Mata Angin Perjuangan, Semilir atau Badai? Tentukan!

Oleh : Shafayasmin Salsabila 



Hidup adalah perjuangan. Sepakat. Berikutnya berpikir tentang arah perjuangan dan objeknya. Dan Rosul Saw adalah uswah terbaik. Padanyalah kita belajar hakikat perjuangan.

Jika perjuangan hanya sebatas pada tataran personal, maka kaji kembali arti kehadiran kita di dunia ini.

Sesungguhnya perjuangan sejati adalah perjuangan diatas kalimat TAUHID. Bagaimana agar Allah menjadi satu-satunya yang disembah, diikuti dan ditaati.

Hak Allah untuk diibadahi menuntut hamba untuk berhukum hanya kepada aturanNya saja. Dan aturan Allah itu syamilan wa kamilan. Meliputi seluruh sendi kehidupan.

Contoh kasus : Pengharaman Khamr. Tak ada lagi ruang untuk perdebatan. Talik ulur ataupun kompromi. Timbangannya bukan sebanyak apa negara mendapatkan keuntungan dari bisnis minol ini, tapi ridho atau tidak nya Allah terhadap perkara ini. Jelas dan lugas.

Takaran hak dan batil terang benderang, tidak ambigu. Tidak berlaku lagi standar ganda. Atau retorika basi tentang kebebasan.

Maka perjuangan ini akan menemui benturan-benturan. Reaksi dari pihak yang tak ingin eksistensi dijatuhkan. Perang antara hak dan batil ini berlangsung sejak awal manusia diciptakan. Sejak Qabil memutuskan untuk membunuh Habil. Atau sejak Nabi Adam memutuskan untuk memakan buah yang dilarang. Atau bahkan sejak Iblis menolak untuk bersujud kepada Nabi Adam.

Dan endingnya telah dikabarkan dalam Alquran, Firman Tuhan Pemilik Semesta Alam. Bahwa kemenangan akan kembali pada Islam. Kebatilan akan pudar berganti dengan cahaya kebenaran.

Maka bukan hal yang sulit untuk diterima oleh logika. Saat nyaring suara manusia mukhlis men-syiarkan kembalinya sistem Islam. Berjuang demi tegaknya Pemerintahan Islam. Memperjuangkan sesuatu yang ujungnya adalah kemenangan, siapa yang tidak tergiur dan tergerak untuk bersegera berada di dalam barisan yang teratur itu?

Kesempatan emas bagi mata yang awas. Maka berbahagialah meski ombak menghempas karang. Meski halangan dan rintangan sepakat menghadang.

Kita berdiri di penghujung petang. Menyongsong fajar Kemenangan. Teruskan berjuang. Bukan semata masalah personal, namun lebih kepada ghirah untuk membangkitkan umat dari keterpurukan dan kemerosotan parah yang luar biasa.

#KhilafahAjaranIslam
#ReturnTheKhilafah
#GerakanFbUntukDakwah
#Revowriter5

Post a Comment

0 Comments