Di Balik Lelang Keperawanan Yang Menggiurkan

Oleh : Retno Puspitasari (Pemerhati Sosial, anggota Revowriter)



Dear…. Ada yang tahu berita terbaru nggak? Tentang lelang keperawanan yang dilakukan oleh Cinderella Escorts. Tribunnews.com merilis hasil wawancaranya secara khusus dengan owner Cinderella Escorts, Jan Zakobielski pada tanggal 31 Maret 2018 yang lalu. Cinderella escorts adalah situs lelang keperawanan yang berpusat di Jerman. Menurut Jan gadis-gadis ini melamar sendiri untuk melelang keperawanannya dengan harga mahal.



Ah, itu kan orang-orang Barat yang mau jual keperawanannya. Kalo kita-kita yang di Indonesia, apalagi muslim sih nggak mungkin ada yang mau. Eitsss…. Jangan salah dear. Menurut Jan Zakobielski udah ada sekitar 350 gadis Indonesia yang melamar ke agen ini. Rata-rata berusia 18 sampai 23 tahun. Ada satu orang yang berusia 42 tahun. 350 itu banyak lho dear… Bahkan seorang politisi terkenal juga menawar dengan harga tinggi keperawanan seorang gadis yang ditawarkan Cinderella Escorts. Politisi ini kok ngga mendidik sih. 
Masalah ngegadein keperawanan sebenarnya sudah bukan masalah baru di negri kita. Masih inget nggak film Virgin, Ketika Keperawanan Dipertanyakan yang dirilis tahun 2004? Film ini mengangkat fenomena pergaulan bebas para remaja di ibukota Jakarta. Hanya karena pengen punya HP yang ada kameranya (waktu itu masih langka ya dear) si Katy salah satu tokoh dalam film itu rela menjual keperawanannya.


Kenapa bisa begitu?


Dear, kamu ngerasain nggak sih, kalo sekarang banyak orang yang memandang kebahagiaan itu sekedar tercukupi secara materi. Punya uang banyak, punya tas branded, penampilan perlente. Rasanya jadi “melas” sedunia kalo nglihat teman-teman pada bawa tentengan barang-barang mewah sementara diri tak mampu membelinya. Akhirnya rela deh ngegadein apa aja buat dapetin tuh barang-barang.  


Kenapa ya, mereka mau melakukan hal gila semacam itu? Karena hedonisme telah menyerang pemikiran generasi zaman now. Hedonisme adalah ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia.   


Paham hedonis ini berkembang karena adanya ideology kapitalisme yang dikembangkan Negara-negara Barat. Apaan tuh kapitalisme? Kapitalisme itu paham dimana materi yang dijadikan sebagai tujuan. Jadi orang merasa bahagia kalo terpenuhi kebutuhan materinya. Dan akhirnya punya prinsip asas manfaat. Yaitu boleh ngapain aja asal dirasa bermanfaat meskipun itu maksiyat, termasuk melelang keperawanan itu. Inilah yang menjadi life style generasi zaman now.  

Masuknya pemikiran ini bisa dari beberapa hal, diantaranya yaitu :

  1. Fun. Pengennya seneng-seneng aja, males mikir yang berat. Kalo ngemall ok, kalo ngaji no way. Gubrakks.
  2. Food. Zaman dulu orang tuh bangga kalo makan masakannya sendiri. Tapi sekarang udah berubah dear. Makan pun jadi life style. Makan nggak keren kalo nggak di resto ini, nongkrong tuh nggak keren kalo ngga di kafe itu. Masuk kafe cekrek, makanan datang cekrek, lagi makan cekrek, selesai makan cekrek, pulang cekrek.
  3. Fashion. Gaya pakaian juga sekarang jadi penjajah. Dulu tuh meski belum pake penutup aurat, para gadis malu kalo lututnya kelihatan. Kalo sekarang (maaf) pantatnya hampir kelihatanpun tak tahu malu. Astaghfirullah al Adziim.  
  4. Song, nggak gaul deh kalo nggak ngerti lagunya artis ini, nggak gaul deh kalo nggak hafal lagunya si itu.  
  5. Sport, ini kayaknya lebih menyerang anak cowok. Kalo nggak hafal nama pemain klub sepak bola terkenal nggak gaul deh. Kalo ngomongin bola kayaknya jago banget. Giliran ditanya rukun iman, lupa.


Nah, demi mengejar kemewahan akhirnya segala cara dilakukan, termasuk lelang keperawanan. Dear… Ternyata fenomena ini sudah diingatkan Allah dalam QS Al Baqarah 120


وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”


Jadi dibalik lelang keperawanan yang menggiurkan memang ada upaya untuk menyebarkan pemahaman Barat agar generasi muslim mengikuti life style mereka. Memangnya kenapa kalo mengikuti life style mereka? Bahaya sekali jika generasi muslim mengikuti life style mereka. Sudahlah berdosa, akan merusak generasai bangsa. So, sebagai generasi muslim’ jangan sampai tergiur ya dear dengan iming-iming materi. Naudzubillahi min dzalika. Jangan sampai kepikiran buat ngelelang keperawanan. Apalagi digratisin buat cowok-cowok nggak jelas. Tetap jaga sampai naik ke pelaminan. Kenapa? Karena Allah melarang zina (hubungan seksual diluar pernikahan). Jangankan untuk berzina, mendekati zina aja Allah melarang.  


Dalam QS Al Israa’ : 32, Allah berfirman,


وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا


“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”


Zina ini adalah dosa besar. Sehingga ketika di dunia seharusnya mendapatkan hukuman seperti yang di sebutkan dalam QS. An Nuur ayat 2 :


الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.


Jadi rugi sekali kalo sekedar pengen dapet materi melimpah dengan cara maksiyat. Ingat masih ada hari akhirat. Masa mau mendapatkan kemerlap dunia dengan menggadaikan akhirat?


Trus, gimana dong biar kita nggak tergoda dengan iming-iming maksiat seperti itu ?
 

  1. Yuk ngaji. Biar nggak tergoda dengan kemaksiyatan, kita musti ngaji dear. Biar tahu ilmunya. Mana yang boleh, mana yang nggak boleh dilakukan. Ngaji tentang islam dari akar sampai daun. Mengkaji islam secara sempurna. Sekarang komunitas pengajian nggak hanya didominasi orang tua lho dear. Di masjid-masjid besar, di masjid kampus, rohis sekolah udah marak dengan pengajian-pengajian anak muda. So, jangan alergi ikut pengajian ya.
  2. Berteman dengan teman-teman yang bisa saling mengingatkan dalam kebaikan. Pilih teman itu jangan sekedar yang bisa diajak haha hihi aja. Kalo kita salah, sungkan mau nasehatin. Pilih teman itu yang bawel kalo lihat kita salah. Berusaha ngingetin biar kita nggak melanggar aturan agama.
  3. Sebarkan kebaikan. Kalo kamu udah belajar agama trus kamu ngerti sendiri tentang aturan agama, sementara teman-temanmu masih nggak mau taat karena nggak ngerti agama, nggak enak banget kan dear? Serasa jadi alien. So, sebarkan kebaikan yang kamu dapetin dari belajar agama. Agar teman-temanmu juga satu visi bersamamu. Selamat jadi penebar kebaikan ya dear.


Penulis : Retno Puspitasari
Pemerhati Sosial, anggota Revowriter

Post a Comment

0 Comments