Dilema Pemuda Zaman Now

Oleh : Najmah Muthmainnah (Pemerhati Remaja, anggota komunitas Revowriter)  



Zaman now adalah zaman yang penuh ujian bagi para pemuda. Zaman dimana media menjadikan dunia seolah tanpa batas. Banyak pemuda terjerumus pada pergaulan yang rusak sampai seks bebas juga akibat pengaruh media, baik media sosial juga media cetak. 



Apalagi kita hidup di sistem sekuler kawan. Agama hanya terkurung di mesjid, dan hanya muncul saat jumatan, ramadhan dan lebaran. Parahnya sampai ada ungkapan jangan bawa-bawa agama dalam kehidupan. Akibatnya Segala sesuatu diukur dengan materi. Yang penting hepi. Halal haram ditabrak. 



Tak mau dikatakan ketinggalan zaman, para pemuda berlomba mengikuti budaya yang bukan berasal dari Islam, termasuk budaya pacaran. Apalagi jika lingkungan yang tidak Islami juga ikut mendukung budaya ini. Yang bikin miris, orang tua zaman now malah lebih khawatir anak gadisnya nggak punya jodoh jika nggak pacaran. Giliran anaknya hamil di luar nikah baru deh menyesalnya seumur hidup. Apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. ....So, bagaimana agar tidak terjebak pada pergaulan yang tidak di ridhai Allah SWT yaitu pacaran? Ikuti beberapa tips untuk generasi zaman now yang mau gaul tapi tetap syar'i yuk sobat. Cekidot. 



Pertama, menundukkan pandangan (Ghadul Bashor) 



Menundukkan pandangan bukan berarti terus menunduk sampai nabrak tiang listrik ya kawan. Atau sampai disangka lagi nyari uang koin. Bukan lho sobat. Menundukkan pandangan terutama ketika melihat seseorang yang tidak halal bagi kita. Apalagi kalau orang tersebut sempat mencuri mimpi-mimpi kita. Uhuk. 



Menundukkan pandangan berarti menjaga kehormatan diri sendiri dan sosok yang belum halal untuk kita. Dan terlebih, hal ini adalah perintah Allah SWT dan RasulNya. Allah SWT berfirman :   



Katakanlah kepada laki-laki yang beriman; hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih baik bagi mereka. Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman; hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya…” (QS. An-Nur : 30-31). 



Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata : “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim) 



Nah, pandangan tak sengaja saja Rasulullah saw menyuruh kita palingkan wajah. Apalagi pandangan sengaja? Bisa-bisa kena panah setan kawan. 



Kedua, jangan berkhalwat. 

Untuk alasan apapun, apakah buat tugas, rapat, dan sebagainya maka hindarilah berdua-duaan dengan yang bukan mahram. 



Rasulullah saw bersabda : “Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiap yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.” (HR. Ahmad, sanad hadits ini shahih) 


Ketiga, menutup aurat 


Bagi seorang perempuan yang telah baligh, seluruh tubuhnya adalah aurat, sehingga wajib baginya untuk memakai khimar (kerudung) dan jilbab (gamis). Selain sebagai identitas muslimah, dengan menutup aurat secara sempurna, kita sudah menutup satu pintu maksiat lho sobat. Karena berhijab (khimar dan jilbab) akan menjadi benteng kita dari perilaku maksiat. 



Allah SWT berfirman : 



Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.  



Firman Allah SWT : Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu dan juga kepada istri-istri orang mu’min: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga tidak Mudah diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Penyanyang.” (QS. Al Ahzab : 59) 



So, jangan sampai sudah menutup aurat tapi pacaran. Karena nggak ada pacaran islami. Semisal shalat jamaah bareng, atau sebelum bertemu dan saat berpisah mengucap salam. Bahkan saling mengingatkan bangun malam untuk tahajud, dan tak lupa menitip doa dan selipkan namaku disetiap sujudmu. Eaa.. 


Wah.. Modus ni. Hati-hati jangan tergoda dan jangan terjebak jebakan batman eh setan, ya sobat. Jangan sampai maksiat kita labelkan dengan Islam. 



Keempat, menghindari ikhtilat .


