Agar Istiqomah Dalam Hijrah




Oleh : Arinta Kumala Verdiana

Bagaimana kabar sahabat-sahabat hijrah ?. Semoga istiqomah dalam hijrah. Dan dalam perjalanan hijrah semoga kita senantiasa berproses untuk menuju kesempurnaan ta’at.
Kita semua pasti merasakan kesulitan dalam memutuskan untuk berhijrah. Tapi lebih sulit lagi berusaha istiqomah dalam hijrah bukan ?!. Ada saja godaan yang mengarahkan kita agar mundur dari hijrah kita. Tentunya kita tidak mau kan, kembali ke jurang gelap kemaksiatan. Harapan kita adalah kita semakin mendekat kepada Sang Pencipta kita. Mendekat untuk taat. Taat pada tiap syariat-Nya. Agar harapan mendapat ridho-Nya bisa kita anyam dalam asa dan doa-doa kita.
Ada beberapa hal yang harus kita lakukan agar kita bisa istiqomah dalam hijrah. Yang pertama,  kita harus memahami posisi kita di dunia. Bahwasnnya kita adalah hamba Allah yang harus senantiasa taat pada aturan-aturan Allah. Kedua, kita harus belajar, memahami syariat-syariat Allah yang harus kita laksanakan. Ingat ya, Islam itu tidak terbatatas pada aturan ibadah ritual saja lho. Aturan Allah kalo kita kelompokkan ada tiga lingkup ; hablu minallah (aturan yang berkaitan langsung dengan Allah), hablu minannas (aturan yang berkaitan dengan diri sendiri) dan hablu minannafsi (aturan yang berkaitan dengan sesame manusia). Yang ketiga, kita harus berusaha mengikatkan diri kita dengan seluruh aturan Allah tersebut. Artinya kita harus melaksanakan aturan-aturan Allah yang sudah kita pelajari itu. Yang keempat, kita menjadikan diri kita menjadi bagian dari orang-orang yang menyampaikan dakwah Islam. Karena dengan menyampaikan dakwah, akan memotivasi kita untuk istiqomah dalam hijrah kita. Karena kita akan senantiasa beruasaha melakukan apa yang kita sampaikan, And last but not least, agar kita bisa istiqomah dalam hijrah, kita butuh sistem yang kondusif yang akan menjaga suasana keimanan kita. Jika kita berada dalam sistem yang lekat dengan suasana keimanan, insya Allah semangat untuk mendekat kepada Allah Rabbul Izzati akan senantiasa terjaga.
 Dan sistem itu harusnya adalah sistem yang  menerapkan aturan Islam secara kaffah (menyeluruh) dalam bingkai khilafah. Khilafah itu ibarat rumah bagi kita kaum muslimin. Tanpa rumah itu, maka kita tidak akan tenang, nyaman dan total dalam berislam. Sebab Islam itu hanya akan teraplikasi dalam kehidupan secara menyeluruh ketika ada institusi Khilafah yang menerapkannya.
Karena pada faktanya sekarang Khilafah sudah tidak ada sejak 94 tahun yang lalu, maka mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus berusaha memperjuangkan agar tegak kembali di muka bumi ini. Dan dengan kembalinya Khilafah insya Allah untuk istiqomah dalam hijrah akan menjadi jauh  lebih muda.

Post a Comment

0 Comments