Jurus Menangkis Ala Penguasa

Oleh : Muro’ah (Aktivis Akademi Menulis Kreatif)
 


Ketika rakyat mengadu bukan karena ia tak mandiri, bukan karena ia mencari-cari kesalahan. Semata karena ia meletakkan percaya pada mereka yang dipilihnya, pada mereka yang awalnya berjanji mengulurkan tangan untuk mengurusnya. Lantas ketika kepercayaan itu diabaikan, menjadi sebuah kodekah bahwa janji itu hanyalah palsu.



Bukan sekali tapi berkali-kali, rakyat diberi jawaban menyakitkan. Saat harga beras melonjak, rakyat diminta makan singkong. Cabe mahal disuruh nanam sendiri. Harga daging tak terkendali, rakyat malah diminta makan keong sawah. Terkini, ketika rakyat gelisah akibat berita viral adanya cacing parasit dalam makanan kaleng, mereka hanya bilang bahwa cacing itu protein, dimasak juga akan mati. 


“cacing itu sebenarnya isinya protein”. Begitu ujar bu menteri saat ditemui sebelum rapat kerja bersama komisi IX DPR, senayan jakarta, kamis. (29/3).


“Kalau lingkungannya cocok di perut kita dia akan berkembang biak, misalnya begitu. Tapi kalau tidak sesuai, ya tentu dia akan mati juga”. Tambahnya lagi.
Duh, bapak-ibu seandainya tak terburu celoteh alangkah lebih bijaknya. Bukankah seharusnya segera menyelidiki perusahaan-perusahaan terkait, lalu memblacklist perusahaan tersebut dan melarangya melakukan impor. Jurus menangkis, sangat tak layak dipertontonkan kepada publik. Hanya menambah persepsi bahwa pelayanan dan pengurusan rakyat tak benar-benar serius dilakukan



Bagaimanapun cacing (parasit) yang masuk ke dalam makanan menjadi indikasi makanan tersebut tak layak konsumsi. Sementara agama kita tak hanya mengajarkan makanan yang halal tapi juga thayyib juga tidak menjijikkan. Cacing itu meski tidak haram namun ia menjijikkan (khabaa-its)

(وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الخَبَائِثَ( الأعراف 157


Dan Dia mengharamkan bagi mereka segala yang khabaa-ist.



Sungguh rakyat butuh keamanan pangan. Siapa yang bisa menjaminnya? Tentu mereka (pemimpin) yang bertanggung jawab pada rakyat. Berat! Ya, tapi begitulah tugas pemimpin. 



Karenanya Allah telah mempersiapkan balasan yang besar bagi mereka yang mampu menjalankan kepemimpinan dengan baik.Rasulullah SAW bersabda, “Ada tujuh golongan yang Allah akan lindungi dalam naungan-Nya pada hari tidak ada perlindungan kecuali dari-Nya. Dan diantaranya adalah imam yang adil.” (HR Bukhari Muslim)


Sebaliknya, Rasulullah SAW menyatakan bahwa kepemimpinan bisa jadi penyesalan di hari kiamat. Beliau berkata kepada Abu Dzar terkait kepemimpinan, 


“Sesungguhnya (kepemimpinan)itu adalah amanah. Pada hari kiamat ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi mereka yang menunaikan amanah tersebut sesuai haknya dan menjalankan kewajibannya.” (HR Muslim)


Post a Comment

0 Comments