Bikin Miris, Tari Erotis di Pantai Kartini Jepara

Oleh : Dwi Anggraeni Rahayu ( Muslimah Peduli Negeri dan Member Revowriter )



SUDAH fitrahnya manusia mencari pemenuhan atas kebutuhan hidupnya. Baik kebutuhan jasmani. Seperti makan, minum, dan istirahat. Juga pemenuhan akan kebutuhan naluri. Termasuk naluri ingin menghibur diri dari kepenatan dan kelelahan aktifitas sehari — hari.

Ada banyak alternatif yang mungkin bisa dilakukan. Melihat keindahan laut, pemandangan pegunungan, pergi ke perpustakaan, keliling kota. Bersilaturahmi ke saudara atau teman. Memperbanyak tilawah Al Quran. Bahkan cukup makan di warung sederhana pinggir jalan. Semuanya adalah aktifitas wajar yang bisa dilakukan. Sekaligus menyenangkan. Yang penting ia bukan perkara yang terlarang dalam Islam.

Lain halnya ketika hiburan yang dilakukan justru aktifitas maksiat. Perilaku hina, dan tidak bermoral. Berbuat dosa tanpa khawatir azabNya. Berbuat salah tak takut jeruji penjara. Sungguh disayangkan dan harus segera diselesaikan. Agar tidak terulang kembali dan menular ke pelaku berikutnya.

Seperti kejadian di Pantai Kartini Jepara kemarin (14/4/2018). Diberitakan dalam Kompas.com. Satuan Reserse Kriminal Kepolisian resor Jepara, Jawa Tengah tengah mendalami kasus merebaknya video yang mempertotonkan adegan tarian erotis di pantai Kartini Jepara. “ Jadi tarian erotis itu pas bubaran reuni komunitas N Max di pantai Kartini Jepara sekitar pukul 16.00 WIB. Kami akan proses sesuai dengan koridor hukum “ tegas Yudhianto (Kapolres jepara)

Kecolongan.

Pesta maksiat ditempat terbuka. Tiga wanita menari berliuk — liuk dikerumuni ratusan lelaki. Hanya pakai bikini. Disiang hari. Astaghfirullah ngeri. Apakah tak ada rasa malu diri?. Naudzubillahi mindzalik. 

Pasalnya pihak aparat kecolongan. Tarian itu terjadi di pengujung acara reuni. Dari izin yang diajukan tidak sesuai dengan kajadian, yakni orkes tunggal. Padahal sebelum acara, kegiatan sempat dihadiri Muspida Pemkab jepara. Pihak penyedia tempat juga mengaku tak mengetahui kejadian itu.

Miris dan priharin. Sebuah negeri dengan mayoritas penduduk muslim berulang kali ternodai. Ajang maksiat terus terjadi. Kapan semua ini bisa diakhiri?.

Pola pikir dan pola sikap buah dari sistem kapitalisme sekuler. Memisahkan agama dari kehidupan. Hukum Allah tidak jadi pedoman. Gaya hidup hedonisme telah membutakan mata hati dan pikiran. Memperturutkan nafsu kesenangan tanpa batasan. Halal haram tak jadi ukuran. Asal hati senang, diri terpuaskan, uang didewakan. Itu yang menjadi tujuan.


Islam sebagai solusi

Hanya Islam yang mampu menyelesaikan persoalan. Dengan membentuk syaksiyah Islamiyah (kepribadian islam). Yang meliputi pola pikir Islami dan pola sikap islami. Pola pikir islami ( aqliyah islamiyah) merupakan cara yang digunakan untuk memikirkan sesuatu yakni mengeluarkan keputusan hukum berdasarkan kaidah tertentu yang diimani (aqidah Islam). Sedangkan pola sikap islami(Nafsiyah Islamiyah) merupakan upaya yang digunakan seseorang untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya berdasarkan aqidah Islam. 

Senantiasa berorientas akhirat. Halal haram jadi ukuran. Ridho Allah menjadi tujuan. Hingga surga adalah harapan yang terus diperjuangkan.

Benteng aqidah terus ditanamkan dalam keluarga, sebagai madrasah pertama. Kepedulian masyarakat dibuktikan dengan ajakan dakwah. Hingga kepengurusan negara atas rakyatnya, dengan menerapkan hukum Allah secara sempurna.

Kembai pada Islam adalah jalan satu-satunya.

Allahu a'lam.

Post a Comment

0 Comments