"Banyu Setan", Berujung Kematian

Oleh : Sunarti



MIRAS oplosan jadi tranding topik di berbagai media. Semisal artis yang dapat banyak "job", namanya menghiasi halaman-halaman media. Disebut-sebut dalam berbagai berita. 


Bukan karena kanfaatannya, tapi karena efek samping keburukannya. Banyaknya nyawa melayang, membuat minuman ini naik daun. Dengan beberapa kematian, tidak membawa ketakutan bagi pelaku berikutnya. 
Entah karena penasaran atau kebiasaan, menjadikan mereka "tertantang" memenuhi tubuh dengan miras oplosan. 
Tanpa disadari nyawa melayang sia-sia. 

Sedikit tentang alkohol. 


Alkohol adalah bahan utama dalam pembuatan minuman keras, dengan kadarnya masing-masing, seperti wishky, bir, brendi, dan anggur, dan lain sebagainya. Alkohol merupakan suatu cairan bening, yang mudah menguap, mudah bergerak, bersifat memabukan, memiliki bau khas, rasa panas, mudah terbakar dengan memberikan nyala api berwarna biru dan tidak berasap.

Beberapa jenis alkohol. 

- Alkohol Absolut, yaitu alkohol yang hampir disebut alkohol murni, dengan kadar alkohol dihitung sebagai c2H5OH 99,8 % dan air 0,2 %.

-Ethanol (ethyl alcohol), adalah alkohol berkadar 95 sampai 96,8 %

-Methanol ( Methyl Alcohol ), yaitu alkohol yang mempunyai struktur paling sederhana.
-Isopanol ( Isoprophyl Alcohol )


Semua jenis minuman keras berakohol dan dipisahkan dalam beberapa golongan, diantaranya :



Minuman keras Golongan A, kadar ethanol ( c2H5OH ) dari 1 – 15%
Minuman keras Golongan B, kadar ethanol lebih dari 5% – 20%
Minuman keras Golongan C, kadar ethanol lebih dari 20 % – 55 % (alosehat.com)



Saat seseorang meminum minuman beralkohol, cairan akan masuk ke dalam tubuh, kandungannya akan diserap tubuh melalui usus. Alkohol akan menyebar melalui pembuluh darah ke seluruh tubuh, menuju jantung, otak, otot dan seluruh jaringan. 


Hal ini akan memberikan sensasi tenang dan bahagia dalam hitungan menit. Akan semakin cepat tergantung daya tahan tubuh terhadap alkohol. Semakin sering meminum alkohol, terjadilah toleransi tubuh terhadap alkohol.


Toleransi alkohol adalah ketahanan tubuh terhadap alkohol yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Seorang peminum alkohol akan perlu mengonsumsi lebih banyak minuman keras untuk mencapai efek memabukkan yang diinginkan. 


Toleransi alkohol yang dihasilkan dari penggunaan miras jangka panjang atau berat bisa menyebabkan berbagai kemungkinan.


Pertama, seorang peminum berat bisa cepat pulih dari efek memabukkan alkohol akibat kinerja hati yang mempercepat proses pembilasan alkohol dari dalam tubuh. 


Kedua, seorang peminum kronis berat bisa menunjukkan hanya satu-dua gejala mabuk bahkan pada konsentrasi alkohol dalam darah yang terhitung sangat tinggi. 
Karena tubuhnya sudah kebal terhadap efek alkohol (yang pada orang biasa akan melumpuhkan atau bahkan fatal). (halosehat.com)


Toleransi tubuh terhadap alkohol membuat peminumnya menginginkan sensasi yang berbeda. 

Dari minuman beralkohol biasa, dicampur dengan minuman atau obat-obatan. Bahkan, tak tanggung-tanggung, mereka mengoplosnya dengan insektisida (obat pembunuh serangga). 


Entah sengaja atau tidak, entah mereka tahu apa tidak efek minuman oplosan ini. 


Yang penting happy, mungkin begitu yang mereka pikirkan. Wajarlah tersungkur, karena tubuh sudah tidak mampu mengolah minuman oplosan ini. Tak hanya tersungkur, mereka meregang nyawa, karena tubuh telah mengalami kerusakan.

Layaklah jika disebut "banyu setan".
Selain termasuk minuman haram, alkohol berefek sangat merugikan.
Minuman yang diharamkan, baik sesikit atau banyak jumlahnya, memabukkan atau tidak, sekali haram tetaplah haram.


Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberun-tungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbul-kan permusuhan dan kebencian di antara kamu dengan khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” [Al-Maa-idah : 90-91]

Post a Comment

0 Comments