Hijab & Jilbab Tanda Ketaatan Bukan Sekedar Tuntutan

Oleh: Vio Ani Suwarni Karmo

Banyak pertanyaan yang muncul ketika kita membahas hijab dan jilbab (gamis). Pertanyaan yang paling sering kita dengarpun adalah "Kenapa seorang muslimah harus memakai hijab dan jilbab?" dan sejumlah pertanyaan yang lainnya yang sering muncul di benak kita, ternyata banyak jawaban yang membuat hati jleb juga ya, lebih jleb lagi ternyata yang jawabnya itu adik-adik shalihah yang sedang tholabul ilmi di berbagai pondok pesantren.


*Kenapa harus memakai hijab dan jilbab?*

Ini dia kata-kata yang super duper membuat hati terjleb  and tersayat-sayat karena jawaban yang keluar dari lisannya. 

"Karena itu perintah Allah, Allah itu tuhan kita, Allah itu yang menciptakan langit dan bumi" 

"Karena saya ingin menyelamatkan abi dari api neraka"

"Untuk menutup aurat dan mematuhi perintah Allah"

"Untuk menyelamatkan kita dari dunia dan juga akhirat"

"Karena kalau seorang laki-laki melihat sehelai rambut kita, sama saja kita memasukkan orang tua kita ke dalam api neraka"

"Supaya amalan yang kita lakukan diterima oleh Allah"

"Alasan saya memakai hijab dan jilbab, karena itu adalah ciri-ciri wanita shalihah"

Jawaban-jawaban tersebut menggambarkan betapa mulianya seorang muslimah yang berhijab dan berjilbab. Bukan karena manfaat yang bisa diperoleh seorang muslimah ketika berhijab dan berjilbab, tapi lebih dari pada itu. Ternyata berhijab dan berjilbab pure perintah Allah SWT pemilik alam semesta, Rabb yang sudah memberikan kita segala macam kemudahan dalam hidup kita. Mana mungkin perintah yang mulia ini kita acuhkan begitu saja. Perintah yang mulia ini tidak hanya membawa kita pada keselamatan dunia saja, akan tetapi keselamatan akhirat pun In Syaa Allah akan kita peroleh tentunya. Jika kita melaksanakan perintah Rabb kita dengan keikhlasan dan semata-mata hanya mengharap ridhaNya saja.

Allah pun sudah menuliskan perintahnya yang mulia ini pada panduan kehidupan kita, yakni Al-Quranul Kariim pada surat An-Nur ayat 31 yang berbunyi:
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra meraka, atau putra-putra suami meraka,  atau saudara-saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan meraka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung".

Semakin jelaslah perintah Allah yang mulia ini, bahwasannya berhijab (berkerudung) bukan hanya karana ada manfaat di dalamnya, bukan karena tuntutan pekerjaan, bukan karena sekarang langi ngetren and trendy, bukan karena zaman now kerudung sedang naik daun, bukan karena tuntuan orang tua dan keluarga, dan sejumlah alasan lain yang membuat kita berhijab. Tapi, ternyata alasannya lebih dari pada itu, berhijab adalah perintah Allah, berhijab adalah aturan Allah, berhijab adalah kewajiban untuk setiap muslimah

Setelah membahas hijab, tak lengkap rasanya jika tidak membahas jilbab (gamis). Kalau di Indonesia terbiasa menyebut pakaian yang cantik ini dengan sebutan "gamis". Tapi, kalau kita telaah lebih dalam, ternyata di dalam Al-Quran tertuliskan jilbab atau jalabiibihinna. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Ahzab ayat 59 yang berbunyi: 

"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh meraka". Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Makna jilbab di dalam surat Al-Ahzab ayat 59 ini adalah pakaian yang longgar yang menyerupai lorong yang tidak terputus dan bahannya pun tidak transpaaran yang menutupi seluruh tubuh muslimah. Pasti kesannya kok ribet banget ya, kita merasa ribet karena kita belum action saja kok. Jika jilbab adalah perintah Allah maka tidak ada kata "tapi" untuk membantahnya. Layaknya hijab yang bukan karena memakainya terdapat manfaat di dalamnya, maka jilbab (gamis) pun sama. Kita memakainya bukan semata-mata manfaatnya, akan tetapi karena jilbab adalah perintah Allah SWT, Rabb kita, Tuhan alam semesta, Tuhan yang menciptkan kita dan seluruh alam semesta. So, berhijab dan berjilbab bukanlah sebuah keterpaksaan, akan tetapi sebuah ketaatan kita kepada Sang pencipta alam, Allah SWT. Hijab dan jilbab tanda ketaatan seorang muslimah kepada Allah SWT.

Post a Comment

0 Comments