Lanjutkan Belajar Al-Qur'annya ya, Wahai Kartini Muda!

Oleh : Fatimah (Muslimah Peduli Generasi)



SIAPA yang tak kenal Ibu Kartini? 
Dari TK kita meng-harum-kan namnya. Indonesia bangga punya Ibu Kartin. Sosok wanita binangkit.

Jika kagum maka kenalilah! Ternyata Ibu Kartini belajar Al-Qur'an. Kita mengenal buku Ibunda Kartini "Habis gelap terbitlah terang". Itu kalimah Al-Quran "Minadzulumaati ilannuur" (QS Al baqoroh: 257). Hebat sekali bukan? Dari sisi itu saya bangga. Dorongan ruh Al-Qur'anlah yang menjadikan Ibu Kartini bangkit. Bangkit melawan perbudakan penjajah.

Hanya Islamlah yang mengangkat harkat dan martabat wanita. Dari hanya sekedar objek pemuas syahwat di zaman Jahiliyyah, menjadi sosok yang agung dan dihormati. Rosulullah Saw bersabda : " Aljannatu tahta aqdamil ummahaat". "Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu". Wow, surga. Kalau bicara surga pastinya bicara taqwa. Iya kan? So, berarti Ibu harus solehah dan bertakwa pada Allah Swt dan mendidik anandanya utuk sama-sama mengimani Allah dan bertakwa pula.

Tidak hanya itu Rosulullah Saw menjelaskan rangkaian kemuliaan dalam rumah tangga dalam hal ini posisi ibu. Mulai dari melayani suami, hamil, melahirkan, menyusui, memasak untuk keluarga serta bertakwa pada Allah maka semua pintu surga terbuka untuknya. Karena pahala-pahala yang diberikan berjuta kebaikan.

Tak ada kesia-siaan dari ciptaan Allah Swt yang bernama wanita ini. Tanpa wanita manusia takan beranak pinak sampai kita nih.

Andai saja Ibu Kartini khatam (tamat/sempurna) mempelajari Al-Qur'annya, mungkin beliau bisa menyampaikan pada wanita-wanita setelahnya akan kemuliaan wanita dalam Islam. 

Seorang istri tak melulu diajarkan binangkit mencari uang tambahan. Atau malah jadi tulang punggung. Namun Kartini akan mengatakan pada dunia tentang kemuliaan wanita dalam Islam. Dan menasihati para laki-laki bertanggungjawab atas kodratnya. 

Islam tidak membatasi wanita hanya dirumah saja. Namun seyogyanya wanita membereskan tanggungjawabnya sebagai istri dan ibu yang mendidik putra putrinya. Baru hal mubah yakni pengembangan potensi bisa dipegang. Boleh dia bekerja, berdagang, menjadi guru dan pekerjaan yang lain yang nyaman bagi wanita. Namun ingat kewajiban rumah tangga jangan sampai dilalaikan. Itu baru Kartini yang hebat. 


Tuntutlah ilmu setinggi langit. Tapi inggatlah kaki senantiasa berpijak di bumi. Manusia tidak ditakdirkan terbang. Begitulah Allah Swt ciptakan. Laki-laki dan Wanita itu berbeda. Dengan kodrat yang berbeda. Laki-laki bisa mulia. Wanita pun bisa mulia. Mulianya jika mau berjalan sesuai aturan agama Islam. Kemuliaan itu ada dalam ilmu. Ilmu yang terkandung di dalam Al-Qur'an dan Assunnah.  

"Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya".(Asy syams :9-10)


So Kartini Muda? Lanjutkan tholabul 'ilminya, lanjutkan belajar Al-Quran and Sunnahnya........❤

Post a Comment

0 Comments