Antara Mall dan Pasar Becek

Oleh : Fatimah-Bogor Selatan()




Tahu kan mall itu bagaimana? Yah, mall dengan bangunan megah dan elegan. Bersih dan tertata dengan rapi. Yang berkunjung dengan pakaian rapih dan nyentrik. Ada toilet yang bersih dan wangi. Dijaga dengan penjaga yang ramah. Peraturan dibuat baik bagi para pengunjuang ataupun pengguna mall. Pasti dong di mall tak akan ada yang pipis sembarangan. Orang yang jorok pun akan malu berbuat jorok di mall ini. Karena aturan yang tegas dibuat di mall.

Lalu tahu kan pasar becek? Yah, kebayangnya kalau hujan. Jalan kotor campur tanah hitam dan bau khas pasar. Pedagang bisa nongkrong dimana saja. Tapi memang ga begitu-begitu amat sih. Sekarang ada pasar becek yang digedung. Lumayan rapih. Toilet disediakan. Namun yang di luaran  tetap kotor. Kadang selewat kita akan mencium aroma wc jalanan. Yah, wangi ga karuan. 

Kenyataan mall dan pasar becek yang berbeda. Dari  penampakan luarnya serta aturan bagi pengunjung dan pengguna yang sangat berbeda.

Bagaimana jika mengilustrasikan mall sebagai bangunan sistem Khilafah. Walau tak seluruhnya mall bisa di ekspektasikan seperti khilafah. Hanya pemisalan kebersihan saja. Karena khilafah itu sistem yang kaffah secara islam. Yang memberlakukan aturan Allah Swt dan Rosul-Nya. Orang yang berniat jahat atau maksiyat pun akan berpikir dua kali dalam sistem ilahi ini. Orang akan malu berzina karena hukum Allah Swt yang diberlakukan membuat orang akan takut berbuat maksiyat. Seluruh orang dibuat taat pada aturan islam.

Dan pasar becek tidak ubahnya seperti "maaf", sistem demokrasi kapitalis. Dimana orang soleh saja bisa korupsi. Orang yang giat tahajud saja bisa menolak aturan Allah Swt diterapkan. Orang yang piter saja bisa acuh terhadap dakwah. Anak ustad saja bisa boleh pacaran. Katanya pacaran islami. Inilah potret telanjang demokrasi kapitalis saat ini. "STMJ", solat terus maksiyat jalan. Karena demokrasi kapitalis mempersilahkan beragama namun menolak Allah Swt mengatur kehidupan negara.

Maka dari itu jangan sepelekan cassing. Karena cassing mencerminkan kualitas yang ada didalamnya. 

Dari Abu Musa Al-Asy'ariy -radhiallahu 'anhu-; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur'an dan mengamalkannya seperti buah utrujah (jeruk lemon Cui), rasanya enak dan baunya harum. Dan perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur'an seperti buah kurma, tidak ada baunya tapi rasanya manis. Dan perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Qur'an seperti raihanah, baunya harum tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan seorang munafik yang tidak membaca Al-Qur'an seperti hanzalah (jenis tanaman labu), tidak punya bau dan rasanya pahit". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Sewajibnyalah kaum muslimin memilih cassing Khilafah. Karena dengan Khilafah manusia akan berbuah buah yang wangi, manis dan segar. Umat akan giat terikat aturan ilahi untuk pahala yang dikumpulkan demi kebahagiaan abadi di akhirat.

Seseorang yang ketika di dunia selalu mendekat pada Allah Swt. Maka insyaAllah Allah Swt  juga akan mendekatnya diakhirat kelak. Maka begitupun sebaliknya. Jika di dunia ia menolak mendekat pada aturan Allah Swt. Maka  wallohua'lam nasibnya di akhirat.

Semoga bermanfaat.


Post a Comment

0 Comments