Dilema Menabung di Era Kapitalis

Oleh: Indah Nurmalia Sari


Kasus hilangnya saldo rekening beberapa nasabah BRI membuat kepanikan tersendiri bagi warga. Bank yang dianggap sebagai tempat teraman untuk menyimpan uang justru menjadi sarang pembobolan uang oleh agen- agen yang tidak bertanggung jawab. Bukan tanpa alasan jika seseorang menabung di bank. Berdasarkan teori konvensional terdapat tiga motif utama seseorang menabung di bank yaitu spekulasi, transaksi dan berjaga-jaga.

Spekulasi jelas hal yang diharamkan didalam Islam. Namun transaksi dan berjaga-jaga adalah hal yang diperbolehkan selama sesuai dengan aturan syariat. Alasan menabung dalam rangka berjaga-jaga erat kaitannya dengan pandangan hidup seseorang dan aturan yang berlaku di masyarakat. Dalam sistem kapitalis misalnya, segala sesuatu diukur dengan uang, bahkan dijadikan sebagai standar kebahagiaan menjadikan seseorang bangga dengan uang yang dimilikinya.
Sehingga mereka berbondong- bondong menumpuk harta mereka di bank. Adapun alasan lain yaitu pengabaian negara terhadap pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Dimana setiap orang dipaksa untuk mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka baik sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Sehingga masyarakat menjadi was-was terhadap kehidupan yang mereka jalani dan menjadikan menabung sesuatu yang harus mereka lakukan.

Adapun dalam Islam dengan seperangkat aturannya mewajibkan negara untuk berperan aktif dan menjamin pemenuhan kebutuhan hidup warganya. Baik dilakukan secara langsung atau tidak langsung. Hal ini tentu menjadikan seseorang merasa aman sehingga menabung sesuatu yang tidak harus dilakukan. Negara juga mendorong warganya agar tidak bersifat kikir serta memperbanyak shodaqoh, dan larangan menimbun harta. Karena harta yang kita miliki akan dimintai pertanggungjawaban kelak. Maka hanya dalam Islam ketenangan hakiki dapat diraih.


Post a Comment

0 Comments