Mahkota Mutiara Kemuliaan

Oleh: Farhah Aafiyah (Member Back To Muslim Identity) 



Setiap manusia pasti suka dengan perhiasan, apalagi kaum hawa. Perhiasan biasanya terbuat dari emas, perak, berlian dan batu permata lainnya. Banyak alasan bagi manusia untuk memiliki perhiasan walaupun harganya selangit, diantaranya adalah digunakan untuk investasi, asesori, dan untuk menaikkan status sosial di masyarakat yang hidup di zaman yang penuh dengan gaya hidup hedonis. 

Fenomena semacam ini bisa kita lihat pada para Sosialita, Artis dan Selebritis, baik lokal maupun internasional yang gaya hidup mereka ditiru oleh masyarakat kebanyakan. 

Sebagai seorang muslim tentu kita tidak terlena dengan perhiasa yang sebatas dunia karena ada perhiasan yang lebih baik dijanjikan Allah bagi seorang muslim penghafal Kitab Al-Quran.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنَّ الْقُرْآنَ يَلْقَى صَاحِبَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِينَ يَنْشَقُّ عَنْهُ قَبْرُهُ كَالرَّجُلِ الشَّاحِبِ

"Dan Sesungguhnya Al Quran akan menemui pemiliknya pada hari kiamat saat kuburnya terbelah seperti orang kurus." 

‎فَيَقُولُ لَهُ هَلْ تَعْرِفُنِي فَيَقُولُ مَا أَعْرِفُكَ

"ia berkata: Apa kau mengenaliku?; Pemilik Al Quran menjawab: Aku tidak mengenalimu,"

فَيَقُولُ لَهُ هَلْ تَعْرِفُنِي فَيَقُولُ مَا أَعْرِفُكَ

"ia berkata: Apa kau mengenaliku?; Pemilik Al Quran menjawab: Aku tidak mengenalimu."

فَيَقُولُ أَنَا صَاحِبُكَ الْقُرْآنُ الَّذِي أَظْمَأْتُكَ فِي الْهَوَاجِرِ وَأَسْهَرْتُ لَيْلَكَ وَإِنَّ كُلَّ تَاجِرٍ مِنْ وَرَاءِ تِجَارَتِهِ وَإِنَّكَ الْيَوْمَ مِنْ وَرَاءِ كُلِّ تِجَارَةٍ

"Ia berkata: Aku adalah temanmu, Al Quran yang membuatmu haus ditengah hari dan membuatmu bergadang dimalam hari, setiap pedagang berada dibelakang dagangannya dan engkau hari ini berada dibelakang daganganmu."

فَيُعْطَى الْمُلْكَ بِيَمِينِهِ وَالْخُلْدَ بِشِمَالِهِ وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ وَيُكْسَى وَالِدَاهُ حُلَّتَيْنِ لَا يُقَوَّمُ لَهُمَا أَهْلُ الدُّنْيَا

"Kemudian ia diberi kerajaan di tangan kanannya dan keabadian di tangan kirinya, di kepalanya dikenakan mutiara kemuliaan dan kedua orang tuanya dikenakan dua hiasan yang tidak bisa dinilai oleh penduduk dunia.

فَيَقُولَانِ بِمَ كُسِينَا هَذِهِ

 lalu keduanya berkata: Kenapa aku dikenakan perhiasan ini?

فَيُقَالُ بِأَخْذِ وَلَدِكُمَا الْقُرْآنَ

Dikatakan pada keduanya: Karena anak kalian berdua mempelajari Al Quran.

ثُمَّ يُقَالُ لَهُ اقْرَأْ وَاصْعَدْ فِي دَرَجَةِ الْجَنَّةِ وَغُرَفِهَا فَهُوَ فِي صُعُودٍ مَا دَامَ يَقْرَأُ هَذًّا كَانَ أَوْ تَرْتِيلًا

Kemudian dikatakan padanya: Bacalah dan naiklah ke tingkat surga dan kamar-kamarnya. Ia senantiasa naik selama ia membaca dengan cepat atau dengan tartil.(HR. Ahmad; dikatakan Syaikh Ahmad Syaakir; Didalamnya terdapat Basyir bin Al Muhajir dan Ibnu Ma’in mentsiqatkannya, dan ia merupakan perawi imam muslim. hadits ini dihasankan oleh Imam Ibnu Katsir)

Berdasarkan dalil di atas sudah seharusnya bagi seorang muslim kita menjadikan hafalan Al-Quran kita sebagai harta berharga yang menemani kita saat berjumpa dengan Rabbul A'lamin.

Wallahu A'lam bisshawab

Post a Comment

0 Comments