Generasi Sakaw di Zaman Now



Oleh : Sunarti (Anggota Revowriter)



Sedikit tentang sakaw.

Sakaw adalah satu kata yang digunakan oleh para pengguna napza. Yang artinya sakit karena pakai putaw. Dalam medis dikenal dengan istilah Withdrawel Syndrome, yaitu kumpulan gejala baik fisik maupun mental yang tidak nyaman yang dialami oleh para pemakai napza.
Ini baru salah satu akibat dari pemakaian napza atau lebih dikenal dengan nama narkoba. 

Efek samping yang lain tak kalah mengerikan. Kerusakan organ vital terindikasi pada para pemakai napza/narkoba di luar pengawasan tenaga medis. Pecah pembuluh darah otak, cirocis hepatis, cardiac myocard, dan juga obstuksi renal, ini beberapa diantaranya. Dan masih sekian bahaya pemakaian narkoba di luar kebutuhan dan pengawasan medis. 

Lantas sekarang di negeri ini sedang "banjir narkoba". Tertangkapnya penyelundupan narkoba yang jumlahnya ratusan ton, merupakan bukti nyata negeri ini sedang dikucur barang berbahaya. Jumlah yang ratusan ton, sudah bukan lagi mengarah pada kepentingan medis. Karena, di dunia medis, penggunaan napza diperlukan hanya beberapa 'mili gram' atau 'mili liter' saja. Itupun tidak dalam semua pengobatan.

Bisa diperkirakan apa maksud dan siapa sasaran dari datangnya benda memabukkan ini ? Apakah kepentingan bisnis, atau kepentingan perusakan akal, atau justru mengarah pada pemusnahahan masal ? 
Secara kasat mata, adanya unsur terselubung jelas ada dalam pengiriman ini. Menilik betapa berbahaya benda ini apabila dipakai tidak dalam rangka pengobatan. Jelaslah lebih banyak kerugian di banding keuntungan terhadap tubuh manusia sehat. Lebih parahnya lagi, pola pikir masyarakat diajak untuk melupakan masalah hidup dengan 'ngefly' menggunakan narkoba. Padahal rentetan permasalahan hidup tidak akan terselesaikan hanya dengan 'terbang melayang' dengan sekali hisap, sekali telan atau sekali injeksi. Problematika yang terlalu berat membutuhkan solusi yang tepat. Di sinilah selayaknya kita detaili ada apa di balik datangnya narkoba ini ?

Selayaknya banjir, pastinya datang dengan asal muasal. Banjir diawali dengan datangnya hujan dengan frekwensi yang lama dan intensitas yang tinggi atau banjir bah yang datang dari luapan air laut pasang. 
Demikian juga, banjir narkoba pastilah ada hukum kausalitas (sebab akibat) . Tidak akan ada pengiriman, jika tidak ada yang memesan. 

Dalam dunia kesehatan, keluar masuk napza itu terawasi dan terlaporkan dengan sangat ketat. 
Di mana 1 mili gram saja, penggunaan napza di dunia medis sangat diperhitungkan dan dipertanggungjawabkan. Antara medis yang memberi, siapa yang diberi, keperluan pengobatan, berapa dosis yang diperlukan, barapa lama waktu pemakaian, dan masih banyak lagi pertimbangan yang diperlukan untuk terapi/pengobatan.

Di negeri ini seolah tidak ada yang ditakuti oleh pelaku/penyelundup. Terbukti berulang kali selundupan benda penghantar maksiat ini masuk ke Indonesia melalui berbagai cara.  

Ladang Subur Narkoba

Memang SDM di Indonesia sangatlah 'lezat' untuk dijadikan makanan. Mudah untuk dijadikan sasaran peredaran narkoba. Selain itu hukuman yang tegas juga tidak diterapkan di negeri ini. Hukuman mati, justru menjadi satu hal yang menakutkan dibanding dengan efek buruk peredaran narkoba. Seharusnya hukuman itu membuat jera, bukan justru membuat 'ladang olahan' baru. 

Lantas, apa penyebab dari sekian penyelundupan yang selalu berulang ?
Meskipun beberapa kali juga sudah bisa digagalkan, namun adakah jaminan semua penyelundupan dapat digagalkan ?
Di sisi ini harus ada satu kekuatan sistem untuk bertindak tegas. Selain hukuman yang membuat jera, juga adanya upaya preventif dari pemerintah. Menjaga kesehatan warga negara dari serangan "hujan narkoba" juga menjadi tanggung jawab utamanya. 

Pun, dalam kerjasama dengan negeri-negeri tetangga. Sehingga, negara bisa memfilter produk-produk yang masuk ke negerinya, mana yang mendatangkan maslahat dan mana yang mendatangkan mudharat. 


Ini peran negara sebagai "tameng" / pelindung untuk rakyatnya. 
Rakyat seharusnya juga punya kepedulian untuk menjaga generasi penerus. Mengoreksi kebijakan penguasa yang merugikan rakyat, salah satunya. 
Di samping juga membentengi diri dengan ilmu Islam yang kuat dan menyeluruh. 

Lantas apakah masyarakat cukup puas dengan beberapa kali penggagalan ?
Fakta yang berbicara. 
Di dunia selebritis, politisi, pejabat hinggabrakyat jelata sudah merebak sederet kasus penyalahgunaan narkoba. 
Angka pengguna narkoba yang semakin 'menggila' menunjukkan betapa sudah jauh narkoba masuk ke peredaran darah masyarakat Indonesia. 

Sungguh sangat layak jika kekhawatiran masih menghinggapi di relung-relung hati masyarakat muslim. Terutama para emak yang mengkhawatirkan kondisi anaknya, kondisi cucunya, kondisi lingkungannya hingga kondisi masa depan generasi penerusnya. Kekhawatiran akan tumbuh dan berkembangnya generasi sakaw, bukanlah generasi pewaris para Nabi.
Generasi sakaw, generasi yang cukup memuaskan diri dengan 'gedheg-gedheg'.

Post a Comment

0 Comments