Ikhtilat adalah bercampur baur nya laki laki dan perempuan tanpa hijab/batas di sebuah tempat. Ikhtilat bisa terjadi dimana saja, seperti pasar, pantai, konser, kantor, atau bahkan sekolah/kampus. Saat laki-laki dan perempuan bercampur baur, tak bisa dihindari terjadi kontak fisik antar non muhrim, pandangan yang tidak terjaga, bercanda tawa yang berlebihan, bahkan paling parah bisa terjadi pelecehan seksual. 



Nah, pacaran juga bisa berawal dari pergaulan laki laki dan perempuan yang tidak ada batas seperti ikhtilat ini. Berawal dari cie cie antar kawan lalu berlanjut dengan penjajakan dan jadian alias pacaran. So, hati-hati dengan ikhtilat ya. 



Lalu, apakah laki laki dan perempuan tidak boleh berinteraksi? Sobat, Islam bukan ajaran zaman batu yang kaku. Islam bahkan pernah jaya dengan peradaban gemilang yang menjadi mercusuar peradaban dunia. Dengan ta'awun atau kerjasama yang harmoni dan syar'i antara kaum laki-laki dan perempuan, Islam tampil unggul di segala bidang. Coba deh, buka lagi buku sejarah peradaban Islamnya. Pasti membuat kita berdecak kagum plus bangga sebagai muslim. 



Yup, Islam membolehkan kok laki-laki dan perempuan berinteraksi dalam hal-hal yang berkaitan dengan muamalah seperti dalam pendidikan, kesehatan, transportasi, ekonomi dan pertanian dengan catatan tentu saja tetap menjaga adab dan aurat. 



Kelima, pahami Islam dan berkumpul dengan komunitas Islam yang menjaga pergaulan 



Agar tak kudet, pemuda harus update dengan Islam. Belajar Islam, pahami bagaimana tata pergaulan dalam Islam agar tak terjebak arus pacaran. Lalu amalkan dan sampaikan agar banyak pemuda yang terselamatkan dari maksiat dan dosa. 



Masih ada lagi lho sobat. Seseorang itu dikenal dari siapa teman dekatnya. Rasulullah saw bersabda : Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi) 



Yup, benar sobat. Teman itu memiliki pengaruh besar dalam hidup manusia. Makanya ada faktor lingkungan yang ikut menjadi sebab baik buruknya seseorang. Nah, lingkungan yang baik akan melahirkan kebaikan. Begitu juga sebaliknya. Rasulullah saw bersabda: Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim) 



Islam membolehkan kita berteman dengan siapa saja. Namun, sebaik-baik teman adalah yang mengajak kita ke syurga. Bukan justru menjerumuskan kita ke kubangan maksiat. Sepakat? 



So, gimana sobat? Sudah dapat tips gaul asik tapi syar'i. Sudah memutuskan untuk meninggalkan dia? Ups. 



Eh. Beneran lho sobat, buanglah pacar pada tempatnya. Gubrak! Sadis amat yak. Maksudnya, buanglah budaya pacaran yang nggak dicontohkan dalam Islam. Tinggalkan dia demi Allah SWT. Jangan sampai meninggalkan Allah SWT demi dia. Bakalan rugi dunia akhirat, Sob. Yakinlah, jodoh nggak akan kemana. Allah akan memasangkan wanita baik-baik untuk laki laki yang baik pula. 


Allah SWT berfirman : Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.” (QS. An-Nuur: 3)



Sobat, pacaran itu nikmatnya sementara, dosanya selamanya (selama belum taubat apalagi kalau sampai zina, nauzubillahiminzalik). Bukan malah menuai pahala, tapi menabung dosa. Sudahlah di dunia menuai laknat, di akhirat mendapat siksa. Berat sobat. Kamu nggak akan kuat. Kalau kamu sudah mantap putus. Trus si dia ngancam bunuh diri? Ck ck.. Suruh kuras laut aja. Kamu nggak butuh laki-laki bermental tempe. Nggak bisa jadi imam. Apalagi jadi nahkoda kamu dalam lautan kehidupan nantinya.    


Dan sobat, bagi perempuan, aturan Islam datang untuk menjaga kehormatan. Bukan menghinakan. So, jaga kehormatanmu. Kenapa? Karena kamu begitu berharga. 



At least, katakan tidak pada pacaran. Kalau berani, lamar lalu nikah. Itu baru pemuda idaman.  

Post a Comment

0 Comments