Hati-Hati Istidraj!



Oleh: Vio Ani Suwarni, S.Pd (Guru Sejarah SMAN 1 RENGASDENGKLOK)

Berbicara mengenai kesenangan dan azab adalah dua hal yang berbeda. Akan tetapi, jika dipelajari lebih mendalam, dua hal berbeda tersebut bisa menyatu loh. Kok bisa ya seperti itu? Pasti broand sista pada penasaran kan ya.

Oke sebelum kita menemukan jawabannya, penulis ingin mengenang masa lalu dulu ya. Ketika penulis duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), penulis ingat sekali kejadian yang aneh tapi nyata. Mohon maaf sebelumnya ya, pada saat itu ada seorang juara umum yang super pintar sekali, bahkan terbilang jarang belajar udahgituAktifis Pacaran pula. Penulis secara pribadi super duper heran, kok bisa ya seperti itu. Sedangkan ada anak yang bukan Aktifis Pacaran, mati-matian belajar. Tapi tetap saja kesulitan untuk memahami materi pelajaran di sekolah.

Sampai sekarang penulis sudah lulus SMA pun, penulis masih menemukan orang yang super duper pintar di sekolahnya. Tapi tetap saja menjadi Aktifis Pacaran. Oke broand sista aneh tapi nyata kan apa yang penulis kisahkan?

Berbagai contoh pun penulis jumpai di kalangan masyarakat. Banyak orang yang kurang taat pada aturan Allah SWT tapi tetap saja Allah memberikan kenikmatan padanya. Contohnya nih ya broand sista ada orang yang jarang shalat tapi tetap saja Allah mudahkan segala urusannya. Ada orang yang tetap menggunakan riba, tapi tetap saja Allah memudahkan rizkinya. Ada orang yang kurang baik perkataan, perbuatan bahkan pemikirannya. Tapi tetap saja Allah menyayanginya dengan cara tetap memberikan kesempatan padanya untuk menghirup sejuknya udara pagi di dunia ini. Kurang baik apa lagi coba Allah sama hambanya. Tapi hambanya selalu melanggar aturanNya.

Kembali lagi ke laptop, terkait kenikmatan dan azab. Penulis akan memaparkan dua hal tersebut, dua hal tersebut bisa menyatu karena disatukan oleh satu istilah yang ngejleb, yakni "Istidraj". Oke broand sista Istidraj sendiri memilki makna "Kesenangan dan kenikmatan yang Allah berikan kepada orang-orang yang jauh dariNya yang sebenarnya itu menjadi azab baginya"

Sedih sekali ya teman-teman kita yang terkena istidraj. Iya bayangkan saja broand sista kesenangan dan kenikmatan yang mereka rasakan ternyata azab loh untuk dirinya sendiri. Adapun mereka selalu diberikan kemudahan oleh Allah, karena Allah ingin melihat, apakah mereka mampu untuk berubah. Kembali ke jalan yang Allah ridhoi, bukan ke jalan yang Allah murkai.

Kenikmatan dan kesenangan ini hanyalah sesuatu yang semu jika di balut dengan istidraj, kenapa tidak semu? Iyalah semu, karena ternyata kita terkena azab. Jangan merasa baik-baik saja, karena bisa jadi anda bahkan penulis terjangkiti istidraj. Maka dari itu senantiasa mendekatkan dirilah kepada Allah, dan selalu berdo'a kepada Allah agar dituntun ke jalan yang lurus.

WallauA'lamBishawab .

Post a Comment

0 Comments