Cinta Datang, Nyawa Melayang

Oleh : Mulyaningsih, S. Pt



MANUSIA adalah makhluk yang sempurna. Betapa tidak, ia diciptakan dengan berbagai kelebihan-kelebihan daripada makhluk Allah yang lainnya. Akal, naluri (gharizah) dan kebutuhan jasmani telah Allah berikan pada setiap manusia tanpa kecuali. Baik laki-laki ataupun perempuan, orang dewasa atau anak-anak semua Allah bekali dengan tiga aspek tadi. Dan dengan ketiga aspek tersebut kadang masalah hilir mudik menyapa manusia.

Sebut saja pada naluri tadi, manusia Allah bekali dengan tiga macam naluri. Yaitu naluri tadayyun (beragama), baqa’ (mempertahankan diri) dan nau’ (kasih sayang, cinta). Dengan adanya rasa kasih sayang maka terkadang manusia terjerumus pada langkah yang keliru (salah). Seperti kejadian yang terjadi di wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Hanya karena alasan merasa cemburu dan panas, Abdus Salam (21) dengan sadisnya menusuk mantan pacarnya Siti Mulin Nikmah (22). 

Awalnya adalah Senin (16/4) Salam mulai merencanakan untuk menghabisi Mulin dan mencari ide bagaimana mereka bisa bertemu. Eksekusi pada esok harinya (17/4) Salam mendatangi salon tempat kerja Mulin. Salon tersebut terletak di Jalan Panglima Batur, Kelurahan Komet, Kecamatan Banjarbaru Utara. Tepat pada pukul 15.30 WITA Salam menelpon Mulin dan berjanji akan memberikan sejumlah uang. Dan akhirnya Mulin keluar untuk menemui Salam. Dengan sekejap mata, tanpa basa-basi lagi, Salam langsung menusuk Mulin sebanyak enam tusukan. Korban sempat dibawa ke rumah Sakit Mawar, tak jauh dari tempat kejadian. Namun yang terjadi adalah korban meninggal dunia (m.kumparan.com, 17/4/2018).

Malang memang tak bisa ditebak, ia menghampiri manusia kapanpun ia mau. Lantaran dibakar api cemburu seorang pria tega menusuk seorang wanita. Pelampiasan rasa cinta dan sayang yang tidak sepatutnya dilakukan. Karena dalam Islam telah jelas melarang perbuatan pacaran. Karena memang dia akan menghantarkan pada aktivitas maksiat yang lainnya.

Pandangan Islam

Islam sebagai agama yang sempurna mengatur segala hal yang berkaitan dengan manusia. Baik hubungannya dengan sesama manusia, dirinya sendiri ataupun dengan Robb-nya. Sangat jelas dan gamblang Islam menjelaskannya, tertuang dalam Al qur’an dan hadist.

Manusia Allah bekali dengan akal, hal ini yang membedakannya dengan makhluk yang lain. Artinya adalah, manusia mampu memikirkan segala sesuatu yang terkait dengan persoalan yang muncul padanya serta mampu memikirkan solusi apa yang harus diambilnya. Terlepas solusi tersebut apakah sesuai Islam apa tidak, yang pasti manusia ingin menyelesaikannya ketika permasalahan datang menghampirinya. Dalam hal ini ketika kita sudah berikrar bahwa saya adalah seorang hamba, mengakui Allah sebagai Robb dan Nabi Muhammad sebagai utusannya. Maka sudah selayaknya kita patuh dan tunduk terhadap segala macam aturan yang mengikat kita.

Terkait dengan persoalan rasa cinta dan sayang serta ingin melampiaskannya merupakan hal yang fitrah bagi manusia. Dengan rasa tersebut maka manusia dapat melangsungkan keberadaannya (kelangsungannya). Namun islam sudah jelas terkait dengan pelampiasan rasa cinta dan sayang tersebut. Jika rasa sayang dan cinta tersebut disalurkan atau dilampiaskan pada kedua orang tua dan saudara kandng kita, maka itu tidak melanggar syari’at Islam. Namun, ketika pelampiasnnya pada lawan jenis, inilah yang akan menjadi persoalan panjang. Fakta membuktikan bahwa hampir sebagian besar remaja melakukannya dengan aktivitas pacaran. Padahal kalau kita liat hukum dari perbuatan tersebut adalah haram (tidak boleh dilakukan) dengan alasan apapun. Baik untuk motivasi agar mau giat belajar, amar ma’ruf dalam hal ibadah atau yang lainnya, Islam tetap melarangnya. Karena Islam punya aturan tersendiri terhadap hal tersebut. Islam melarang aktvitas pacaran dan menghalalkan pernikahan. tentunya hal ini harus pada koridor yang tepat. 

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dari suatu jalan yang buruk.” (QS Al Isro’: 32)

Jika memang sudah siap untuk melangsungkan pernikahan maka segera lakukan itu. Sebagaimana sabda Rasulullah “Barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagaikan kebiri.” (HR Bukhari dan Muslim).

Itulah aturan yang jelas dalam Islam, jika sudah mampu maka menikahlah dan jika belum mampu maka tundukkan pandangan serta berpuasalah. Insya Allah dengan begitu akan bisa mengontrol rasa cinta dan sayang serta mampu menempatkannya dalam koridor yang benar, yaitu sesuai dengan Islam.

Melihat pada kejadian diatas tadi bahwa ada seorang yang dengan begitu sadisnya tega melakukan penusukan pada seseoarng yang sebelumnya sangat ia cintai dan sayangi. Hanya dengan alasan sepele, merasa cemburu, sakit hati atau panas tak bisa dijadikan alasan untuk membunuh manusia yang lain. Sungguh mengerikan memang, kelakuannya bagaikan hewan atau bahkan lebih rendah dari itu. Padahal sejatinya manusia itu lebih mulia dibanding makhluk Allah yang lain. Karena manusia dibekali oleh akal, sehingga mampu mempelajari apa sjaa yang Allah perintahkan padanya serta mampu membedakan mana yang baik dan buruk.

Oleh sebab itu, jadilah remaja yang selalu mengkaji ilmu Islam. Dengan ilmu tersebut kita akan makin tunduk serta patuh terhadap Allah SWT. Dan menjadikannya sebagai bekal dlam kehidupan ini. Be the best Not be asa. Jadilah mutiara-mutiara ummat yang selalu memancarkan sinarnya. Wallau A’lam. [ ]




Penulis : Mulyaningsih, S. Pt
Ibu rumah tangga
Pemerhati masalah anak, remaja dan keluarga
Anggota Akademi Menulis Kreatif (AMK) Kalsel


Post a Comment

0 Comments