Jokowi atau Umar?

Oleh: Irah Wati Murni, S.Pd



BELAKANGAN ini mencuat perkataan Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Bidang Kemaritiman, Rokhmin Dahuri, yang mengatakan Joko Widodo atau Jokowi merupakan sosok yang mirip Umar bin Khattab. Sontak hal tersebut menjadi viral di berbagai media massa, bahkan ada yang sengaja membuat meme-nya.Rokhmin Dahuri menilai jokowi memiliki kesamaan dengan Umar dalam mendekati rakyat, 



“Leadership style Jokowi ke mana saja salaman enggak ada protokoler, beliau kayak Umar bin Khattab dan datang ke sana-ke mari, gitu, ya,” ucapnya. (Tempo, Ahad, 8/4/18).



Sementara itu, mengutip teropongsenayan, Senin (9/4/18), Rokhmin Dahuri menyebut, gaya kepemimpinan Jokowi yang kayak Umar itu memberi pengaruh positif. Kini, rakyat pun sudah jatuh hati pada Jokowi. "Jadi karena itu kalau kami ikuti, mind dan heart-nya, pikiran dan hatinya jatuh kepada Pak Jokowi," ucap Rokhmin.


Menanggapi berita di atas, tentu kita harus bijak menilainya dari berbagai macam sisi. Bukan asal comot opini tanpa melihat fakta yang hakiki. Lantas, benarkah gaya kepemimpinan Jokowi mirip dengan Umar bin Khattab?


Mari kita telaah pelan-pelan kemudian lihat realitas yang ada. Benarkah Jokowi mirip Umar?



Pertama, Umar sangat takut dengan jabatan yang dimilikinya. Bahkan setelah dibaiat oleh Abu Bakar menjadi khalifah kedua, yang diucapkan Umar bukanlah rasa syukur tapi ucapan seolah-olan baru mendapat musibah. Sebab, Umar beranggapan menjadi khalifah ialah ujian yang sangat besar bagi dirinya. Ia sangat takut posisi ‘Khalifah’ yang ia pegang. Sebab, hal itu adalah amanah yang akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT. Namun, benarkah pemimpin hari ini seperti Umar yang takut akan jabatan?


Kedua, Umar sangat takut terjerumus dosa, sehingga saat dia menjadi pemimpin pun Umar tidak pernah sekalipun mengambil keuntungan dari harta rakyatnya atau kalau sekarang bisa disebut APBN. Ia tidak pernah mengambil harta baik untuk dirinya sendiri maupun keluarganya. Sebaliknya, Umar dan keluarganya hidup dengan sangat zuhud, sehingga tidak tertarik dengan kemewahan, kenikmatan dan segala bentuk pujian manusia yang mudah kagum dengan harta benda. Benarkah kehidupan pemimpin saat ini sama seperti Umar?


Ketiga, Umar adalah sosok pemimpin yang tegas, bahkan sebelum Umar diangkat menjadi Khalifah Umar dikenal dengan sebutan Al Faruq (pembeda). Artinya Umar sangat tegas membedakan yang benar dan bathil. Jika memang itu benar, maka ia tegas akan membela, jika salah ia pun tegas untuk meluruskan. Benarkah ketegasan pemimpin saat ini sama seperti Umar?


Keempat, Umar adalah pemimpin yang siap mendengar kritik. Umar sangat senang jika ada orang yang meluruskannya atau mengkritik sikap dia yang dianggap diluar batas. Bahkan saking siap untuk mendengarkan kritik dari oranglain, Umar selalu berkata,


“Orang yang paling aku sukai adalah yang menunjukkan kesalahanku.


”Namun, bagaimana dengan pemimpin saat ini? Bukankah jika ada kritikan yang tidak sesuai dengan keinginannya, maka rakyat tersebut langsung dibungkam? Benarkan pemimpin saat ini sama seperti Umar?


Kelima, terjun langsung mengatasi masalah rakyatnya atau blusukan. Umar sangat takut jika rakyatnya belum sejahtera. Umar juga sangat takut jika bawahannya ada yang berbuat dzalim dan aniaya. Maka, Umar terjun melakukan blusukan saat malam hari,  bukan siang hari apalagi hanya sekedar dilihat orang. Ya, Umar blusukan dalam keadaan sunyi senyap, tidak ada orang yang melihat, tidak ada pencintraan yang terkuak. Benarkah pemimpin saat ini melakukan blusukan sama seperti Umar?


Dari pemaparan di atas, tentu kita tidak boleh menyimpulkan seseorang mirip seseorang hanya dilihat dari sisi yang kecil saja. Jelas Khalifah Umar sangat luarbiasa dalam memimpin rakyatnya. Ia menjadi pemimpin didasari dengan sebuah keimanan. Sehingga, aktivitas politik apapun yang dilakukannya tidak terlepas dari hukum Allah, halal ataukah haram.Umar takut, apa yang dilakukannya saat menjadi pemimpin telah mendzalimi rakyatnya. Umar takut rakyat dan bawahannya bermaksiat kepada Allah. Sehingga ia selalu memantau kondisi rakyatnya, bukan hanya masalah sosial tapi masalah agama dan keimanan rakyatnya. Yang terpenting Khalifah Umar menjadi pemimpin itu berada dalam sistem islam, sehingga Umar memiliki kewajiban bukan hanya mensejahterahkan seluruh rakyatnya tapi juga menerapkan aturan islam yang kaafah.


Lantas, benarkah gaya kepemimpinan Jokowi mirip dengan Umar? []

Post a Comment

0 Comments