment

0 Comments