Bangkai Fitrah yang Terungkap


 
Oleh : Tri Silvia (Ummahat Peduli Umat) 



"Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tercium juga". Pribahasa yang pastinya tidak asing di telinga, ia dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang ditutup-tutupi. Hal tersebut tidak mungkin selamanya ditutupi. Suatu saat, akan terungkap juga.
Pribahasa di atas pantas disampaikan pada LL. Namanya terus menghiasi berita gosip di berbagai stasiun televisi. LL merupakan artis pendatang baru yang mencoba peruntungannya di dunia entertain sebagai penyanyi. Akhir-akhir ini, isu bahwa ia adalah seorang transgender mengemuka. Beberapa sahabat masa lalunya turut memberikan pengakuan tentang siapa sebenarnya LL ini. Sebelumnya, LL mengelak gosip tersebut hingga berujar dan bersumpah bahwa ia perempuan tulen dan mengatakan bahwa ia mampu memiliki anak dari rahimnya sendiri. 
Ini bukan kali pertama dunia entertain dihebohkan dengan keberadaan artis-artis transgender, namun yang berbeda kali ini klaim transgender justru dikemukakan oleh orang lain.
.
Islam yang paripurna mampu menyelesaikan segala permasalahan yang ada, termasuk dalam masalah ini. Setidaknya ada dua hal yang harus ditekankan ;
.
1. Menerima ketentuan Allah swt atas fitrah (berupa jenis kelamin dan segala bentuk tubuh juga rupa yang telah diberi) dan bersyukur atasnya. Sungguh Allah swt telah menyempurnakannya dengan sebaik-baik penciptaan. Firman Allah swt, yang artinya,
“Sungguh, Kami telah Menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. At-Tin : 4)
“Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhan-mu Yang Maha Pengasih. Yang telah Menciptakanmu lalu Menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh) mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun tubuhmu.” (QS. Al-Infithor : 6-8)
Maha Baik Allah yang tak hanya menyempurnakan penciptaan manusia, melainkan juga memberinya petunjuk dan penjelas sebagai bekal manusia agar tak tersesat dalam hidup yang sementara,
Dia (Musa) menjawab, “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah Memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian Memberinya petunjuk.” (QS. Thoha : 50)
“Sungguh, Kami telah Menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.” (QS. Al-Insan : 3)
Allah menciptakan manusia dengan bentuk yang sempurna, banyak keajaiban yang Allah tunjukkan dibalik tiap jengkal tubuhnya. Seharusnya itu sudah bisa menjadi penguat keimanan. Eksistensi Allah bisa dilihat dari detail tubuh yang Dia ciptakan beserta keajaiban di dalamnya. Tak ada yang mampu menciptakan hal yang serupa, sehebat apapun ia.
.
Selain itu rasa syukur yang sangat, harus dipanjatkan pada Allah yang telah menciptakan diri sempurna tanpa kekurangan sedikitpun. Tak hanya ucapan, melainkan perbuatan. Yakni dengan menerima segala yang telah Allah tetapkan atas tubuh ini (berupa jenis kelamin, bentuk tubuh dan rupa) dan menggunakan sebaik-baiknya dalam rangka membangun ketakwaan pada sang Pencipta. 
.
Allah tidak pernah salah menetapkan jenis kelamin seseorang, juga tidak mungkin menempatkan jiwa pada raga yang salah seperti yang sering disebutkan oleh orang-orang yang tak mau bersyukur. Naudzubillah, mudah-mudahan Allah tidak memasukkan kita sebagai golongan tersebut. 
2. Hukum mengubah ciptaan Allah. 
.
Sungguh Islam menjawab segala permasalahan. Allah ciptakan manusia dengan segala ketetapan fitrah (jenis kelamin, bentuk tubuh juga rupa). 
.
Seluruhnya harus diterima dan disyukuri oleh manusia, bukan justru mengelak dan berusaha untuk merubahnya. Adapun terkait merubah fitrah (jenis kelamin), maka seseorang yang lahir dalam kondisi normal dan sempurna organ kelaminnya yaitu penis (dzakar) bagi laki-laki dan vagina (farj) bagi perempuan yang dilengkapi dengan rahim dan ovarium, tidak boleh atau haram untuk melakukan operasi kelamin. Para ulama fiqih mendasarkan ketetapan hukum tersebut pada dalil-dalil yaitu (politikislam123.wordpress.com) : 
(1) Firman Allah Swt dalam surat Al-Hujurat ayat 13 yang artinya, "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".
.
Menurut kitab Tafsir Ath-Thabari, ayat di atas mengajarkan prinsip equality (keadilan) bagi segenap manusia di hadapan Allah dan hukum yang masing-masing telah ditentukan jenis kelaminnya dan ketentuan Allah ini tidak boleh diubah dan seseorang harus menjalani hidupnya sesuai kodratnya;
(2) Firman Allah Swt dalam surat an-Nisa’ ayat 119. "Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata".
.
Menurut kitab-kitab tafsir seperti Tafsir Ath-Thabari, Al-Shawi, Al-Khazin (I/405), Al-Baidhawi (II/117), Zubat al-Tafsir (hal.123) dan al-Qurthubi (III/1963) disebutkan beberapa perbuatan manusia yang diharamkan karena termasuk “mengubah ciptaan Tuhan” sebagaimana dimaksud ayat di atas yaitu seperti mengebiri manusia, homoseksual, lesbian, menyambung rambut dengan sopak, pangur dan sanggul, membuat tato, mengerok bulu alis dan takhannus (seorang pria berpakaian dan bertingkah laku seperti wanita layaknya waria dan sebaliknya);
(3) Hadits Nabi saw.: “Allah mengutuk para tukang tato, yang meminta ditato, yang menghilangkan alis, dan orang-orang yang memotong (pangur) giginya, yang semuanya itu untuk kecantikan dengan mengubah ciptaan Allah.” (HR. Al-Bukhari);
(4) Hadits Nabi saw.: “Allah mengutuk laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Ahmad). 
.
Haram hukumnya merubah ciptaan Allah, dalam hal ini adalah jenis kelamin. Maka apa yang dilakukan oleh LL dan lainnya (jika benar) adalah berdosa. Harus kembali kepada fitrahnya semula, jika ia lelaki walaupun sudah melakukan operasi maka dia dihukumi sebagai lelaki bukan wanita. Begitu pula sebaliknya.
.
Adapun segala kebohongan yang tercipta dari penguburan jati diri dan lain sebagainya, itupun berdosa. Bertaubat menjadi satu-satunya solusi untuk orang yang melakukan hal tersebut. Terkait dengan masa lalu setelah pertaubatan, hanya Allah yang mampu menutupinya. Segeralah bertaubat. Jangan sampai dosa akibat pelanggaran syariat tersebut berubah menjadi bangkai busuk yang bau, yang kemudian Allah tampakkan di hadapan manusia, dan terhinalah dirinya. 
Wallahu a'lam bis shawab

Post a Comment

0 Comments