Masa Indahmu, Kontribusi Terbaikmu




Oleh Ummu Naflah
Penulis Bela Islam, Member di Akademi Menulis Kreatif


Sobat muda, masa remaja adalah masa yang paling indah. Masa-masa penuh energi untuk mengukir prestasi. Masa-masa penting untuk membentuk jati diri. Masa-masa yang pasti tak akan kembali.

Maka rugilah kita hanya bersenang diri, terlena untuk ihwal tak berfaedah. Lalai untuk mempersiapkan diri mencari bekal untuk akhirat kelak. Sibuk ria mempercantik diri. Di sisi lain sibuk menaikan gengsi diri. Sekali lagi sobat, masamu tak akan kembali. Waktumu tak akan kembali lagi.

Benarlah apa yang dikatakan oleh Imam Asy-Syafi'i rahimahullaahu ta'ala : "Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang akan menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan."

Sobat, jangan sampai masamu terus berjalan, sementara amalmu masih berantakan. Karena tak kau sibukkan untuk mencari kebenaran. Justru sebaliknya masamu yang menyibukkanmu dalam perkara yang sia-sia bahkan jatuh pada kebathilan.

Hari-hari berlalu begitu begitu cepat, jangan sampai masa yang kita jalani memotong dan menebas kehidupan kita. Berlarut-larut dalam perkara dunia fana, lalai pada perintah Sang Pecipta. Membawa kita pada penyesalan.

Masa kita merupakan nikmat dari Sang Pecipta. Salah satu di antara dua kenikmatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada manusia. Tapi sayangnya, banyak dari kita melupakan dan terlena dengannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Ada dua kenikmatan yang banyak dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang” (Muttafaqun ‘alaih).

Sobat muda, kau adalah dambaan dan harapan umat ini. Ujung tombak dari perjuangan ini. Maka berikanlah kontribusi terbaikmu untuk Islam dan umatnya. Isilah masamu dengan banyak kebaikan dan prestasi. Jangan kau sia-siakan masamu untuk hal yang tak berfaedah apalagi untuk keburukan.

Jadilah engkau agen-agen berubahan, yang menerbar kebaikan Islam di tengah umat manusia. Bercerminlah pada generasi muda para sahabat. Lihatlah bagaimana Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu dengan penuh keberanian menjadi pengganti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam di atas ranjang. Meringkuk dalam ancaman humusan pedang kafir Quraisy.

Semangatnya mencari ilmu di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pun tak ada tandingan. Hingga beliau dijuluki pintu ilmu pengetahuan. Rujukan para sahabat bertanya dan mencari jalan keluar sejak baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam wafat.

Sobat, contohlah pula bagaimana Mush’ab bin Umair radhiyallahu’anhu menghabiskan waktunya. Tak henti-hentinya beliau dakwahkan Islam yang membawa rahmat pada penduduk Madinah  Sehingga aturan Islam tegak dan diterapkan di atas tanah Madinah. Semua itu tak terlepas dari kontribusi Mush’ab bin Umair radhiyallahu’anhu menghabiskan masanya untuk berdakwah menyeru kebaikan Islam.

Wahai sobat muda, masamu dan masa Ali dan Mush’ab sama-sama berjalan cepat dan tak mungkin diulang. Bedanya Ali dan Mush’ab telah mempersembahkan masanya semata-mata untuk Allah Ta’ala. Sementara dirimu apa yang telah kau persembahkan untuk Allah Ta’ala, Rabb yang telah menciptakanmu? Sudahkah kau kontribusikan masamu untuk Islam?.

Wallahu’alam bishshawwab.

Post a Comment

0 Comments