Bizhahril Ghaib

Oleh: Aya ummu Najwa [bu peduli Generasi] 



YANG dimaksud dengan “bizhahril ghaib” adalah mendoakan orang lain namun yang didoakan tidak hadir di tempat dan dalam keadaan rahasia. Seperti ini lebih menunjukkan keikhlasan yang nyata.

Dari Shafwan bin ‘Abdillah bin Shafwan, ia berkata, “Aku pernah mendatangi Syam, aku menemui Abu Darda’ di rumahnya, namun aku tidak mendapatinya. Yang aku dapati hanyalah Ummu Darda’. "Ummu Darda’ lantas berkata, “Apakah engkau ingin berhaji tahun ini?”
Shafwan jawab, “Iya.”
Ia berkata, “Doakanlah kebaikan kepada kami. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Doa seorang muslim kepada saudaranya di saat yang didoakan tidak mengetahui, adalah doa yang mustajab. Di sisi kepalanya nantinya terdapat malaikat yang bertugas. Ketika ia mendoakan saudaranya dalam kebaikan, maka malaikat tersebut berkata, ‘Aamiin, engkau akan mendapat yang semisalnya.’”
Shafwan berkata, “Lantas aku keluar ke pasar dan bertemu dengan Abu Darda’. Ia mengatakan kepadaku sama seperti apa yang dikatakan oleh Ummu Darda’. Hal ini diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim)

Ada beberapa pelajaran yang dapat diambil dari hadits di atas di antaranya: adalah:

Pertama, Islam sangat mendorong umatnya agar dapat mengikat hubungan antara saudaranya sesama muslim dalam berbagai keadaan dan di setiap saat. Karena dalam Islam muslim satu dengan muslim yang lain adalah saudara. Mereka tidak mendzaliminya dan tidak menyakitinya, meremehkan ataupun menjelekannya. 

Persaudaraan sesama muslim ini tidak terbatas haanya karena suku, bangsa, warna kulit, Nasionalisme maupun keturunan. Maka muslim Palestina,Suriah, Rohingya, Afghanistan dan muslim - muslim di negri - muslim lainnya yang sedang terdzalimi adalah juga saudara kita, sudah seharusnyalah kita senantiasa menyelipkan doa kita dan berempati kepada mereka.

Kedua, do’a seorang muslim kepada saudaranya karena Allah di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah do’a yang sangat utama dan do’a yang akan segera terijabahi (mustajab). Orang yang mendo’akan saudaranya tersebut akan mendapatkan semisal yang didapatkan oleh saudaranya.

Begitu indahnya pergaulan dalam Islam. Bahkan Alah mengutamakan doa seorang muslim untuk saudara muslim lainnya.

Ketiga, ada malaikat yang bertugas mengaminkan do’a seorang muslim kepada suadaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya.

Inilah arti Ikhlas yang sesungguhnya, bahwa kita beramal tidak untuk dilihat oleh manusia, tapi semata karena mengaharap pahala dari Allah.
Ketika kita tidak sedang berkumpul bersama, kita tetap ingat kepada saudara kita, bahkan kadang kita saling mengenal, tapi kita mendoakan mereka dengan kebaikan.

Keempat, malaikat tidaklah mengaminkan do’a selain do’a dalam kebaikan.
Karena Islam adalah Rahmatan lil 'alamiin. Hanya kebaikan yang ada dalam Islam, Islam mengajarkan kebaikan dan membawa kebaikan, maka hanya kebaikan dan doa - doa yang baik yang akan diterima dan diijabah oleh Allah.

Wahai saudaraku, janganlah lupakan saudara sesama muslim kita, di setiap kita bermunajat dan memanjatkan do’a kepada Allah, para pejuang Islam, saudara - saudara kita yang ada di manapun berada, yang sedang melawan kekejaman kaum kufar maupun para thagut antek penjajah, apalagi orang-orang yang telah memberikan kebaikan pada kita terutama dalam masalah agama dan akhirat kita.

Wallahu a'lam


Post a Comment

0 Comments