Berkata Baik Atau Diam

Oleh : Devi Yulianti (Member Back To Muslim Identity Aceh) 




Di era zaman sekarang ini, banyak orang yang berkata sesuai dengan pengetahuan dan ciri khas mereka. Namun sayangnya, ada beberapa juga orang yang berkata tanpa didasari ilmu. Berkata sesuka dia, apalagi jika berkata yang sudah melanggar dari syariat Islam. Wah, ini mah gawat atuh. Tau ngga guys ? Lebih baik diam daripada berkata tidak baik lho. Maksudnya jika tidak tau, ya diam saja. Namun dari diam itu kita juga harus mencari tau ya. 

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺆْﻣِﻦُ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍْﻵﺧِﺮِ ﻓَﻠﻴَﻘُﻞْ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﺃَﻭْ ﻟِﻴَﺼْﻤُﺖ

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” ( Muttafaq ‘alaih : Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Berkata baik atau diam ?
Alangkah indahnya jika kita berkata untuk menyampaikan kebenaran bukan kebohongan. Jika belum bisa berkata baik, ya kita harus belajar bukan ? Apabila kita mempunyai masalah dan kita diam saja, apakah dengan diam saja bisa menyelesaikan masalah ?

Tanpa disadari, Ucapan yang terlontar dari mulut kita bisa mempengaruhi orang lain. Betul tak ?  "Ada orang baik tapi diam dan ada orang bodoh yang banyak bicara". Orang yang baik yang takut untuk menyampaikan kebenaran sedangkan orang yang bodoh banyak bicara namun tak bermakna. betapa banyak orang yang menyesal karena bicara dan sedikit yang menyesal karena diam. 

Imam Abu Hatim Ibnu Hibban Al-Busti berkata dalam kitabnya, Raudhah Al-‘Uqala wa Nazhah Al-Fudhala , hlm. 49, “Lisan seorang yang berakal berada di bawah kendali hatinya. Ketika dia hendak berbicara, dia akan bertanya terlebih dahulu kepada hatinya. Apabila perkataan tersebut
bermanfaat bagi dirinya maka dia akan berbicara, tetapi apabila tidak bermanfaat maka dia akan diam. Sementara orang yang bodoh, hatinya berada dibawah kendali lisannya. Dia akan berbicara apa saja
yang ingin diucapkan oleh lisannya. Seseorang yang tidak bisa menjaga lidahnya berarti tidak paham terhadap agamanya.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ

"Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)."
(QS. Qaf 50: Ayat 18)

Jangan sampai kita menyesal dikemudian hari ya, karena penyesalan tidak ada artinya. So, keputusan ada di kalian sobat!

Wallahu A'lam bisshawab

Post a Comment

0 Comments