Dakwah karena Cinta

Oleh : Yulia Elisa



Rasa cinta pada dasarnya dimiliki oleh siapapun ya sob, secara pada diri setiap manusia di berikan potensi naluri nau' (kasih sayang) oleh pencipta kita Allah SWT yang tidak bisa dipungkiri eksistensinya dalam kehidupan. Seperti rasa cinta kita kepada ibu bapak kita, kepada kakak ataupun adik bahkan terhadap lawan jenis. Itu semua bukti adanya naluri kasih sayang. Namun, manusia sendiri memiliki pilihan untuk menempatkan rasa cintanya berada dimana, di simpang yang diperolehkan Syara' (Islam) atau justru yang berseberangan.

Bukan cinta namanya jika menghantarkan kepada jalan yang dimurkai. Jika mencintai harusnya melindungi, mencegah dan menasehati agar orang yang dicintainya terhindar dari bahaya dunia yang fana sengsara diakhirat sana. Apakah bisa dikatakan mencintai jika membiarkan dalam jerat kemaksiatan yang justru berselimut rasa kasihan. Apalagi di masa ini yang cenderung asyik dengan kebebasan berekspresi termasuk dalam mengungkapkan rasa cinta dengan mengumbar hawa nafsu belaka.

Masa muda masa dimana segala sesuatu ingin dicoba dan dirasa, kadang tidak memperdulikan bagaimana Syara' memandang perbuatannya diridhoi atau justru dimurkai pencipta. Namun saat ini juga tidak sedikit para pemuda yang bangkit pemikirannya berkat dari aktivitas dakwah yang makin meluas. Sehingga mereka sadar menemukan jawaban benar tentang arti hidup dan memilih jalan dakwah pula menjadi Agent of change untuk menyeru menarik para remaja pula dalam kebaikan karena cinta.

Yap sobat, dakwah adalah aktivitas menyeru dalam hal kebaikan (Islam) sebagaimana diri sendiri merasakan kebaikan dari dakwah tersebut maka tularkan lah kebaikan pula kepada orang lain agar sama-sama selamat dunia akhirat itu juga termasuk bentuk dari rasa cinta loh sob!! Jangan pelit berbagi kebaikan karena kamu juga akan merasakan kebaikan dari apa yang engkau bagikan.

"Dan hendaklah ada di antara kalian golongan yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang Ma'arif dan melarang dari yang mungkar, dan mereka adalah orang-orang yang beruntung." (Q.S. Al-imran [3] : 104 )

Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan hadits hasan)

Untuk sahabat muda yang penuh dengan cinta. Mau di bawa kemana masa mudamu yang tidak bertahan lama itu. Mau dibawa kehidupan yang sia-sia mengatasi namakan cinta yang menipu mata membawa sengsara neraka atau kepada cinta yang menyelamatkan diri dan sesama ke arah surga. Yuk ah kita ikut aktivitas dakwah karena bentuk cinta sesama dan lillah. Wallahu'alam

Post a Comment

0 Comments