Cinta Nggak Bisa Dimanipulasi



Oleh : Febrina Selvyani (SMAN 4 BANJARBARU)


Aksi pembunuhan terjadi di sebelah rumah butik Nurma Collection, kelurahan komet Kota Banjarbaru sekitar pukul 15.00  WITA selasa (17/4).  Korban tewas seorang wanita bernama Siti Mulin Nirma (22) yang bersimbah darah dengan luka tusuk di bagian dada kiri, lengan tangan kiri, rusuk sebelah kiri, dan pinggang sebelah kiri. Pelaku “S” yang adalah mantan kekasih korban ini ditangkap tiga puluh menit setelahnya di Daerah Bincau.  (Banjarhits.id)         
Tragedi tersebut hanya salah satu dari kasus pembunuhan yang dilatarbelakangi oleh persoalan asmara.  Lagi-lagi yang terkena imbas adalah para pemuda pemudi yang masih labil menentukan jati diri. Para pemuda pemudi yang mudah terseret dalam kemaksiatan. Seram sekaligus geram melihat cinta berujung setragis itu. Bahwa rasa sayang hanya berwujud nafsu yang berakhir balas dendam. Masa bahagia berubah menjadi aksi saling bunuh. Apakah sudah benar pengaplikasian rasa cinta seperti itu?.
Tentu saja tidak, bila kita membahas soal cinta rasanya tak kunjung ada habisnya. Berbicara tentang cinta maka jantung akan berdegup kencang, tekanan darah naik tak beraturan, produksi keringat meningkat, dan senyum akan semakin melebar.  Cinta adalah sebuah rasa dan anugerah dari sang pencipta dalam hati hambanya terhadap sesuatu atau orang lain.  Seseorang yang jatuh cinta rasanya hidup lebih berwarna dan bahagia. Maka memang sejatinya cinta membawa kebahagian tersendiri di dunia ini.
Islam memandang cinta adalah sebuah fitrah dalam diri manusia. Mencintai adalah dorongan naluri berkasih sayang oleh manusia itu sendiri. Wajar jika setiap orang dapat merasakan cinta. Namun, di zaman modern ini banyak yang salah kaprah mengaplikasikan cinta yang sesungguhnya. Salah satu contohnya ialah kasus di atas.  Orang – orang masa kini menilai cinta hanya sampai batas kulit. Melihat tampilan luar bukan isi dalam diri. Kapitalisme sukses mengubah pola pikir masyarakat kebanyakan sekarang.
Bagi mereka para kapitalis pemuja sekuler dan hedonis, pengaplikasian cinta mengutamakan syahwat dari pada kesucian cinta itu sendiri. Mereka menggaungkan aksi pacaran sebagai sebuah fatamorgana yang menjanjikan kebahagian semu.  Menyebar virus kemaksiatan di tengah masyarakat yang dominan remaja. Berbagai cara mereka tempuh mulai dari membuat film dan tontonan tidak mendidik.  Menjual makanan dan minuman yang belum tentu terjamin kehalalannya. Menciptakan game online dan musik yang melalaikan.  Mempromosikan busana yang jauh dari ketentuan agama.
Kaum laki-laki diajari metode merayu wanita.  Dan kaum wanita diajari berias agar menarik perhatian lelaki.  Begitukah etikanya perjuangan cinta dalam islam?.  Para remaja muslim dan muslimah di cekoki drama romantis receh.  Hingga mereka lupa akan kewajiban syariat yang harus mereka jalankan.  Mereka lalai dengan ibadah. Bahkan, banyak diantara mereka yang tak tau tujuan mereka hidup di dunia. Mereka hanya tau hura-hura dan pesta pora. Maka memang itulah tujuan Barat, menjauhkan muslim/muslimah dari agamanya sendiri agar islam tak dapat bangkit.
Kini islam hanya tertinggal di pojokan masjid.  Segelintir pemuda pemudi yang menjadikan syariat islam sebagai ruhiyah diri.  Ini baru generasi islam yang cemerlang namun langka.  Kembali menilik kasus di atas, bahwasanya islam telah melarang pembunuhan sebagimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an :
“Dan barang siapa membunuh seseorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.”(TQS. An-Nisa :93)
Dengan demikian, pembunuhan merupakan dosa besar. Hukuman bagi pembunuh ialah dibunuh atau jika wali korban ridho maka pembunuh wajib membayar dam (denda). Sebagaimana dijelaskan di dalam ayat lain :
“Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sungguh, Kami memberi kekuasaan pada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.” (TQS. Al-Isro : 33)
Bangsa barat memang tak pernah ridho akan islam dan kebangkitannya.  Mereka benar-benar memasang siasat jitu demi menghancurkan islam.  Dan sekarang  jika kita lihat, diberbagai negara sistem yang terkuat ialah kapitalisme. Sistem sekaligus ideologi ini telah banyak menimbulkan dampak negatif diberbagai bidang. Negeri-negeri islam telah kehilangan generasi cemerlangnya.
“Dan orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “ Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)“.  Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.” (TQS. Al-Baqarah : 120)
Apa yang harus kita lakukan?, jawabannya “ngaji”.  Kita bangkitkan lagi kejayaan islam yang telah ada sejak dulu.  Kita tumbuhkan lagi generasi cemerlang yang pernah ada. Kita lawan penjajahan pemikiran yang sedang menggerogoti bangsa kita. Sebarkan islam ke seluruh penjuru lewat dakwah dan amal ma’ruf nahi munkar. Kalo bukan kita siapa lagi, kalo bukan sekarang kapan lagi. Itulah yang seharusnya dipikirakan oleh anak muda zaman sekarang. Bukan lagi tentang cinta yang berujung pacaran.
“Dan janganlah kamu mendekati zina: sesunngguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji.  Dan suatu jalan yang buruk“ (TQS. Al-Isro : 32)
Sebab pasangan yang sholeh/sholehah tidak akan di dapatkan lewat proses pacaran.  Laki-laki yang baik tidak akan mengajak orang yang ia cintai dalam kemaksiatan.  Dan perempuan yang baik tidak akan mau diajak dalam kemaksiatan. Seharusnya laki-laki tau benar bagaimana caranya bersikap. Jadi bila ada laki-laki yang manyakiti wanita apalagi sampai membunuh, dapat dikatakan  ia belum menjadi laki-laki yang baik.  Dan seharunya juga perempuan tau benar bagaimana bertingkah. Jadi bila ada perempuan yang dengan mudah didapatkan hatinya lewat gombalan receh, dapat dikatakan ia belum menjadi perempuan yang baik.
“Perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji,  dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan yang baik untuk laki –laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik (pula).  Mereka itu bersih dari yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (TQS. An- Nur : 26)
Kesimpulannya, cinta yang sejati adalah berlandaskan cinta karena Allah SWT. Pengaplikasian cinta menurut islam yaitu dengan menikah. Dan cinta ngga bias dimanipulasi, stop pacaran tinggalkan zina, maka kau akan jauh dari neraka.  Yuk ngaji, kenali islam lebih dalam agar kebangkitan islam segera terwujud.  Aamiin Ya Rabbal A’lamiin…


Post a Comment

0 Comments