Thursday, March 15, 2018

Yuk Bangun Negeri Beradab dengan Hijab




Oleh: Dwita Arivina (Alumnus FIS UNY, Anggota Revowriter)

"Jangan atur tubuh perempuan !"
"Tubuhku bukan urusanmu !"
"Bukan baju gue yang porno tapi otak lo...!"

Pemandangan berbagai tulisan yang dibawa dan diangkat tinggi - tinggi oleh simpatisan Women's March pada peringatan International Women's Day di Jakarta dan juga kota - kota besar lainnya, seperti Bandung, Surabaya, dan Bali pada Minggu 4 Maret 2018 kemarin.


Saudariku ... jangan begitu caramu menebar keangkuhan. Bukankah tubuh ini hanyalah pemberian dan titipan Allah Sang Maha Pencipta, kita tinggal dan berada di negeri yg beradab, berpakaian mini berseliweran sana-sini, kontan dapat menebar kepornoan, kejahilan kaum Adam bahkan memicu kejahatan. Bukankah efek dari melihat suatu pornoaksi dan pornografi sangat berbahaya. Dapat menggeser emosi jiwa dan perilaku dapat berubah menjadi negatif. 


Permasalahan hijab merupakan hal yang telah jelas perintahnya, telah dijalankan oleh para sahabat wanita Rasullullah SAW. Allah mengetahui ketika wanita tidak menutup aurat dengan sempurna, tidak kehancuran manusia itu akan datang, karena fitnah wanita itu adalah yang paling besar, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

Dan telah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki melainkan wanita“.
Sebagaimana yang telah terjadi pada saat ini, banyak kemaksiatan yang terjadi karena fitnah wanita. Oleh karena itu Allah SWT menyuruh muslimah untuk berjilbab.

Sebagaimana Firman Allah pada surah Al Ahzab 59.

Wahai Nabi, katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri orang-orang yang beriman hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu agar supaya mereka mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak diganggu dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Saudariku ... permasalahan jilbab bukanlah masalah yang sepele. Allah terus menegaskan pada banyak ayat Al Qur'an, begitu pula Rasullulah yang mengingatkan pada hadistnya.

Katakanlah pada wanita yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya serta tidak menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa tampak darinya dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka.” (QS. An-Nur ayat 31)


Begitu taatnya muslimah pada zaman Rasulullah Saw, ketika datang ayat untuk berjilbab mereka langsung merobek gorden-gorden yang ada di rumah-rumah mereka sebagai jilbab untuk menutup tubuh. Wahai kaum wanita ketaatan seperti inilah yang patut ditiru, agar para muslimah menjadi wanita-wanita yang terhormat.

Bukan seperti sekarang ini, aurat nampak hampir di setiap sudut kota. Sebenarnya kemudahan telah Allah berikan, sekarang ini mudah sekali untuk mendapatkan penutup tubuh yang sempurna, tapi wanita-wanita zaman sekarang justru banyak yang memilih memakai pakaian yang robek sana-sini, robek atas bawah, bukan karena mereka tak punya atau tak mampu, tapi itulah realita. Realita peradaban yang rusak karena sistem Liberal ala Barat yang diagung-agungkan telah merasuk dalam jiwa-jiwa perempuan.


Wahai saudariku ... kembalilah pada fitrah kita sebagai perempuan, menjadi perempuan mulia dan terhormat, yang akan membangun negeri ini, menjadi negeri yang beradab.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!