Makanan Halal dan Thayyib Harapan Umat

Oleh: Mira Sutami H ( Pemerhati Sosial dan Generasi- Tulungagung)




Heboh ditemukannya ikan kalengan jenis makarel mengandung cacing Anisakis Sp di Pekan Baru. Hal tersebut membut rakyat panik, khawatir, serta was - was. Kejadian tersebut mendapat tanggapan dari BPOM untuk menarik beberapa jenis ikan kalengan tersebut. Dan berusaha untuk menganalisa beberapa sampel dari produk makanan yang sejenis untuk diusut dengan tuntas.

Badan POM mengakui 27 merek ikan makarel mengandung cacing. Merek tersebut didominasi ikan makarel yang impor dari Cina. Awalnya kami menemukan 3 merek ikan makarel mengandung cacing , lalu kami kembangkan dimana dari 66 merek ikan makarel kalengan dengan 541 sampel ikan, 27 merek positif mengandung cacing , 16 merek impor dan 11 merek dari dalam negeri. Ujar Penny Lukito ketua BPOM RI dalam temu Media di gedung BPOM RI Jakarta Rabu, 28 Maret 2018 .( MediaDakwah. Com)

Bahkan menurut BPOM bahwa di beberapa swalayan ditemukan makanan bernomor registrasi palsu dan makanan yang berlabel halal MUI palsu. Makanan - makanan tersebut kebanyakan berasal dari makanan yang diimpor dari Cina. Berarti para produsen telah melakukan kebohongan dalam muamalah. Karen ternyata produk yang ditemukan banyak yang tidak halal dan thayyib.

ltulah contoh dari penerapan Sistem Demokrasi Kapitalis. Pengusaha bebas untuk mencari keuntungan sebesar - besarnya dan tak lagi mengindahkan nasib konsumen. Karena memang kebebasan dari seseorang diagung - agungkan dalam sistem ini. Namun tatkala seseorang mengespresikan kebebasannya maka kebebasan orang lain yang terusik dan dilangarnya. Salah satunya adalah kasus cacing yang terkandung diikan kalengan yang membahayaka konsumen ini.

Adapun bahaya atau dampak yang ditimbulkan dari makanan yang mengandung cacing ini adalah apabila dikonsumsi mengakibatkan reaksi elergi ( hipersensitifitas ) pada orang yang sensitif kalau cacing dalam kondisi telah mati , tapi kalau masih hidup maka akan berdampak pada kesehatan. Ungkap ketua Balai POM Kepri Yosef Dwi lrawan Kamis 22/ 3/2918 ( BatamPos. com.id )

Sungguh mengenaskan penduduk lndonesia mayoritas muslim namun untuk mendapatkan makanan halal dan thayyib saja susah. 
Seharusnya masyarakat bisa menikmati dan mendapatkan jaminan untuk mengkonsumsi makanan atau bahan makanan yang halal dan thayyib. Karena sesungguhnya seorang muslim harus makan makanan yang halal dan thayyib seperti firman Allah:

وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖ وَّ اتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْۤ اَنْـتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ
   
"Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 88)


Karena sesungguhnya seorang muslim ketika memakan makanan yang haram maka menghalangi terkabulnya doa seorang hamba. Bila memakan makanan yang haram termasuk dosa bagi seorang muslim. Jadi tidak hanya makanan yang enak dan sehat semata yang harus dikonsumsi oleh muslim tapi harus halal dan juga thayyib.

Kelalai dari pemeritah terhadap perlindungan apa yang dikonsumsi oleh masyarakat terbukti dari pernyataan dari menteri kesehatan Nila F Moeloek beliau menyatakan bahwa cacing mengandung proten yang tinggi sehingga jika terdapat dalam makanan semisal dalam ikan sarden atau makarel cacing akan mati pada saat proses pemasakan. Padahal jelas- jelas itu jenis cacing yang terdapat dalam ikan makarel tersebut adalah parasit yang membahayakan bagi yang mengkonsumsi. Hal itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak mau dikritik dan disalahkan atas beredarnya makanan yang membahayakan bagi rakyat. 

Pemerintah juga tidak memperketat peredaran barang yang masuk dan keluar dari negeri ini ditambah lagi dengan tidak ketatnya pengawasan dipelabuhan tempat barang tersebut berlabuh sebelum beredar pada masyarakat. Sehingga wajarlah bila sering terjadi penyelundupan barang ilegal termasuk makanan yang berlabel halal palsu dan no registrasi palsu. Padahal rakyat hanya menginginkan tansparansi terhadap barang yang dikonsumsinya apakah halal dan thayyib atau tidak sehingga mereka tidak was- was terhadap apa yang dikonsumsinya. Padahal hal itu adalah permintaan wajar dari rakyat kepada penguasanya.

Namun sepertinya hal itu sulit untuk dipenuhi oleh pemerintah yang menerapkan Sistem Kapitalis karena pemerintah lebih memperhitungkan untung dan rugi dalam memandang sesuatu. Wajar bila dia lebih berpihak kepada pemilik modal dan mengorbankan kepentingan dan tanggung jawabnya untuk melindungi hak rakyatnya. Hal tersebut terbukti dari beberapa kali ditemukan makanan berlabel halal namun ternyata mengandung DNA babi. Belum lagi peredaran makanan- makanan yang berbahan berbahaya semacam pengawet, pewarna pakaian, formalin, borak dan lain sebagainya yang membahayakan kesehatan masyarakat. 

Selain itu juga lemahnya sanksi yang diberikan kepada pelanggar hukum termasuk dimana pengusaha nakal yang memproduksi barang atau makanan yang haram dan tidak thayyib yaitu penjara atau denda. Namun sanksi itu tak membuat jera. Setelah keluar maka dia akan beroperasi lagi. Nah itulah salah satu yang membuat maraknya makanan haram dan tidak thayyib beredar di masyarakat.

Sebenarnya yang bisa memberikan solusi dan jaminan keamanan pada umatnya hanya lslam. Karena pemerintah yang menerapkan lslam berusahan sekuat tenaga untuk meriayah umatnya dan melindungi hak- haknya. Termasuk di dalamnya adalah jaminan pada umat terutama kaum muslimin untuk memakan makanan yang halal. Karena setiap saat qadhi hisbah akan berkeliling untuk mengawasi perdagangan.Sehingga dapat diketahui mana orang yang jujur berdagang dan mana yang tidak, serta dapat mengetahui makanan yang beredar halal dan thayyib atau tidak serta mengawasi barang yang masuk dari luar apakah berbahaya atau tidak untuk umat.  

Umat non muslim untuk urusan makanan diserahkan pada mereka sendiri namun peredarannya tidak boleh keluar dari komunitas mereka. Ketika ada yang melanggar perjanjian muamalah maka akan dihukumi saat itu juga dengan hukuman ta'zir sesuai kesalahan yang dilakukan. Sanksi yang dijatuhkan tentu saja bisa membawa efek jera bagi para pelakunya dan dapat mencegah yang lain untuk berbuat hal yang serupa. Semua dilakukan agar umat tidak merasa cemas dan was - was terhadap apa yang dikonsumsinya. Seingga makanan masyarakat benar- benar terjamin kehalalannya dan kethayyibannya. Itulah satu gambaran bahwa lslamlah yang mampu menyelesaikan semua problem kehidupan manusia

Post a Comment

0 Comments