Kartini untuk Pendidikan Generasi Bangsa tak Sekedar Kebaya

Oleh dr. Erwina Mei Astuti, SpA
Praktisi Kesehatan Anak dan Anggota Komunitas revowriter Jombang

Banyak instansi, kantor ataupun sekolah yang tampil beda. Tanggalkan seragam, ganti berkebaya. Jika tidak, pakaian adat daerah yang digunakan. Ada gawe apa? Yup betul sob, tiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Hhhmmm... tapi heran juga ya, kenapa pakaiannya saja yang beda, iya ga sob. Memang sih, Ibu RA Kartini dari Jawa, terus dulu bajunya kebaya. Namun beliau dijadikan Pahlawan Nasional bukan karena bajunya. Melainkan karena perjuangannya untuk perempuan Indonesia.

Kartini memperjuangkan pendidikan bagi kaumnya yaitu para wanita. Seperti yang dicurahkannya dalam suratnya kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1901: Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak wanita, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak wanita itu menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan alam (sunatullah) sendiri ke dalam tangannya : menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama. Nah Loh, Kartini saja pengen kaumnya maju pendidikannya sebagai bekal mendidik generasi bangsa. Bagaimana denganmu sob?

Jaman Kartini dulu wanita sulit mengakses sekolah demi mengenyam pendidikan. Beruntunglah Kartini yang bangsawan sehingga mampu mengecap pendidikan. Tradisi dipingit menambah sedikitnya wanita bersekolah saat itu. Karenanya mengecap pendidikan merupakan suatu hal yang patut disyukuri.

Dalam Islam betapa pentingnya pendidikan hingga Rasulullah saw meluangkan satu hari khusus untuk mengajarkan para wanita sebagaimana diriwayatkan Dari Abu Said Al Khudriy radhiyallahu anhu, ia mengatakan bahwa ada seorang wanita menghadap Nabi shallallahu alaihi wa sallam seraya berkata, Wahai Rasulullah, kaum laki-laki telah memborong waktumu. Oleh karenanya peruntukkanlah untuk kami sebuah waktu khusus yang engkau tetapkan sendiri. Pada waktu itu kami akan mendatangimu lalu engkau ajarkan kepada kami ilmu yang telah Allah ajarkan kepadamu". Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam lantas bersabda, Berkumpullah kalian pada hari ini dan ini di tempat ini". Kaum wanita pun berkumpul, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam lalu mendatangi mereka dan mengajari mereka ilmu yang telah Allah ajarkan kepada beliau shallallahu alaihi wa sallam. (HR. Bukhari dan Muslim)

Begitulah sob, khususnya buat kamu-kamu yang wanita agar tak sekedar sibuk berkonde dan kebaya. Namun penting bagimu untuk menambah ilmu agama. Bukan semata demi eksistensi diri. Akan tetapi di tangan para wanitalah pendidikan generasi bangsa menjadi acuan. Yuk sobat bersemangat terus menjadi wanita yang berilmu hingga terlahir generasi handal dari bangsa ini. Bukan sekolah tinggi demi emansipasi dan eksistensi. Itulah semangat ibu Kartini. Wallahua'lam bisshowab.

Post a Comment

0 Comments