Kepribadian Islam (Bagian 1)

Oleh: AaZ AisyAl



SETIAP orang memiliki keunikkannya masing-masing. Baik dalam tampilan fisiknya, tingkah lakunya sampai pada cara berfikirnya. Keunikkan ini pastinya adalah anugerah dari A─╣LOH swt sang maha pencipta. keunikkan fisik seseorang ada yang asli bawaan dan ada pula yang dibuat-buat. Keunikkan bawaan itulah anugerah yang wajib kita syukuri sebagai wujud iman kita karena ALLOH swt memang maha luar biasa. Keunikkan yang dibuat-buat pun kini semakin merebak, keinginan setiap orang untuk tampil beda membuatnya sering lupa pada batasan kewajaran. Pembeda yang diinginkan orang kini banyak yang melakukannya dengan tato, atau bahkan operasi pada tubuhnya agar memiliki perbedaan dengan keumuman yang menurut mereka lebih baik dari yang lainnya. Entah karena alasan seni ataupun keindahan yang mampu menyilap setiap mata.


Bagian lagi yang memiliki keunikkan pada setiap orang selain keunikkan fisik adalah keunikkan pada tingkah lakunya. Tingkah laku setiap orang tentulah sangat beraneka ragam. Dalam setiap menghadapi persoalan dalam kehidupan inilah peerbedaan tingkah laku ini akan sangat terlihat pada diri setiap orang yang berbeda-beda. Tingkah laku setiap orang dalam pembentukkannya seiring pertumbuhan tubuhnya akan membentuk sebuah pola sikap tertentu. Pola sikap ini tentunya dilandaskan pada sebuah landasan yang khas yang dibenarkan oleh orang tersebut. Landasan inilah faktor dominan yang akan mewarnai dan menentukan corak pola aikap seseorang dalam kehidupannya. Landasan pola sikap ini ada banyak, misal aqidah islam, sekulerisme, atau cabang-cabang dari sekulerisme seperti kapitalisme, materialisme, liberalisme, dan isme-isme yang lain. Jadi landasan inilah yang menjadi penentu kebenaran pola sikap seseorang dalam kehidupannya. 


Jika seseorang melandaskan pola sikapnya pada aqidah islam maka pola sikap yang terbentuk pada orang tersebut adalah pola sikap islam yang membuatnya bertingkah laku sesuai dengan tuntunan syariat islam. Lain halnya jika seseorang melandaskan pola sikapnya pada landasan selain aqidah islam seperti yang tersebut diatas, maka pola sikap yang terbentuk pada orang itu adalah pola sikap yang tidak islami, itu artinya tingkah lakunya tidak didasarkan pada tuntunan syariat islam. Satu bagian lagi dari keunikan setiap orang adalah terletak pada cara berfikirnya. Sama halnya dengan pembentukan pola sikap, cara berfikir seseorang pun akan membentuk sebuah pola pikir tertentu seiring dengan maklumat atau informasi yang dia terima selama proses kehidupannya. 



Pembentukan pola pikir ini pun sama seperti pembentukan pola sikap, maksudnya adalah landasan yang digunakan seseorang untuk berfikir adalah hal yang akan menentukan corak pada pola pikirnya. Jika aqidah islam yang menjadi landasan berfikir seseorang, maka orang itu akan memiliki pola pikir yang islami yang membuatnya akan menentukan keputusan hukum tentang sesuatu baik benda maupun perbuatan sesuai dengan tuntunan syariat islam. 


Dan begitu pula sebaliknya. Jika bukan aqidah islam yang menjadi dasar berfikirnya, maka pola pikirnya tidak islami karena syariat islam tidak dijadikan dasar penentuan hukum oleh orang tersebut.

InsyaALLOH berlanjut..

Post a Comment

0 Comments