Yang Muda Yang Diincar




Oleh: Vinci Pamungkas, S. Pd
(pemerhati remaja, anggota komunitas revowriter)

Tahun 2018 ini, disebut tahun politik. Pasalnya, 117 kota di Indonesia serentak ngadain pemilihan kepala daerah (pilkada). Dari total data pemilih, rata-rata 30% nya adalah pemilih pemula. (pikiran-rakyat.com)
Mereka yang baru punya hak pilih di tahun 2018 ini, yaitu para pelajar, mahasiswa, dan semua remaja yang berumur 17 tahun ke atas. 30% bukan jumlah yang sedikit lho.. Contoh di Jawa Barat (Jabar) jumlah
pemilihnya 32,5 juta jiwa. Maka 30% dari total pemilih adalah 9,75 juta jiwa merupakan pemilih pemula.

Mayoritas pemilih pemula alias para muda-mudi, punya karakteristik yang beda dengan seniornya.

Karakter yang pertama adalah labil. Mereka adalah mahluk terlabil sedunia. Bisa berubah dalam hitungan detik. Kelabilannya ini bisa dipengaruhin sama temen, keluarga, bahkan media sosial (medsos).

Karakter yang kedua adalah apolitis alias ga ngerti politik. Pelajar dan mahasiswa sibuk belajar dan ujian, tambah ngerjain tugas yang ga ada seleseinya. Ga sempet ngikutin berita politik. Kalau pun baca berita, cuma berita artis idolanya yang diikutin atau baca berita yang ringan-ringan aja. Ini nih yang bikin muda-mudi ga paham masalah perpolitikan di Indonesia apalagi dunia. Karena karakter inilah makanya mereka
milih jadi golput atau asal coblos. Toh siapapun pemimpinnya ga ngaruh katanya buat mereka.

Banyaknya jumlah pemilih pemula pastinya jadi incaran para paslon. Dari karakteristik muda-mudi yang gampang-gampang susah, bikin para paslon puter otak buat ngegaet suara mereka. Ga mungkin pake
cara konvensional pake juru kampanye plus dangdutan. Paslon gubernur Jawa Timur, Khofifah-Emil punya cara unik buat menarik perhatian muda-mudi, yaitu ngadain parade 1000 gitaris muda. Yang paling populer, tentu pendekatan via medsos. Karena hampir semua anak muda aktif di medsos. 1001 cara ditempuh para paslon demi masuknya suara pemilih pemula ke kantong paslon.

Para pemilih pemula harus segera sadar bahwa mereka sedang diincar demi meraup suara. So, paham politik jadi sesuatu yang wajib biar tau bagaimana menyikapi tahun politik ini. Karena setiap sikap dan tindakan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT, termasuk sikap asal-asalan.
Berabad-abad yang lalu, Islam telah menjelaskan bahwa politik (siyasah, dalam bahasa arab) artinya adalah mengurusi urusan umat. Allah SWT memerintahkan kita untuk mengurusnya sesuai dengan aturan Allah SWT dan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Sebagaimana firmanNya dalam Quran surat An Nisaa ayat 65:

"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima
dengan sepenuhnya."

Berdasarkan ayat ini, jelas banget kalau kita harus memilih pemimpin yang akan mengurus kita semua dengan aturan Allah SWT secara kaffah/menyeluruh. Aturan yang berasal dari sang Maha Adil, Maha
Sempurna.



Post a Comment

0 Comments